Kuliah Sastra
“Sastra itu semesta, di dalamnya terdapat dunia”
Kuliah Sastra

Khalil Gibran (sumber: saatchiart.com)
“Sastra itu semesta, di dalamnya terdapat dunia”
Bulan ini perkuliahan memasuki semester ketiga. Bertahan di sastra cukup membutuhkan nyali yang besar juga rupanya. Mengapa? Seringkali banyak yang memicikan mata setelah mengetahui itu semua. Setelah itu muncul pula hujan tanda tanya, “Lulus jadi apa?”; “Kerjaannya apa?”; dan lain sebagainya.
Mereka sepertinya lupa, bagaimana sumbangsih sastra dalam memajukan peradaban. Adanya sastra pun memajukan khazanah bahasa dan meningkatkan retorika bangsa. Seperti Naar De Republiek Indonesia karya Tan Malaka yang menginspirasi Bung Karno atas lahirnya Indonesia atau juga karya-karya Pram yang berpengaruh dalam perkembangan bahasa Indonesia. Ah, tapi aku tak ingin membanggakan diri dengan gurauan masa lalu itu.
Masih banyak pembelaan-pembelaanku atas pilihan ini. Tentu saja, pembelaan ini terkadang hanya sebagai pelipur lara, meskipun bukan berati semua hanya bualan semata. Tetapi, terlepas dari itu biarkan aku menceriterakan sastra seadanya tanpa mengada-ngada.
Sastra itu semesta, di dalamnya terdapat dunia. Banyak mereka yang kecewa dengan realitas yang ada, memilih melarikan diri kedalamnya. Dengan menulis, menciptakan alternative universe yang memiliki ending bahagia. Atau juga dengan membaca, ikut mengarungi universe yang sudah ada sebelumnya.
Sastra mengajarkan manusia untuk kembali memahami dirinya. Melalui pelbagai sudut pandang, alur cerita dan tema yang disajikan, manusia dapat berkaca. Bagiku menyelami sastra bak pengalaman spiritual. Manusia dalam sisi gelapnya, memiliki ego dan kesombongan. Sastra membunuh sisi gelap itu dengan basuhan hangat yang membuat insan itu menjadi lebih bijak setelah menyelaminya.
Belajar sastra, belajar tentang dunia. Belajar sastra, belajar tentang manusia. Baru itu yang bisa kusimpulkan sampai semester tiga ini. Aku tidak ingin menyiksa diri di tengah hujan tanda tanya itu, kawan. Diri ini masih sibuk terlelap dengan berjuta mimpinya. Ketimbang menganggu tidurku, bagaimana jika aku lemparkan pada kalian saja?
Kuliah sastra, lulus mau jadi apa?
메타데이터
- post_id
- c60187f1ef60
- slug
- kuliah-sastra-c60187f1ef60
- url
- https://medium.com/@rezfian/kuliah-sastra-c60187f1ef60
- canonical_url
- https://medium.com/@rezfian/kuliah-sastra-c60187f1ef60
- author_url
- https://medium.com/@rezfian
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13