← Back to list

She’s like a part of me I can’t let go

Mereka berdiri di ujung hari yang hampir selesai, ketika langit perlahan kehilangan warnanya dan laut mulai menyembunyikan batas antara…

inza · 2026-06-07 07:10 · 0 claps · 2.9 min read
#adawong #leonskennedy #resident-evil #romance
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships

She’s like a part of me I can’t let go

pinterest

pinterest

[embed]

Mereka berdiri di ujung hari yang hampir selesai, ketika langit perlahan kehilangan warnanya dan laut mulai menyembunyikan batas antara yang nyata dan yang tidak. Tidak ada yang perlu dibicarakan. Setelah sekian tahun, mereka telah sampai pada tahap di mana keheningan mampu mengucapkan lebih banyak hal daripada percakapan.

Ada kalanya Leon berpikir bahwa hidupnya terbagi menjadi dua bagian.

Sebelum mengenal Ada Wong.

Dan sesudahnya.

Karena sejak malam di Raccoon City itu, ada sesuatu yang tertinggal di dalam dirinya. Bukan luka. Luka seharusnya sembuh. Bukan pula kenangan. Kenangan seharusnya memudar.

Namun, yang satu ini tetap tinggal.

Diam.

Tak terlihat.

Seperti bara yang menolak padam meski hujan telah turun bertahun-tahun.

Ia pernah mencoba menganggap semuanya sebagai kesalahan masa muda. Sebuah perasaan yang lahir di tengah kepanikan. Sesuatu yang seharusnya hilang seiring berjalannya waktu.

Tetapi waktu rupanya hanya membuat seseorang tumbuh.

Tidak selalu membuatnya lupa.

Ada adalah jenis orang yang datang tanpa permisi dan pergi tanpa penjelasan. Ia muncul seperti bayangan di antara reruntuhan dunia, meninggalkan jejak yang cukup jelas untuk diikuti, namun tidak pernah cukup dekat untuk digenggam.

Setiap kali Leon merasa telah sampai padanya, selalu ada satu langkah terakhir yang tak bisa ia tempuh. Dan setiap kali Ada terlihat hendak menghilang untuk selamanya, takdir selalu menemukan cara untuk mempertemukan mereka kembali.

Seolah dunia memiliki kebiasaan buruk mengulang cerita yang sama.

Dengan akhir yang sama.

Mereka pernah saling menyelamatkan nyawa.

Lebih dari sekali.

Namun anehnya, bukan itu yang paling membekas.

Yang paling membekas adalah hal-hal kecil yang tidak pernah dicatat oleh sejarah. Tatapan yang bertahan sepersekian detik lebih lama dari seharusnya. Keraguan di ujung perpisahan. Cara seseorang memastikan orang lain masih bernapas sebelum akhirnya memilih pergi.

Dan kalimat-kalimat sederhana yang terdengar biasa bagi siapa pun, tetapi terasa berbeda ketika diucapkan oleh orang yang selalu berjalan menjauh.

“Take care of yourself, Leon.”

Barangkali kalimat itu terdengar seperti ucapan perpisahan.

Namun, bagi Leon, itu selalu terdengar seperti sesuatu yang lebih dekat pada kepedulian yang tidak berani mengakui dirinya sendiri. Ada pernah menjadi kebohongan terbesar dalam hidupnya. Ironisnya, ia juga menjadi salah satu hal paling jujur yang pernah dirasakannya.

Karena jauh di balik semua nama samaran, misi rahasia, dan pilihan-pilihan yang tak pernah bisa ia pahami, Leon selalu melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain.

Bukan mata-mata.

Bukan buronan.

Bukan perempuan yang berdiri di sisi abu-abu.

Melainkan seseorang yang terlalu lama hidup sendirian hingga lupa bagaimana caranya meminta ditemani. Mungkin itulah sebabnya ia tidak pernah benar-benar membencinya. Bahkan ketika seharusnya begitu.

Beberapa orang yang hadir dalam hidup bukan untuk menjadi tujuan; mereka hadir sebagai arah. Mereka tidak berjalan bersamamu sampai akhir, tetapi mereka mengubah cara pandangmu terhadap perjalanan, mereka menjadi bagian dari peta yang terus kau bawa ke mana pun kau pergi, dan tanpa sadar setiap keputusan yang kau ambil selalu sedikit dipengaruhi oleh keberadaan mereka. Mungkin itulah yang dimaksud Leon ketika perasaannya terhadap Ada tidak pernah benar-benar memiliki nama.

Bagaimana cara menjelaskan kepada seseorang yang terus pergi, tetapi tidak pernah benar-benar meninggalkanmu?

Senja semakin turun.

Angin membawa aroma laut dan kenangan yang terlalu tua untuk dihitung.

Untuk sesaat, dunia terasa tenang.

Tidak ada virus.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada akhir dunia yang harus dicegah.

Hanya dua jiwa yang berdiri di antara masa lalu dan masa depan, sama-sama mengetahui bahwa beberapa langkah lagi akan membawa mereka ke jalan yang berbeda.

Dan mungkin, di situlah letak tragedinya, bukan karena mereka gagal menemukan satu sama lain, melainkan karena mereka selalu berhasil menemukannya.

Berulang kali, di kota yang berbeda, di negara yang berbeda, di tahun yang berbeda. Namun, tidak pernah di kehidupan yang tepat.

Ketika akhirnya Ada melangkah pergi, Leon tidak mencoba menghentikannya, bukan karena ia tidak ingin. Melainkan karena ia mengenal wanita itu terlalu baik.

Ada Wong selalu menyerupai senja.

Indah ketika hadir.

Sulit dilupakan ketika pergi.

Dan mustahil dimiliki, tak peduli seberapa lama kau menatapnya.

Maka yang tersisa hanyalah sebuah senyum tipis, langit yang perlahan gelap, dan perasaan yang tak pernah benar-benar selesai. Perasaan yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam bentuk paling sederhana, bahwa di antara semua orang yang pernah datang dan pergi dari hidupnya, ada satu nama yang selalu terdengar seperti rumah,

meski tak pernah menjadi tempat untuk pulang.

I think we both know this is where we go our separate ways


메타데이터
post_id
c817d83d1319
slug
shes-like-a-part-of-me-i-can-t-let-go-c817d83d1319
url
https://medium.com/@inzaa/shes-like-a-part-of-me-i-can-t-let-go-c817d83d1319
canonical_url
https://medium.com/@inzaa/shes-like-a-part-of-me-i-can-t-let-go-c817d83d1319
author_url
https://medium.com/@inzaa
status
ok
fetched_at
2026-06-10 08:17:25