← Back to list

Selera Musik Saya Berhenti Sebelum Tahun 2020

#52: Saya adalah pencinta musik aliran EDM.

Abdan Islah Trisnadi · 2026-04-07 05:08 · 0 claps · 2.4 min read
#edm #avicii
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎵 · Music & Audio

Selera Musik Saya Berhenti Sebelum Tahun 2020

52: Saya adalah pencinta musik aliran EDM.

Foto oleh Alef Morais di Unsplash

Foto oleh Alef Morais di Unsplash

Sejak masih duduk di bangku SMP, saya tertarik dengan lagu bergenre musik dansa elektronik atau EDM (electronic dance music). Ketertarikan tersebut dimulai ketika saya sering mendengarkan tontonan TV yang menggunakan aliran musik EDM sebagai suara latar mereka. Ketertarikan itu terus berlanjut ketika saya mulai mengenal android, dengan android semuanya dapat terakses dengan mudah hanya melalui sebuah ponsel genggam. Saya mulai melakukan eksplorasi di YouTube dan aplikasi musik yang dapat saya unduh sendiri secara gratis di ponsel android milik saya. Aplikasi musik pertama yang saya gunakan adalah Joox, saya yakin pasti banyak pembaca yang seusia dengan saya tahu aplikasi lejen yang satu ini.

Alasan menggunakan Joox karena pada tahun 2015–2017 aplikasi musik asal Hong Kong tersebut banyak digunakan oleh orang-orang. Karena tidak mau ribet, jadi saya lebih memilih aplikasi yang pasti-pasti saja. Berawal dari situ, saya semakin terekspos dengan lagu-lagu EDM dari berbagai disjoki (DJ) top dunia. Di era 2015, ada dua lagu EDM yang selalu terbesit di kepala saya, yaitu lagu milik Jack Ü yang berjudul “Where Are Ü Know” dan lagu yang berjudul “Firestone” milik Kygo. Untuk lagu milik Jack Ü sendiri, saya memang secara murni suka melodinya yang memikat, bukan karena lagu tersebut dinyanyikan oleh penyanyi kondang, Justin Bieber. Sedangkan lagu milik Kygo adalah jenis lagu dengan nuansa tropis, saya suka dengan beberapa lagunya karena membuat suasana berubah menjadi santai dan menyenangkan bak seperti sedang di musim panas yang penuh keceriaan. Oleh karena itu, ia menjadi salah satu disjoki yang dijuluki Tropical House DJ karena musik-musiknya yang bernuansa tropis atau musim panas.

Lalu, di tahun 2016, saya malah bingung jika diminta untuk menunjuk salah satu disjoki atau musik EDM yang teringat di kepala saya. Sebab, pada tahun itu saya merasa perkembangan musik EDM semakin progresif jadi banyak disjoki yang mulai bermunculan di industri musik ini. Mungkin, beberapa disjoki dunia, seperti Alan Walker, Calvin Harris, David Guetta, Marshmellow, dan The Chainsmokers adalah nama-nama disjoki yang baru saya kenali pada tahun 2016. Spesial untuk David Guetta, saya tahu dia karena lagunya yang berjudul “This One’s for You” sebagai lagu resmi Kejuaraan Eropa UEFA 2016 di Prancis, lagunya sangat ikonik!

Bergeser ke tahun 2017–2018, saya merasa daftar putar milik saya sepenuhnya berisikan lagu bergenre EDM. Hampir setiap hari saya mendengarkan lagu-lagu EDM baik atas kehendak saya maupun secara tidak sengaja (iklan TV, suara latar, dll). Seingat saya, pada tahun 2017 disjoki top dunia, yaitu Jonas Blue datang ke salah satu acara TV swasta di Indonesia, saya benar-benar keranjingan pada saat itu karena jarang-jarang ada yang berani mengundang artis papan atas dunia di saat sedang top-topnya. Kumpulan lagu Jonas Blue, seperti “Perfect Strangers”, “By Your Side”, dan “Mama” adalah lagu favorit saya. Pada tahun 2018, saya mulai mengenal disjoki Gryffin. Disjoki yang satu ini menurut saya cukup underrated karena meski namanya tidak begitu terkenal, tapi karya-karyanya tidak bisa dianggap remeh. Lagu-lagunya yang ada di album Gravity masih konsisten saya dengarkan hingga saat ini. Saya sarankan Anda untuk coba dengarkan lagunya yang berjudul “Nobody Compares To You” dan “Tie Me Down”.

Dari sekian nama-nama disjoki yang saya sebutkan di atas, tentu saya tidak akan pernah melupakan nama besar mendiang Tim Bergling atau biasa dikenal Avicii. Ia adalah disjoki satu-satunya yang bisa memotivasi saya untuk berprogres hanya melalui sebuah lagu. Lagunya yang berjudul “The Nights” benar-benar mendorong saya untuk berani mengeksplor potensi yang ada di diri saya. Terima kasih, Avicii.


메타데이터
post_id
c7f3a89fbeff
slug
selera-musik-saya-berhenti-sebelum-tahun-2020-c7f3a89fbeff
url
https://medium.com/@abdantrisnadi/selera-musik-saya-berhenti-sebelum-tahun-2020-c7f3a89fbeff
canonical_url
https://medium.com/@abdantrisnadi/selera-musik-saya-berhenti-sebelum-tahun-2020-c7f3a89fbeff
author_url
https://medium.com/@abdantrisnadi
status
ok
fetched_at
2026-07-11 11:45:08