Khotijah dan Puasa Muharram 9, 10, 11
Khotijah,
Khotijah dan Puasa Muharram 9, 10, 11
Khotijah,
di tanggal sembilan, sepuluh, dan sebelas Muharram ini,
aku sedang belajar menahan banyak hal.
Bukan hanya lapar dan dahaga,
tetapi juga rindu yang tak kunjung menemukan tempat pulangnya.
Aku teringat dirimu,
di sela-sela doa yang lirih,
di antara dzikir yang berulang,
dan di antara harapan yang perlahan aku serahkan kepada Tuhan.
Muharram mengajarkan banyak hal.
Bahwa setiap kehilangan bukan untuk diratapi selamanya.
Bahwa setiap luka tidak harus terus dipelihara.
Bahwa setiap manusia sedang berjuang dengan caranya masing-masing.
Khotijah,
aku tidak lagi meminta waktu untuk diputar kembali.
Aku tidak lagi meminta agar semesta memaksakan takdir.
Aku hanya menitipkan satu doa sederhana.
Semoga langkahmu dipermudah.
Semoga hatimu dipulihkan.
Semoga lelahmu diganti dengan ketenangan.
Dan semoga orang-orang baik selalu mengelilingimu.
Di puasa Muharram ini,
aku sedang berlatih.
Berlatih mengikhlaskan.
Berlatih menerima.
Berlatih mencintai tanpa harus memiliki.
Karena ternyata,
rasa yang paling dewasa bukanlah rasa yang selalu ingin menggenggam.
Melainkan rasa yang mampu berkata,
“Ya Allah, jika dia memang bukan untukku, jagalah dia sebagaimana Engkau menjagaku.”
Khotijah,
di antara 9, 10, dan 11 Muharram ini,
ada satu hal yang diam-diam ikut berpuasa bersamaku.
Yaitu harapan yang perlahan aku tenangkan,
agar tidak lagi mengganggu ketenangan hatimu.
메타데이터
- post_id
- c53048559dbf
- slug
- khotijah-dan-puasa-muharram-9-10-11-c53048559dbf
- url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah/khotijah-dan-puasa-muharram-9-10-11-c53048559dbf
- canonical_url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah/khotijah-dan-puasa-muharram-9-10-11-c53048559dbf
- author_url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 09:16:42