← Back to list

Sebagian terkikis dan habiskan sisa hidupnya dengan diam

Sebagian terkikis dan habiskan sisa hidupnya dengan diam

sisigelaprafi · 2024-04-25 05:32 · 0 claps · 1.0 min read
#tuhan-datang
Open on Medium ↗

Suara Kaum-Nya

Sebagian terkikis dan habiskan sisa hidupnya dengan diam

Tuhan, diantara nabimu tidak ada yang mengajari cara “mengikis umur seseorang melalui pikiran”.

Tuhan, diantara nabimu tidak ada yang mengajari cara “lisan ini untuk membicarakan keburukan orang lain”.

dan Tuhan, diantara nabimu tidak ada satupun yang membenarkan kedua cara diatas.

Lalu mengapa tuhan, kaum-Mu ini memiliki ilmu untuk melakukan itu?

Saya berbicara karena saya pernah merasa, Tuhan. Saya berkata karena saya pernah berada, Tuhan. Saya berdiskusi karena saya pernah mengalami, Tuhan. Saya bermufakat karena saya sepakat, Tuhan. Saya berperan karena saya harus melakukan, Tuhan.

Saya bertuhan sebab saya ada, Tuhan.

Saya tidak pandai bergulat dengan ilmu tuhan, namun saya meyakini tuhan lah yang maha bijaksana. Saya pribadi dari yang maha-tuhan untuk hadir menemuinya kelak.

Tuhan, mengapa disaat Engkau mendengarkan saya ciptaannya justru mencela? Lalu mengapa disaat Engkau membuka jalannya yang lain justru menutupnya? Untuk apa Tuhan? jika berdiri bangunan agama namun diluar sana terlihat sama saja? Untuk apa pengakuan terhadap dosa jika manusia begitu adanya?

Kemangkiran dan kemunafikan justru yang sekarang hidup dalam pandanganku. Mempertanyakan pada diri. Apakah satu dari sekian banyaknya sudah pantas untuk memantaskan? Sebab pada akibat seseorang biadab juga pernah belajar adab. Biadab juga awal akan menjadi adab, dan adab seketika bisa menjadi biadab.

*https://youtu.be/vhhJG2Lhguw?si=tDIn41CuWaJkFY0q*


메타데이터
post_id
c4fe123dc6d2
slug
suara-kaum-nya-c4fe123dc6d2
url
https://medium.com/@akuyangbercerita/suara-kaum-nya-c4fe123dc6d2
canonical_url
https://medium.com/@akuyangbercerita/suara-kaum-nya-c4fe123dc6d2
author_url
https://medium.com/@akuyangbercerita
status
ok
fetched_at
2026-08-08 12:36:16