Jakarta Ikut Bagian Pimpin Strategi Iklim Global
Simak bagaimana Jakarta ikut memimpin strategi iklim global lewat posisi Steering Committee di C40 Cities.
Jakarta Ikut Bagian Pimpin Strategi Iklim Global
Simak bagaimana Jakarta ikut memimpin strategi iklim global lewat posisi Steering Committee di C40 Cities.

Gubernur Pramono Anung resmi dipercaya menjadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities untuk memimpin strategi iklim kota-kota global. Sumber: Jakarta.go.id
Smartcitizen, Jakarta kini mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan kota-kota dunia untuk menghadapi tantangan iklim. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja terpilih sebagai Wakil Ketua Komite Pengarah (Steering Committee) C40 Cities. Jaringan internasional ini menyatukan 96 kota besar dunia dalam upaya menurunkan emisi karbon dan menciptakan lingkungan kota yang lebih hijau dan nyaman.
Lewat posisi tersebut, Jakarta ikut terlibat dalam pembahasan arah kebijakan kota-kota global, mulai dari transisi energi bersih, transportasi rendah emisi, hingga pembangunan kota yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim. Keterlibatan ini sekaligus membuka peluang bagi Jakarta untuk memperkuat kerja sama internasional, mempercepat program keberlanjutan, hingga memperluas akses pendanaan hijau bagi pembangunan ibu kota.
Penasaran bagaimana posisi Jakarta di C40 Cities bisa berdampak bagi kehidupan sehari-hari kamu? Yuk, simak penjelasannya di artikel ini!
C40 Cities dan Kolaborasi Antar Kota Dunia

Bersama para pemimpin kota dunia lainnya Gubernur Pramono Anung siap mengawal program transportasi bersih dan energi terbarukan di C40 Cities. Sumber: Jakarta.go.id
Smartcitizen, permasalahan kemacetan, polusi udara, hingga banjir ternyata juga dialami banyak kota besar lain seperti London, Paris, Tokyo, hingga New York. Kesamaan tantangan inilah yang mempertemukan Jakarta dengan kota-kota global lainnya di dalam C40 Cities. Lewat jaringan ini, Jakarta bisa saling belajar dan menerapkan berbagai strategi terbaik untuk mewujudkan lingkungan kota yang lebih sehat dan nyaman ditinggali.
Baca juga: Kolaborasi Jakarta untuk Dukung Kota Global
Berbagai pembelajaran dan kolaborasi tersebut turut mendorong Jakarta memperkuat komitmennya terhadap aksi iklim melalui kebijakan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa komitmen terhadap aksi iklim bukan hanya wacana, tetapi diwujudkan melalui langkah menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor.
“Melalui peran sebagai Vice Chair Steering Committee C40, Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota global dengan mendorong kepemimpinan kolektif menuju pencapaian net zero emission, sekaligus menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Pramono Anung, pada Kamis (21/5).
Salah satu contohnya adalah program *Green and Healthy Streets *yang mendorong kota-kota anggota C40 Cities mulai beralih ke transportasi publik bertenaga listrik dan penciptaan kawasan yang lebih ramah pejalan kaki. Hingga tahun 2025, sebanyak 16 kota anggota C40 telah mengoperasikan lebih dari 12.700bus bebas emisi sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara di kawasan perkotaan.

Melalui jaringan C40 Cities Jakarta aktif berkolaborasi dengan kota-kota besar dunia untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan iklim. Sumber: C40 Cities
Di Jakarta, kamu bisa melihat perubahan itu melalui kehadiran 500 unit bus listrikTransjakarta yang kini beroperasi di berbagai rute. Perubahan lain juga bisa kamu rasakan di kawasan Kota Tua yang telah menerapkan konsep *Low Emission Zone*, yaitu kawasan yang membatasi kendaraan berpolusi agar lingkungan sekitar jadi lebih nyaman untuk pejalan kaki. Dengan suasana yang lebih tertata dan udara yang lebih bersih, kawasan ini jadi lebih nyaman untuk berwisata, bersepeda, atau menikmati ruang publik bersama keluarga dan teman.
Smartcitizen, berbagai langkah kolaboratif tersebut mulai menunjukkan hasil positif di banyak kota anggota C40 Cities. Saat ini, sekitar 73%kota anggota telah melewati puncak tingkat polusi mereka dan mulai mencatatkan tren penurunan emisi. Jakarta pun menunjukkan perkembangan serupa dengan peningkatan penurunan emisi gas rumah kaca tahunan dari 19,3% pada 2023 menjadi 26,96% pada 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar kota tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi juga mulai menghasilkan perubahan yang bisa kamu rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Peluang Kolaborasi dan Investasi Hijau

Armada bus listrik TransJakarta kini hadir sebagai solusi mobilitas yang nyaman dan ramah lingkungan. Sumber: Jakarta Smart City.
Selain membuka ruang kolaborasi, C40 Cities juga berperan membantu anggotanya mempercepat berbagai program lingkungan melalui dukungan pendanaan dan bantuan teknis. Sepanjang tahun 2024, C40 Cities berhasil mencatatkan pendanaan sebesar US$58,9 juta (Rp1,04 triliun) untuk berbagai proyek keberlanjutan di kota-kota anggotanya. Dukungan ini penting karena pengembangan transportasi bersih, energi terbarukan, hingga infrastruktur ramah lingkungan membutuhkan biaya investasi yang cukup besar.
Jakarta sendiri sudah merasakan manfaat dari kerja sama tersebut lewat sejumlah program yang berdampak langsung bagi aktivitas Smartcitizen. Salah satunya melalui program Cities Finance Facility (CFF) yang mendukung pengembangan proyek percontohan bus bus listrik Transjakarta. Kehadiran bus listrik ini menjadi bagian dari upaya Jakarta mengurangi emisi di sektor transportasi sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan nyaman kamu gunakan.
Baca juga:
- JSC Talks Vol. 22: Mengintip Inovasi Kendaraan Listrik di Jakarta
- Tips Bantu Kurangi Polusi Udara Bareng JAKI
Selain di sektor transportasi, kamu juga bisa melihat hasil kolaborasi tersebut pada sejumlah fasilitas kesehatan di ibu kota. Melalui program *Hospital Improvement for Just and Green Recovery*, C40 Cities membantu pemasangan panel surya di 28 RSUD Jakarta agar fasilitas publik yang kita gunakan mulai beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Program ini diperkirakan mampu mengurangi 557.535 ton polusi karbon selama 25 tahun ke depan.
Transportasi Bersih untuk Kota Lebih Nyaman

Integrasi transportasi publik yang semakin baik menjadi kunci utama dalam mempermudah mobilitas harian warga. Sumber: Jakarta Smart City.
Smartcitizen, mobilitas yang efisien kini menjadi fokus utama pembangunan Jakarta melalui penguatan jaringan Transjabodetabek. Berbagai rute baru seperti Vida Bekasi–Cawang Sentral (B41), Blok M–Bogor (P11), Sawangan–Lebak Bulus (D41), hingga Bekasi–Dukuh Atas (B25) telah beroperasi untuk menghubungkan kawasan penyangga langsung ke pusat aktivitas ibu kota. Konektivitas ini tidak hanya memperpendek waktu tempuh kamu, tetapi juga menjadi solusi dalam mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik yang lebih terintegrasi di simpul-simpul utama kota.
Sejalan dengan perluasan rute, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih ramah lingkungan dengan target pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada tahun 2030. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi menuju mobilitas yang lebih rendah emisi dan ramah lingkungan.
Baca juga:
Smartcitizen, upaya ini juga diperkuat melalui pengembangan kawasan berbasis transit (Transit Oriented Development) dan penerapan Kawasan Rendah Emisi (KRE). Penataan hunian yang terpusat di sekitar stasiun atau halte memudahkan kamu menjangkau layanan dasar tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi. Kebijakan ini membawa potensi besar dalam menurunkan kadar polutan berbahaya (PM2.5) di titik-titik padat, sekaligus memastikan Jakarta tumbuh menjadi kota yang lebih hijau dan nyaman beraktivitas.
Menuju Kota Lebih Tangguh dan Terhubung
Berbagai langkah yang dilakukan Jakarta dalam jaringan C40 Cities menunjukkan bahwa upaya menghadapi krisis iklim tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antar kota membuka ruang belajar bersama, mempercepat inovasi, sekaligus memastikan solusi yang dihasilkan benar-benar dapat diterapkan di tingkat kota dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga.
Baca juga: Jakarta Kenalkan Inovasi Cerdas di Shenzhen
Smartcitizen, peran baru Jakarta di Steering Committee C40 Cities juga menjadi peluang untuk memperkuat transformasi Jakarta menuju kota yang lebih rendah emisi, terkoneksi, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan transportasi publik yang lebih terintegrasi, perluasan konektivitas antarkawasan, hingga pembangunan lingkungan kota yang lebih nyaman dan layak huni.

Fitur Transportasi Publik di aplikasi JAKI selalu siap membantu kamu merencanakan perjalanan harian dengan lebih praktis. Sumber: Jakarta Smart City.
Transformasi menuju kota yang lebih rendah emisi juga bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, lho, Smartcitizen. Salah satunya dengan beralih menggunakan transportasi publik saat kamu beraktivitas. Selain membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara, langkah sederhana ini juga ikut mendukung terciptanya mobilitas kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Supaya perjalanan kamu makin praktis, aplikasi JAKI menyediakan fitur Transportasi Publik yang memudahkan Smartcitizen memantau rute serta jadwal Transjakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta secara terintegrasi. Aplikasi JAKI bisa kamu unduh secara gratis di Play Store dan Appp Store.
Yuk, mulai biasakan menggunakan transportasi publik dan dukung Jakarta menuju kota yang lebih hijau, terhubung, dan ramah untuk semua.
메타데이터
- post_id
- c95dec48c5e3
- slug
- jakarta-ikut-bagian-pimpin-strategi-iklim-global-c95dec48c5e3
- url
- https://medium.com/jakartasmartcity/jakarta-ikut-bagian-pimpin-strategi-iklim-global-c95dec48c5e3
- canonical_url
- https://medium.com/jakartasmartcity/jakarta-ikut-bagian-pimpin-strategi-iklim-global-c95dec48c5e3
- author_url
- https://medium.com/@budiavolk
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-13 09:11:36