← Back to list

Sedimen Cahaya

(Medium Translasi bagi Cahaya yang Gagal Mencapai Alamat Pertamanya)

Queensyii · 2026-06-02 03:40 · 0 claps · 0.7 min read
#relationships #him #light #first-love
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

Sedimen Cahaya

(Medium Translasi bagi Cahaya yang Gagal Mencapai Alamat Pertamanya)

“Di konstelasi yang kau timpa berulang-ulang dengan harapan baru, jejak cahayanya tetap menjadi aksara paling abadi.”

“Di konstelasi yang kau timpa berulang-ulang dengan harapan baru, jejak cahayanya tetap menjadi aksara paling abadi.”

Di bawah langit yang telah berkali-kali ditimpa aksara baru, masih ada pendar purba yang menolak aus.

Aku pernah mengira diriku adalah kosmos yang lahir dari perbintangan mutakhir, padahal hanya selingan luminan dalam arus balik yang lebih tua daripada ingatan.

Betapa licinnya bahasa; ia mengendapkan ilusi seperti aluvium, menumbuhkan telaga pada dasar cekung yang sesungguhnya tak pernah menyimpan air.

Maka kuternakkan gugusan-gugusan harapan di atas tanah yang telah lama dipetaknamai orang lain. Namun segala lintasan memiliki naluri geologisnya sendiri; ia selalu mencari sedimen mula-mula tempat dirinya pernah mengendap.

Dan ketika pijar terakhirku luruh menjadi serbuk astral, barulah kusadari bahwa yang selama ini kutafsir sebagai ufuk ternyata hanya palimpsest, sebuah lembar langit yang berkali-kali ditulisi cahaya baru tanpa pernah sungguh-sungguh melupakan aksara pertamanya.


메타데이터
post_id
c4f7bca910bc
slug
sedimen-cahaya-c4f7bca910bc
url
https://medium.com/@queens99yii/sedimen-cahaya-c4f7bca910bc
canonical_url
https://medium.com/@queens99yii/sedimen-cahaya-c4f7bca910bc
author_url
https://medium.com/@queens99yii
status
ok
fetched_at
2026-06-11 15:16:29