Berapa Harga yang Harus Kubayar 'Tuk Dapat Hidup Layak di Negeri Ini?
csabii ⨾༊·˚
Berapa Harga yang Harus Kubayar 'Tuk Dapat Hidup Layak di Negeri Ini?

csabii ⨾༊·˚
Ah, dari atas mimbar sana kau berpidato lantang, mengklaim bahwa kami-rakyat jelata ini tak pernah bermimpi 'tuk jadi orang kaya. Kau pikir kau tahu apa tentang isi kepala kami? Aku memang tidak muluk-muluk meminta takhta, aku hanya ingin hidup dengan layak. Namun, bukankah hidup layak di negeri ini menuntut segepok uang? Bu, katanya bermimpi itu gratis, lalu mengapa untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak saja, aku merasa seperti sedang merampok habis keluargaku sendiri?
Hidup ini lucu, miris sekali. Aku bingung mau tertawa atau menangis dibuatnya. Ibu dan ayahku banting tulang 'tuk dapatkan secercah uang, ketika disisi lain ada anak yang tinggal menadahkan tangan ke orang tuanya, menghamburkan berjuta-juta tanpa rasa berdosa, hanya 'tuk hal kecil saja. Siapa yang harus kusalahkan untuk itu? Ibuku? ayahku? Oh, jelas tidak. Mungkin, harus kuteriakkan sekali lagi hingga hilang suaraku ke kaum-kaum oligarki yang duduk manis di atas takhta kekayaan, sibuk melalang buana kesana kemari, sementara aku-keluargaku-susah-payah 'tuk tetap hidup.
Pemerintah ini telah gagal menyediakan kehidupan yang layak. Mengapa kami harus bermimpi 'tuk sekedar dapat hidup layak? Bukankah sudah sepantasnya kami dapatkan hidup layak itu? Sudah sepantasnya kami bermimpi tinggi-tinggi hingga langit ketujuh, tanpa takut bayang-bayang ekonomi. Apa yang ada di pikirannya? Mungkin bagi otak kecilnya, seporsi ompreng gratis dengan lauk seadanya sudah cukup membuat hidup kita semua menjadi layak. Oh, jelas tidak.
Ingin kuludahkan setiap ompreng yang muncul di hadapanku. Ingin kulempar dan kuhancurkan setiap ompreng yang merenggut habis kesadaran otakmu.
Pemerintah ini seharusnya dapat membuat kita semua hidup layak, bebas bermimpi tanpa bayang-bayang menghantui. Kalian pikir perut yang diisi sekadarnya cukup 'tuk membungkam otak kami yang dibiarkan kelaparan? Oh, jelas tidak. Negeri ini terlalu pengecut 'tuk berhadapan dengan rakyat yang berpemikiran kritis, maka kalian jejali kami dengan seporsi ompreng yang merenggut habis sisa-sisa mimpi kami. Pemerintah kita telah gagal.
Aku sudah muak dengan seporsi ompreng gratis seharga sepuluh ribu yang mengambil habis seluruh mimpiku.
Sepuluh ribu tak buat hidupku; hidupmu menjadi layak. Sepuluh ribu sudah cukup 'tuk buat hidupku; hidupmu kian muram.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, katanya. Dimana letak sila kelima? Dimana letak pancasila? Agaknya, nilai-nilai pancasila kian terlupakan, menyisakan deretan huruf kosong belaka. Eh, maaf, aku lupa. Bangsa ini memang bangsa pelupa! Sejarah dibungkam, ditulis ulang oleh kalian sang empunya kuasa. Sepertinya negeri ini memang dikutuk 'tuk terus mengulangi sejarah kelam yang sengaja dikubur oleh kalian sang penguasa.
Oh, kau memang benar! Aku tak pernah bermimpi 'tuk jadi orang kaya. Aku hanya bermimpi, agar kian melemah tubuhmu. Biar saja kau menjadi seonggok gumpalan lemak tak bernyawa di atas singgasana emasmu. Aku tak peduli. Sama seperti kau tak peduli padaku-pada tangis rakyatmu.
Maka, terus ku doakan yang terburuk buatmu, buat seluruh antek-antekmu, karena t’lah mengambil habis seluruh mimpiku.
메타데이터
- post_id
- c4f9effc85c2
- slug
- berapa-harga-yang-harus-kubayar-tuk-dapat-hidup-layak-di-negeri-ini-c4f9effc85c2
- url
- https://medium.com/@abiauumy/berapa-harga-yang-harus-kubayar-tuk-dapat-hidup-layak-di-negeri-ini-c4f9effc85c2
- canonical_url
- https://medium.com/@abiauumy/berapa-harga-yang-harus-kubayar-tuk-dapat-hidup-layak-di-negeri-ini-c4f9effc85c2
- author_url
- https://medium.com/@abiauumy
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 21:27:59