24 Juni ke-61.
Merayakan yang terkasih melalui tulisan. Jika aku terlahir kembali, aku bersedia menjadi ibumu untuk membalas semua kasih sayangmu.
24 Juni ke-61.
Merayakan yang terkasih melalui tulisan. Jika aku terlahir kembali, aku bersedia menjadi ibumu untuk membalas semua kasih sayangmu.

Source: Pinterest
Semua orang harus tahu. Semua orang harus merayakan. 24 Juni 1965 adalah hari lahirnya ibu terbaik sepanjang masa. Yaitu ibuku! Yay!
24 Juni 2026, ibuku berumur 61, harusnya.
Tetapi dia sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Ya. Tuhan berkuasa untuk memanggil ibuku terlebih dahulu. Di aku yang baru berumur 16 tahun. Jahat, ya, dunia?
Aku selalu bertanya, “kenapa?”.
Semua terasa tidak nyata saat ibu sudah pergi. Ibu memang sakit, tetapi dipikiranku adalah bahwa semua akan baik-baik saja. Ibu akan sembuh dari segala penyakitnya. Aku berpikir ibu akan menemaniku sampai aku tumbuh dewasa. Kehilangannya membuat lubang besar penuh luka.
Pernah aku berbicara pada ibu, “Kalau aku ulang tahun ke-17 tahun dan mama sudah sembuh nanti, aku mau ngajak mama ke restoran baru disana. Biar mama bisa makan yang enak-enak. Gak enak kan makan masakan rumah sakit terus?”
Tapi sangat disayangkan aku meniup lilin sendirian di umurku yang 17 itu. Sangat disayangkan umur yang katanya sweet seventeen, harus diisi dengan aku yang menangis sambil mengirim doa pada ibu.
Di tanggal 24 Juni setiap tahunnya, aku ingin selalu merayakan ulang tahun ibu. Ibu terbaik di kehidupanku. Dia merawatku dari kecil sendirian hingga aku tumbuh menjadi wanita yang kuat. Iya, aku mau menjadi kuat seperti ibu. Dia selalu mendukungku bahkan saat Ia sakit. Dia selalu sabar mengajariku ini itu padahal pendidikannya tidak tinggi. Dia sabar dan tetap membimbing saat diriku berperilaku nakal, tidak mau mendengar, atau bahkan melakukan apa yang dilarang.
Sungguh luas hatinya sebagai seorang ibu.
Ibu, selamat bertambah umur ya. Walaupun bertambah umur di Surga, tetapi aku tetap merayakan ibu dari sini. Aku selalu mendoakan ibu. Aku rindu. Aku rindu ibu setiap hari. Maaf belum bisa membuatmu bangga dengan apa yang aku lakukan hingga detik ini. Begitu sedihnya aku membayangkan tidak akan ada ibu di hari wisudaku atau bahkan pernikahanku nanti.
Ibu, di kehidupan selanjutnya, aku ingin dirimu menjadi anakku. Aku ingin ibu juga merasakan kasih sayang yang begitu hangat. Aku ingin membuat ibu berpendidikan tinggi hingga ibu sukses. Aku ingin ibu menikahi laki-laki yang ibu mau, tanpa adanya paksaan.
Ibu, di kehidupan selanjutnya, ibu harus bahagia. Ibu harus merayakan ulang tahun ibu disini. Bersamaku. Selamat ulang tahun yang ke-61, Ibu. ❤
메타데이터
- post_id
- c83534ca489a
- slug
- 24-juni-ke-61-c83534ca489a
- url
- https://medium.com/@tintaseduh/24-juni-ke-61-c83534ca489a
- canonical_url
- https://medium.com/@tintaseduh/24-juni-ke-61-c83534ca489a
- author_url
- https://medium.com/@tintaseduh
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-03 00:21:16