← Back to list

Kondangan Malam Ini

Ngobrol Tentang Ujian Kehidupan

penataji · 2024-02-21 15:51 · 0 claps · 3.4 min read
#ujian #kehidupan #kondangan #doa #takdir
Open on Medium ↗

Kondangan Malam Ini

Ngobrol Tentang Ujian Kehidupan

foto Nurrisma SalsyaMudrikah (Kompasiana)

foto Nurrisma SalsyaMudrikah (Kompasiana)

Kemarin petang menjelang Maghrib, Pakde Gito datang ke rumahku. Setelah kupersilakan duduk di kursi kayu di teras beliau sampaikan maksud datangnya. Yaitu mengundangku untuk hadir di acara syukuran pernikahan anaknya Pakde Kasno.

Sebentar saja beliau kemudian pamit dan melanjutkan tugasnya, mengundang warga lainnya. Apalagi sebelumnya hujan cukup deras. Jalanan juga masih menunjukkan bekas. Bersedia payung beliau melangkah meninggalkan rumahku. Tugas ini harus lekas selesai, siapa tahu hujan sederas tadi lagi.

Malam inilah acaranya. Selepas sholat Isya dari masjid aku pulang ke rumah. Melepas baju sholat, kemudian mengenakan jaket penghangat, lalu berangkat ke tempat hajat. Sengaja aku berlambat-lambat, supaya nanti dapat tempat di bagian luar saja atau di teras. Biasanya yang di dalam rumah adalah para sesepuh.

Sebenarnya aku menghindari asap rokok.

Benarlah, setelah sempat duduk-duduk di halaman, di bawah langit sambil berbincang-bincang, air langit mulai merintik. Kemudian semakin banyak. Sebelum hujan makin deras kami semua yang berada di bawah langit membubarkan diri menuju ke teras. Mendesak-desak orang-orang yang sudah berjejal di teras.

Setelah snek dan air teh panas, kemudian makan besar datang. Nasi berdamping daging semur, separuh telur ayam bacem, sambel goreng krecek, acar timun, dan kerupuk udang. Tak lama. Habis sudah semua kulahap sampai piringku bersih licin.

Kebetulan aku berada di ujung lantai teras. Di samping kiriku duduk Mas Mar, sedang kananku ada sang tuan rumah, Pakde Kasno. Seperti biasa yang sudah-sudah jika bersama beliau aku suka berbincang segala macam.

Sampai satu saat setelah kami saling berdiam, beliau berkata, “Bang, apakah memang kalau usia sudah 50 tahunan, ujian akan semakin besar menimpa kita? Dulu rasanya waktu muda ujian tidak seberat sewaktu tua seperti sekarang ini.”

Cukup serius aku kira pertanyaan ini. Pertanyaan yang disampaikan oleh orang yang sedang memiliki hajat, syukuran. Tidaklah aku pungkiri, sedikit banyak aku tahu ujian-ujian kehidupan yang menimpa beliau. Lalu harus kujawab apa?

Aku tak tahu jawaban ini berdasar nafsu atau ilham Ilahi:

“Barangkali dulu waktu muda belum kuat dengan ujian ini, Pakde. Kata Pak Kyai, dunia ini adalah darul imtihan, rumahnya ujian. Isinya ya ujian-ujian. Musibah ujian, apapun keadaannya ya ujian, bahkan kesenangan dan kekayaan pun juga ujian.

Dan setiap orang memiliki ujian masng-masing, Pakde. Saya misalnya punya ujian sendiri, yang ujian itu tidak diberikan misalnya kepada Mas Mar. Karena yang mampu memikul ujian itu ya saya. Sebaliknya ujian Mas Mar yang sanggup menghadapinya ya Mas Mar sendiri, mungkin saya juga tidak mampu. Jadi ujian itu sudah Allah takar ke makhluknya masing-masing. Ini mampu, ini belum mampu, ini tidak mampu.

Namanya ujian tentu juga ada yang berhasil ada yang tidak. Seperti dulu waktu kita sekolah ada tes juga ‘kan? Siswa yang lulus akan naik kelas, sedangkan yang gagal akan tinggal kelas.

Demikian juga ujian kehidupan ini, Pakde. Siapa yang lulus, maka insyaallah Allah akan naikkan derajatnya.” itulah jawabku dengan lirih kepada beliau.

“Terus kenapa ya, Bang, itu tadi lho, akhir-akhir ini di saat usia saya sudah kepala lima, 50 tahun, ujian seakan datang terus. Berbeda dengan dulu waktu masih muda.” Tambah Pakde Kasno.

Kuhirup nafas bercampur butir-butir halus tampiasan hujan.

“Sebenarnya saya juga tidak tahu pastinya, Pakde. Tapi mungkin takdir Allah berlakunya demikian. Seperti jaman sekolah Taman Kanak-kanak, ujian kenaikan kelas bahkan tidak ada. Kemudian masuk SD, mulai ada ujian. Tetapi ujian di waktu SD tidak seberat ujian di tingkat SMP. Dan di SMP tidaklah sesulit ketika kita SMA, dan seterusnya.

Karenanya kita ini disuruh terus menerus, baik di saat kita dalam keadaan bahagia, sedang lapang hati, diminta untuk berdoa, memohon pertolongan kepada Allah. Setiap hari minta tolong kepada Allah. Kata Pak Kyai dulu, siapa yang terbiasa meminta tolong kepada Allah ketika lapang, maka ketika kesempitan datang, tak akan lama-lama Allah akan menolong kita, Pakde.

Seperti dicontohkan para sahabat dulu, mereka mendapat ujian kehabisan garam, ujian tali sandalnya putus, atau tali kekang kudanya putus, mereka langsung meminta kepada Allah.

Mungkin saat ini kita menganggap kehabisan garam itu bukan suatu masalah atau ujian ya, Pakde. Tidak begitu bagi sahabat. Sekecil apapun itu adalah ujian. Seremeh apapun harus minta tolong kepada Allah.

Mereka, seringan apapun ujian yang datang akan mengadu kepada Allah. Ambil wudlu dengan sempurna, lalu sholat dua rakaat, lalu dilanjutkan dengan berdoa.

Jika masalah yang ringan saja mereka merengek kepada Allah, apakah mungkin ketika datang masalah yang lebih besar mereka akan tidak ditolong oleh Allah? Barangkali itulah sebab kita disuruh terus menerus minta tolong kepada Allah, Pakde.”

Pakde Kasno diam dengan sedikit senyum. Semoga hati beliau dibesarkan Allah dalam menerima ujian-ujian kehidupannya.

Dalam hatiku sendiri aku berdoa kepada Allah, jika jawabanku salah aku mohon ampun. Dan kuminta Allah supaya jawabanku tadi tidak usah diujikan kepadaku.

Aku baru sanggup berbicara ya Allah, belum sanggup menjalankan.

Tak lama setelah itu Mas Mar men-jawil-ku, “ayo pulang, sudah pada pamit itu yang di dalam.” Lalu aku pun beranjak dan menyalami Pakde Kasno untuk memohon pamit.

Tolonglah kami semua di kampung ini ya Allah, angkat setiap masalah dan gantilah dengan berkah dan rahmah, aamiin…

Penulis adalah perancang lambang dan logo di logotournament. Jika Tuan Puan bumiputra membutuhkan jasa rancangannya, silakan hubungi saja dengan DM di instagram-nya.


메타데이터
post_id
c8a2599c1c6b
slug
kondangan-malam-ini-c8a2599c1c6b
url
https://medium.com/@penataji/kondangan-malam-ini-c8a2599c1c6b
canonical_url
https://medium.com/@penataji/kondangan-malam-ini-c8a2599c1c6b
author_url
https://medium.com/@penataji
status
ok
fetched_at
2026-06-27 07:40:21