← Back to list

Gen Z & FOMO Olahraga: Sehat Beneran atau Cuma Konten?

Pasti kalian pernah buka Instragam atau TikTok, dan isinya dipenuhi dengan konten lari pagi, mirror selfie di tempat gym, atau pamer rute…

Muhammad Fajri Nugroho · 2026-05-24 05:50 · 0 claps · 2.9 min read
#sports #healt #exercise #workout
Open on Medium ↗
Wiki topics: RAG · RAG & Retrieval 💪 · Fitness & Wellness 🌐 · Society · General 🏆 · Sports · General

Gen Z & FOMO Olahraga: Sehat Beneran atau Cuma Konten?

Pasti kalian pernah buka Instragam atau TikTok, dan isinya dipenuhi dengan konten lari pagi, mirror selfie di tempat gym, atau pamer rute lari dari aplikasi Strava? Fenomena ini makin sering kita lihat, terutama di kalanngan Gen Z. Tren ini memunculkan satu pertanyaan menarik: apakah generasi kita sekarang lebih melek tentang kesehatan, atau ini cuman sekadar FOMO (fear of Missing Out) biar nggak dibilang kurang gaul?

Data Berbicara: Kalau FOMO Itu Nyata, Tapi Hasilnya Positif

orang melakukan olahraga bersama (pexels.com/Pavel Danilyuk)

orang melakukan olahraga bersama (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kalau ada yang nanya, “Emang beneran ya karena FOMO?”, jawabannya: Iya. Jadi menurut data dari Strava Year in Sport Trend Report 2025, sebanyak 77% atlet Gen Z mengaku merasa lebih terhubung dengan circle mereka saat melihat aktivitas teman-temannya di media sosial. Artinya, memang ada faktor dari sosial yang di dorong untuk ikut-ikutan tren.

bahkan, buat Gen Z olahraga sekarang tuh sudah bergeser fungsinya menjadi ajang sosialisasi. Data strava yang sama menyebutkan bahwa Gen Z 36% lebih mungkin menggunakan olahraga untuk mencari teman baru yang sefrekuensi ketimbang generasi-generasi sebelumnya.

Namun, ini bukan hal yang buruk. Berdasarkan Indonesia Gen z Report dari IDN Research Institute, Gen Z kini mempersepsikan olahraga bukan cuman soal menguras keringat, tapi sebagai sumber hiburan dan pelarian dari penatnya rutinitas.

Bukan Sekedar Pamer, Tapi Beneran Investasi Jangka Panjang

Orang melakukan olahraga untuk investasi jangka panjang (pexels.com/RF._.studio _)

Orang melakukan olahraga untuk investasi jangka panjang (pexels.com/RF..studio )

Meskipun awalnya banyak yang “kepancing” dari konten, statistik membuktikan kalau Gen Z makin serius menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Riset dari Gym Group menunjukkan 73% dari Gen z kini rutin berolahraga setidaknya dua kali seminggu. Hebatnya lagi, 87% dari mereka sepakat bahwa olahraga jauh lebih efektif untuk meningkatkan mental wellbeing dibandingkan sekedar mendengarkan podcast.

Soal prioritas pengeluaran, Gen Z juga rela jor-joran demi mendukung gaya hidup sehat. Sekitar 44% menjadikan pengeluaran untuk kebugaran (seperti biaya gym atau beli sepatu lari) sebagai prioritas utamanya. Lebih ekstream lagi data Strava mencatat bahwa 64% Gen Z lebih memilih menghabiskan uangnya untuk membeli perlengkapan olahraga daripada untuk jalan nge-date.

Awas Cedera Akibat FOMO

Cedera akibat terlalu memaksakan diri sendiri (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Cedera akibat terlalu memaksakan diri sendiri (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Di balik tren positif ini, ada satu ancaman nyata dari FOMO olahraga itu sendiri: risiko memaksakan diri. Banyak yang nekat ikut lari belasan kilometer atau memaksakan latihan weightlifting dengan intens berjam-jam cuma demi konten, tanpa memahami teknik yang benar, dan tidak memperhatikan progressive overload.

tubuh manusia butuh adaptasi yang bertahap. ketika otot, tulang, dan sendi dipaksakan berkerja keras tanpa adanya teknik yang benar, pemanasan yang cukup, serta waktu istirahat yang memadai, resiko cederanya akan melonjak tajam, dan akan menyiksa tubuh. Bukannya makin bugar, malah rutinitas yang didorong murni karena ego dan FOMO justru sering berujung pada cedera muskuloskeletal.

Mulainya Pegerakan Positif

Ilustrasi orang sedang lari, ini adalah hal positif (pexels.com/Kaan Durmuş)

Ilustrasi orang sedang lari, ini adalah hal positif (pexels.com/Kaan Durmuş)

Tren olahraga di kalangan Gen Z mungkin memang dipicu oleh rasa takut tertinggal (FOMO), tetapi data menunjukkan hasil akhir yang bagus: generasi ini berhasil bertransisi dari hobi doomscrolling berjam-jam di layar HP menjadi generasi yang aktif bergerak. Apapun dorongan awalnya — entah demi eksistensi di Strava atau pamer outfit lari yang baru — menggerakan badan jelas merupakan langkah progresif.

Tantangan terbesarnya sekarang adalah bagaimana menjaga konsistensi dan memastikan setiap gerakan dilakukan dengan aman dan terukur. Jadi, kamu sendiri tim yang mana nih? Berolahraga karena sadar itu investasi jangka panjang, atau masih butuh sedikit bumbu FOMO biar eksis di tongkrongan?

Daftar Kutipan

IDN Research Institute. (2025). Indonesia Gen Z report 2025. IDN Media. Diakses dari https://www.idn.media/idnresearchinstitute

Strava. (2024). Year in sport trend report 2025. Strava, Inc. Diakses dari https://contentful-assets.strava.com/Strava-Year-In-Sport-Trend-Report-2025-US.pdf

The Gym Group. (2024). Gen Z fitness trends: The shift towards mental wellbeing and routine. The Gym Group PLC. Diakses dari https://www.thegymgroup.com/blog/5-top-fitness-trends-2026/


메타데이터
post_id
c8fdf33a13db
slug
gen-z-fomo-olahraga-sehat-beneran-atau-cuma-konten-c8fdf33a13db
url
https://medium.com/@muhammadfajrinugroho270/gen-z-fomo-olahraga-sehat-beneran-atau-cuma-konten-c8fdf33a13db
canonical_url
https://medium.com/@muhammadfajrinugroho270/gen-z-fomo-olahraga-sehat-beneran-atau-cuma-konten-c8fdf33a13db
author_url
https://medium.com/@muhammadfajrinugroho270
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30