← Back to list

GORILA: Memulai Perjalanan sebagai Seorang “Naks Pengmas”

Sebelum menjawab lebih jauh tentang GORILA, aku rasa aku tahu apa yang pertama terlintas dari perjalanan panjangku berpengmas. Kala itu…

Raihan Muhammad Alif · 2024-01-27 06:16 · 0 claps · 4.5 min read
#gorila #pengmas #kmil #infrastruktur #pembangunan
Open on Medium ↗
Wiki topics: AIM · AI in Marketing

GORILA: Memulai Perjalanan sebagai Seorang “Naks Pengmas”

Pembukaan Gorila 2022

Pembukaan Gorila 2022

Sebelum menjawab lebih jauh tentang GORILA, aku rasa aku tahu apa yang pertama terlintas dari perjalanan panjangku berpengmas. Kala itu, bulan Desember 2021 ketika aku baru menamatkan satu semesterku di ITB, aku mendapatkan pesan dari kakak terbaiku yang mengajariku bahkan sampai saat ini yaitu Kak Sanifa tapi entahlah aku lebih akrab menyapanya Teh Sanifa. Teh Sanifa merupakan kakak tingkatku di RIL (IL 18). Singkat cerita, dia mengenalku karena aku berasal dari kota yang sama dan sekolah yang sama di Sukabumi. Selain itu aku bertemu dia secara tidak sengaja di suatu kegiatan di Sukabumi.

Pesan kala itu berupa ajakan untuk aku bergabung dengan tim yang terdiri dari Sanifa (IL 18), Rafly (IL 19), Insan (KI 19). Tim tersebut merupakan tim yang sedang mengikuti lomba riset sosial dengan topik yang dibawakan yaitu sanitasi dengan judul besar yang masih dibawa hingga saat ini yaitu Bioraling. Inilah mulanya aku dikenalkan dengan pengabdian bahkan inilah “doktrin” pertamaku sehingga pada akhirnya aku memutuskan mengambil Jurusan RIL ketika penjurusan.

Alif, Sanifa, Rafly (kiri ke kanan)

Alif, Sanifa, Rafly (kiri ke kanan)

Apabila kuceritakan lengkap sepertinya terlalu rumit sehingga kembali pada topik pengabdian masyarakat. Ya, disini pertama kali aku mengetahui bentuk lain dari pengmas itu sendiri. Dulu, saat SMA kutahu pengmas adalah tentang penyuluhan, bersih-bersih, dan aktivitas bersama masyarakat. Namun dari Bioraling semua keraguanku tersebut mulai tercerahkan. Benar memang ketika bicara pengmas adalah ketiga hal tersebut namun Bioraling mengajarkanku tentang berdampak dengan ilmu yang kumiliki atau kupelajari. Akhirnya tak kusangka timku meraih juara 3 pada lomba yang kami ikuti dan kisah itu terus berlanjut.

Lanjut pada Gorila ini, Gorila merupakan sebuah aksi angkatan yang pada tahun 2022 dilakukan oleh angkatanku, RIL 2021 yang pada saat itu dilaksanakan sebagai penutup dari rangkaian kaderisasi jurusan, Ininnawa 2022. Gorila memiliki nama yang cukup tenar untuk sebuah aksi angkatan di ITB. Gorila merupakan aksi angkatan yang nyata karena kami menyediakan solusi berupa infrastruktur, kiranya itulah yang beberapa angkatan sebelum kami lakukan dalam Gorila.

Aku ingat, ketika itu selesai Osjur, diturunkanlah tugas Gorila ini. Kala itu, langkah pertama adalah mencari calon Gorila itu sendiri. Saat itu tidak ada rencana dariku untuk menjadi Gorila namun entah mengapa tiba-tiba terlintas dalam pikiranku bahwa aku butuh ini. Aku butuh menjadi Gorila sebagai langkah awal aku berpengmas. Ya, akhirnya aku mengusulkan namaku menjadi Gorila dan ironisnya lebih dari 50% angkatan pun percaya padaku untuk menjadi Gorila saat itu. Melalui forum angkatan, setelah aku menyampaikan beberapa harapan aku di Gorila akhirnya secara resmi aku menjadi ketua Gorila 2022.

Entah aku tidak tahu sebenarnya apa yang akan aku lakukan kelak, karena dari atas pun aku tidak punya arahan yang kutahu hanya Gorila ini harus selesai di bulan Desember 2022. Ya beruntunglah aku, memiliki tim yang cukup solid dengan dukungan dari mereka akhirnya Gorila terlaksana.

Eits tapi ternyata tidak sesederhana itu. Oktober adalah kali pertama aku mencoba membentuk tim ini. Latar belakang yang berbeda, karakter satu sama lain yang belum aku kenal sepenuhnya membuat aku kebingungan untuk membentuk tim ini hingga bahkan tim ini terbentuk cukup lama melalui proses yang panjang. Dan di bulan November dengan lika liku yang cukup berat persiapan satu persatu mulai diselesaikan. Akan kubahas satu persatu.

Apa sebenarnya yang akan kami bawa di Gorila. Aku saat itu bertanya, apa yang bakal dilakuin Gorila tahun ini dan dalam perdebatan itu kami percaya bahwa kami perlu pembangunan infrastruktur. Bukan hanya karena ego kami yang tinggi saat itu melainkan aku tau pekerjaan seperti ini yang dapat membuat kami lebih mengenal satu sama lain. Dengan banyaknya rintangan dan beberapa kali perubahan tujuan, akhirnya jadilah pembuatan bak pembakaran sampah terintegrasi.

Tantangan tentu tidak hanya itu, dana menjadi penghambat kala itu. Tidak dapatnya relasi dengan alumni dan “orang dalam” membuat pendanaan cukup mandet. Kala itu, jualan menjadi tulang punggung fundraising kami. Mulai dari kue basah hingga merchandise kami coba lakukan. Selain itu sumbangan dari orang tua menjadi tambahan yang berarti. Puncaknya, dosen kemahasiswaan saat itu, Pak Syarif memberikan dana bantuan sebagai bentuk respon sponsor dari pihak ITB. Akhirnya dari perjuangan susah payah tersebut, dana terkumpul lebih dari cukup.

Kegiatan sudah terancang dengan baik kala itu, dana sudah mencukupi, hingga akhirnya bagian eksekusi. Kala itu, Gorila dilaksanakan selama 3 hari lamanya. Bertempat di Desa Karang Tunggal, Kecamatan paseh, Kabupaten Bandung, kami 36 mahasiswa RIL 2021 melaksanakan aksi angkatan kami.

Persiapan yang cukup matang kalai itu ternyata juga tidak menjadikan semua lancar sempurna. Hujan membersamai kami selama 3 hari lamanya. Tim PU yang mengurus detail pembuatan bak sampah pun susah payah menyelesaikan konstruksi walau dengan tambahan waktu di awal kala itu. Namun syukurlah bak selesai tepat waktu.

Tempat Pembakaran Sampah Terintegrasi

Tempat Pembakaran Sampah Terintegrasi

Pengmas tentu tidak hanya soal itu, kami mempersiapkan banyak kegiatan saat itu sebagai bentuk solusi dari permasalahan yang dibutuhkan di desa tersebut. Namun memang, sebaik apapun rencana kami, akan banyak hal baru yang kami temui sebagai sebuah pembelajran. Hujan deras, partisipasi warga, kelelahan anggota tim, dan masalah minor lain yang menjadi malapetaka bagi kami terutama bagiku sebagai seorang ketua.

Aku percaya, mental akan teruji ketika dalam tekanan. Setidaknya hal itu yang tetap aku percaya karena itu terbukti. Hujan deras yang mengguyur dan kelelahan karena dasar kami yang memang bukan semua terbiasa dengan aktivitas di desa atau aktivitas berat akhirnya terbayarkan dengan permasalahan yang lain. Aku melihat banyak diantara anggota timku yang akhirnya naik pitam ketika diskusi berlangsung. Segala evaluasi akhirnya memuncak dan cenderung saling menyalahkan bukan mencari jalan keluar. Namun sekali lagi, aku percaya akan proses ini. Apa yang kami hadapi ketika itu merupakan sebuah goresan akan hal baru yang akan kami hadapi kelak setelah ini.

Hari demi hari kami lalui hingga pada akhirnya kami menyelesaikan pengabdian kami selama 3 hari tersebut. Tiga hari yang panjang dan melelahkan memang mengingat saat itu tapi banyak cerita juga dibaliknya. Dari pengalaman itu aku percaya bahwa pengalaman adalah guru terbaik dan aku percaya semakin banyak kesalahan yang aku terima akan banyak evaluasi bagi diriku walau begitu aku tidak menyangkal bahwa persiapan lebih baik akan meminimalisasi kesalahan. Tidak hanya itu, bagiku pengmas cukup sederhana yang tidak biasa adalah kerja sama. Aku bersyukur kala itu memberanikan diri menjadi Gorila. Bukan tanpa sebab, aku hari ini adalah bentukan dari kegagalan kala itu.


메타데이터
post_id
c5d3fcef8773
slug
gorila-memulai-perjalanan-sebagai-seorang-naks-pengmas-c5d3fcef8773
url
https://medium.com/@raihanmuhammadalif/gorila-memulai-perjalanan-sebagai-seorang-naks-pengmas-c5d3fcef8773
canonical_url
https://medium.com/@raihanmuhammadalif/gorila-memulai-perjalanan-sebagai-seorang-naks-pengmas-c5d3fcef8773
author_url
https://medium.com/@raihanmuhammadalif
status
ok
fetched_at
2026-06-28 10:39:35