← Back to list

Menunggu Mundurnya Darmawan

Series ODORO (One Day One Random Opinion) #92

Artefact by Diy · 2026-06-01 09:49 · 0 claps · 2.3 min read
#listrik #pln #pemadaman-listrik #blackout #bumn
Open on Medium ↗

Menunggu Mundurnya Darmawan

Series ODORO (One Day One Random Opinion) #92

sumber: https://image.idntimes.com/

sumber: https://image.idntimes.com/

22–25 Mei 2026, pemadaman total yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, hingga Riau. 9 April 2026, gangguan pada gardu induk yang memicu pemadaman masif di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi pada jam sibuk pulang kerja. Juni 2024, gangguan sistem transmisi sempat melumpuhkan aktivitas jutaan pelanggan di beberapa provinsi di Pulau Sumatera selama berhari-hari. Beberapa peristiwa tersebut merupakan track record pemadaman skala besar yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Tahun di mana Darmawan Prasodjo menjabat sebagai Direktur Utama PT Perseroan Listrik Negara (PLN) sejak 2021.

Menurut kabar yang beredar di internet, hasil investigasi awal terhadap kasus terbaru blackout Sumatera dari gabungan Bareskrim, Puslabfor, dan PLN menyebut terdapat kemungkinan gangguan berasal dari putusnya kabel transmisi pada area sambungan atau mid-span jointing yang dipengaruhi kombinasi faktor cuaca dan tekanan mekanis. Gangguan tersebut mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera dan memicu ketidakstabilan frekuensi serta tegangan listrik. Alhasil, sejumlah pembangkit mengalami trip secara berantai yang memicu terjadinya blackout di beberapa wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia karena keracunan karbon monoksida dari genset dan tenggelam di sungai akibat pemadaman ini. Namun seperti biasa, Darmawan Prasodjo, hanya meminta maaf kepada masyarakat terkait padamnya listrik di Pulau Sumatera tanpa memberikan kompensasi yang setara dengan kerugian yang muncul karenanya. Rasa-rasanya percuma saya terus mengecek berita, sebab kabar membahagiakan mengenai mundurnya Darmawan ini tidak kunjung tiba. Padahal sudah terpampang nyata bahwa ini adalah bentuk dari kelemahan tata kelola dalam keadaan darurat, serta wujud kinerja yang kurang efisien, kurang profesional, dan kurang mengutamakan kepentingan konsumen.

Listrik merupakan infrastruktur dasar yang sangat vital di kehidupan modern ini. Berbagai aktivitas ekonomi, komunikasi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga sistem keamanan publik bergantung pada stabilitas pasokan energi. Pemadaman massal selama berjam-jam jelas menghentikan berbagai aktivitas secara bersamaan terutama bagi kelompok masyarakat kecil dan menengah. Stok makanan dan minuman yang bergantung pada pendingin menjadi rusak, produksi UMKM berhenti, transaksi digital terganggu akibat jaringan internet dan mesin pembayaran mati, rumah sakit dipaksa mengandalkan genset darurat dengan biaya operasional lebih tinggi, kerusakan alat elektronik warga akibat listrik padam-hidup, dan masih banyak dampak lainnya.

Masyarakat tahu bahwa monopoli yang dilakukan oleh PLN tidak disertai akuntabilitas tinggi, pengawasan kuat, dan perlindungan konsumen yang jelas. Yang ada justru kegagalan berulang tanpa tekanan korektif yang memadai. Sungguh sebuah paradoks dalam sistem kelistrikan nasional. Di tengah kondisi kapasitas pembangkit yang sebenarnya surplus, sistem justru kolaps dalam waktu singkat setelah jaringan transmisi utama mengalami gangguan. Padahal semakin banyak daerah bergantung pada satu jalur transmisi utama, semakin besar risiko lumpuh massal jika terjadi gangguan pada satu titik.

Inilah pentingnya negara membangun sistem energi yang lebih terdesentralisasi dan berbasis ketahanan lokal. Daerah tidak boleh sepenuhnya bergantung pada satu tulang punggung transmisi antardaerah. Biarkan masyarakat atau swasta mengelola sumber energinya sendiri dan pemerintah hanya perlu membuat kebijakan serta melakukan fungsi pengawasan. Darmawan telah diberi amanat untuk menjadi pimpinan, bahkan hingga PLN rugi triliunan rupiah pun tidak negara permasalahkan, malah terus disuntik dengan anggaran. Jangan sampai peristiwa semacam ini berulang, karena menandakan bahwa tidak ada perbaikan sistem yang dilakukan. Namun, jika BUMN kesayangan ini memang masih terus memelihara kebobrokan, pertama-tama saya menyarakan agar Darmawan segera melepas jabatan.


메타데이터
post_id
c8a99e6355d2
slug
menunggu-mundurnya-darmawan-c8a99e6355d2
url
https://medium.com/@artefactbydiy/menunggu-mundurnya-darmawan-c8a99e6355d2
canonical_url
https://medium.com/@artefactbydiy/menunggu-mundurnya-darmawan-c8a99e6355d2
author_url
https://medium.com/@artefactbydiy
status
ok
fetched_at
2026-06-15 20:49:13