← Back to list

Menelaah Kekatolikan dalam Kacamata Perempuan Melalui “Pengakuan Eks Parasit Lajang” Karya Ayu…

Bahwa penyaliban Yesus adalah penyaliban patriarki itu sendiri. (Ayu Utami, Pengakuan Eks Parasit Lajang, 2013)

Alberta Alfreda · 2025-04-01 16:09 · 2 claps · 1.3 min read
#ayu-utami #pengakuaneksparasitlajang #intisari-novel
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Menelaah Kekatolikan dalam Kacamata Perempuan Melalui “Pengakuan Eks Parasit Lajang” Karya Ayu Utami

Bahwa penyaliban Yesus adalah penyaliban patriarki itu sendiri. (Ayu Utami, Pengakuan Eks Parasit Lajang, 2013)

Patriarki adalah sebuah sistem yang berkembang sebagai sebuah tradisi. Sistem ini melekatkan seseorang pada sebuah gender (nilai serta tanggung jawab yang diemban oleh jenis kelamin tertentu). Patriarki melegalkan kekuasaan laki-laki terhadap perempuan. Hubungan transaksional dan objektivikasi. Sebuah agama haruslah terbebas dari sistem dalam “istana patriarki”. Sehingga, sebagai seorang perempuan, muncul keraguan dan pertanyaan dalam sebuah kekatolikan. Pertanyaan tersebut kemudian berusaha dijawab oleh Ayu Utami dalam bukunya berjudul “Pengakuan Eks Parasit Lajang”.

Yesus sebagai Tuhan yang menjelma menjadi manusia memang harus laki-laki. Alasan utamanya ialah bahwa Yesus berada di zaman patriarki sehingga untuk membebaskan sistem tersebut, perlu dilakukan sebuah penebusan. Hukum patriarki (atau hukum lelaki) akan membuat perempuan bergantung pada laki-laki, tetapi hukum tersebut pula membuat laki-laki bergantung di kayu salib.

Ayu Utami kemudian menjabarkan empat kunci menelisik makna “Yesus disalib untuk menebus patriarki” (selain menebus dosa, seperti yang kita ketahui bersama).

  1. Maria adalah seorang perempuan yang merelakan diri menghadapi hukum patriarki. Kita ketahui bersama bahwa hukum terhadap perempuan yang memiliki anak sebelum bersuami harus dirajam. Maria menerima anak yang dikandungnya tanpa suami, berarti ia siap menerima konsekuensi “hukuman patriarki”.
  2. Yosef harus mengalahkan ego kelelakiannya untuk menerima Maria dan memberi Maria perlindungan dari hukuman yang sangat mungkin diterima oleh Maria (karena alasan pada poin 1).
  3. Lolos dari hukum lelaki berkat seorang lelaki. Kunci ini menunjukkan bahwa Yosef (sebagai seorang lelaki) menunjukkan diri sebagai seorang yang tidak menganut hukum kelelakiannya dengan menyelamatkan Maria.
  4. Yesus, yang seorang lelaki, disalibkan di kayu salib berdasarkan hukum lelaki. Hukum yang dihadapi oleh Yesus pada zaman itu merupakan hukum patriarki, sehingga Yesus (sebagai seorang lelaki) secara tidak langsung turut membentuk hukum tersebut.

Yesus sebagai batu penjuru dalam iman Katolik sebenarnya telah memberikan banyak contoh perlawanan terhadap hukum patriarki itu sendiri. Dengan menyadari bahwa kekuasaan dibatasi oleh jenis kelamin telah ditebus oleh Kristus, kita dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dengan melepaskan sifat jasmaniah, ketulangan, kedagingan, dan sifat-sifat manusiawi untuk mampu memahami misteri keilahian.


메타데이터
post_id
c47dd7df0f89
slug
menelaah-kekatolikan-dalam-kacamata-perempuan-melalui-pengakuan-eks-parasit-lajang-karya-ayu-c47dd7df0f89
url
https://medium.com/@bertaberceloteh/menelaah-kekatolikan-dalam-kacamata-perempuan-melalui-pengakuan-eks-parasit-lajang-karya-ayu-c47dd7df0f89
canonical_url
https://medium.com/@bertaberceloteh/menelaah-kekatolikan-dalam-kacamata-perempuan-melalui-pengakuan-eks-parasit-lajang-karya-ayu-c47dd7df0f89
author_url
https://medium.com/@bertaberceloteh
status
ok
fetched_at
2026-08-09 18:09:25