← Back to list

Mengapa Aku Mematikan Ads(Sense)

Ada yang bilang donasi = ngemis? Biarkan aku buktikan sebaliknya. + Bonus

Hartzel · 2025-09-19 11:41 · 87 claps · 4.2 min read
#adsense #donasi #saweria #content-creation
Open on Medium ↗
Wiki topics: CNT · Content Marketing

Mengapa Aku Mematikan Ads(Sense)

Ada yang bilang donasi = ngemis? Biarkan aku buktikan sebaliknya. + Bonus

Terakhir diedit: 22 September, 2025

Beberapa waktu lalu, aku melihat kolom komentar di suatu media sosial yang terkenal dengan sentimen buruk para penggunanya, soal perdebatan mengenai content creator yang membuka platform donasi seperti Saweria atau Trakteer. Di antara argumen yang sering aku lihat, banyak yang menilai penggunaan platform donasi oleh content creator sebagai bentuk modern meminta-minta. Sementara itu, content creator yang tidak membuka opsi donasi sebagai sumber pendapatan, dianggap lebih “terhormat.” Namun, setelah merenungkan dampak kedua model monetisasi ini, dengan pertimbangan pengalaman penonton, aku memutuskan untuk mematikan iklan, terutama di Youtube.

Photo by Elimende Inagella on Unsplash

Photo by Elimende Inagella on Unsplash

If a product is free, you are the product.

“Jika suatu produk itu gratis, kamu lah produk nya.”

Kita bisa menganggap suatu video yang diproduksi oleh content creator sebagai produk. Platform seperti YouTube, tidak memberikan konten gratis. Mereka menjual perhatian dan data penonton kepada pengiklan. Setiap kali penonton dipaksa menonton iklan, mereka sebenarnya sedang “menjual” waktu dan perhatian kamu, mau tidak mau. Kecuali kamu menggunakan premium atau ad block kamu tidak punya pilihan selain menonton iklan tersebut.

Di sisi lain, sistem donasi atau membership bersifat sukarela. Kamu hanya perlu membayar hanya jika kamu ingin mendukung creator pilihan kamu, bukan karena dipaksa. Kamu memberikan consent atau persetujuan untuk memberikan waktu dan perhatian terhadap konten yang kamu nikmati. Setidaknya, jika ternyata kamu tidak suka dengan konten aku, kamu tidak meluangkan waktu dan perhatianmu untuk iklan yang tidak mau kamu tonton. Setidaknya, jika ternyata setelah menonton kamu tidak suka dengan aku, kamu tidak memberikan aku uang.

Tidak ada yang menyukai iklan.

Dalam seluruh rangkaian produksi kontenku, aku memikirkan seluruh alur dan ritme video supaya nyaman untuk ditonton dalam keadaan apapun. Bayangkan, video yang sudah aku atur ritmenya untuk lebih pelan dan menenangkan, bisa tiba-tiba berhenti dan kemudian menayangkan iklan deterjen dengan suara yang keras. Terdengar absurd bukan? Namun itulah yang terjadi setiap hari di platform digital. Kamu yang ingin bersantai dan menikmati konten aku, bisa tiba-tiba dipaksa untuk menonton iklan yang mengganggu mungkin sedikit waktu yang bisa kamu luangkan di hari itu.

Aku menyadari struggle ini saat menonton di smartphone dan belum memiliki Youtube Premium. Aku datang untuk mencari hiburan atau informasi, bukan untuk dijejali promosi. Mungkin ada sebagian dari kalian yang meluangkan waktu berharga untuk menonton karyaku, maka aku tidak ingin membalas kalian untuk memaksa kalian menonton iklan.

Aku tidak mau mencurangi penonton.

Harapannya, dengan mengandalkan donasi dan membership, aku bisa lebih transparan dengan audiensku. Ketika ada konten bersponsor pun, aku akan memberitahu dengan jelas dari awal video. Untuk menjaga kepercayaan penonton, aku juga akan memilih dan memilah produk atau brand yang memberikan dukungan, karena mempromosikan produk atau game yang aku sendiri tidak yakin, rasanya seperti mengkhianati kepercayaan kalian.

Kembali ke sistem donasi, aku juga percaya akan adanya hubungan yang lebih personal antara creator dan audiens. Setiap donasi adalah bentuk apresiasi langsung, bukan transaksi yang disembunyikan. Penonton tahu persis bahwa kontribusi mereka akan langsung mendukung creator yang mereka sukai, bukan masuk ke kantong multi-billion dollar company.

Donasi = ngemis? Mari kita pikir ulang

Kritik bahwa sistem membership berbayar / donasi menciptakan “kasta” atau sama dengan mengemis, menunjukkan pemahaman yang keliru tentang hubungan creator dan audiens. Musisi yang bermain di sudut kafe atau restoran dan menerima tip dari penonton yang menikmati performanya , apakah itu mengemis?

Content creation adalah bentuk hiburan yang valid. Creator meluangkan waktu, tenaga, dan sering kali uang pribadi untuk menghasilkan konten yang menghibur atau menginspirasi orang lain. Donasi adalah bentuk penghargaan yang wajar untuk kerja keras tersebut.

Membayar untuk Hiburan

Pada akhirnya, pilihan untuk mematikan iklan dan mengandalkan donasi adalah keputusan personal yang cocok untuk situasi dan audiens ku. Aku lebih memilih model yang memberikan kontrol penuh kepada penonton , mereka bisa memilih untuk mendukung atau tidak, tanpa terganggu iklan selama menikmati konten.

“Some of us are happy to pay for our entertainment if that means we get to enjoy it in peace.”

Tentu saja ini bukan satu-satunya cara yang benar. Banyak creator sukses dengan model iklan, dan itu sah-sah saja. Yang penting adalah menemukan model yang sesuai dengan nilai dan situasi masing-masing creator.

Tidak ada yang salah dengan pilihan beriklan

Perlu aku tegaskan, aku tidak menyalahkan creator yang memilih menggunakan iklan sebagai sumber pendapatan mereka. Setiap creator punya situasi, kebutuhan, dan target audience yang berbeda. Ada yang memang butuh income stabil dari iklan, ada yang audiencenya tidak masalah dengan iklan, dan itu semua valid.

Yang bermasalah adalah ketika ada stigma negatif terhadap creator yang memilih model monetisasi tertentu. Anggapan bahwa “donasi = mengemis” atau “membership menciptakan kasta” adalah mindset yang justru merusak ekosistem creator economy. Kita seharusnya mendukung diversitas model monetisasi, bukan malah menyudutkan salah satu metode.

Setiap creator berhak memilih cara mereka berkarya dan mencari nafkah, selama itu tidak merugikan orang lain.

Tl;dr

Jadi tidak, donasi bukan mengemis. Donasi adalah bentuk penghargaan yang jujur dan transparan dalam ekosistem ini.

Bonus: Project Nimbus dan Dilema Etis Platform

Sebagai tambahan perspektif, ada satu aspek lain yang ingin aku tambahkan sebagai penggiat degoogling: ke mana uang dari iklan tersebut benar-benar mengalir.

Biarkan aku memperkenalkan kalian ke Project Nimbus, sebuah kontrak cloud computing senilai $1.2 miliar antara Google dan Amazon dengan pemerintah Israel dan militernya yang ditandatangani pada 2021. Kontrak 7 tahun ini menyediakan infrastruktur cloud computing, artificial intelligence, dan layanan teknologi untuk keperluan militer Israel.

(Sumber: https://www.aljazeera.com/news/2024/4/23/what-is-project-nimbus-and-why-are-google-workers-protesting-israel-deal)

Yang mengkhawatirkan, Google memperkirakan data center cloud khusus untuk Israel ini bisa meraup $3.3 miliar antara 2023–2027. Sebagian dari pendapatan ini berasal dari AdSense , termasuk iklan yang muncul di video-video creator di YouTube.

(Sumber: https://theintercept.com/2024/12/02/google-project-nimbus-ai-israel/ , https://theintercept.com/2025/05/12/google-nimbus-israel-military-ai-human-rights/)

Kontrak ini telah memicu protes dari pekerja Google dan Amazon melalui kampanye “No Tech for Apartheid” karena kekhawatiran bahwa teknologi ini digunakan untuk sistem surveillance AI dan operasi militer yang kontroversial. Para aktivis menuntut transparansi yang lebih besar tentang bagaimana teknologi ini digunakan.

(Sumber: https://abolitionistlawcenter.org/2024/12/03/project-nimbus-google-and-amazons-role-in-israeli-ai-surveillance-under-fire/)

Ini bukan berarti setiap creator yang menggunakan AdSense otomatis mendukung Project Nimbus — tentu saja tidak.

Secara pribadi, aku punya (privilege) pilihan dalam mengontrol dari mana profit platform mengalir. Untuk aku pribadi, transparansi tentang funding source ini mungkin menjadi pertimbangan tambahan dalam memilih strategi monetisasi.


메타데이터
post_id
c81aaf53b4a7
slug
mengapa-aku-mematikan-ads-sense-c81aaf53b4a7
url
https://medium.com/@hartzel/mengapa-aku-mematikan-ads-sense-c81aaf53b4a7
canonical_url
https://medium.com/@hartzel/mengapa-aku-mematikan-ads-sense-c81aaf53b4a7
author_url
https://medium.com/@hartzel
status
ok
fetched_at
2026-07-17 10:26:55