← Back to list

Banjir di Kabupaten Bandung yang sudah “mendarah daging.”

Sebelumnya menilik jauh ke belakang tentang topografi Bandung yang bentuknya menyerupai mangkuk, tak heran dengan adanya lengkungan…

Muhamad Nabil · 2025-12-05 11:06 · 0 claps · 2.7 min read
#banjir #bandung #pemerintah #tulisan #warga
Open on Medium ↗

Banjir di Kabupaten Bandung yang sudah “mendarah daging.”

sumber: Dokumen Pribadi

sumber: Dokumen Pribadi

Sebelumnya menilik jauh ke belakang tentang topografi Bandung yang bentuknya menyerupai mangkuk, tak heran dengan adanya lengkungan membuat Bandung tak luput dari adanya genangan setiap ada aliran air dari hulu ke hilir, bahkan menurut sejarah yang dikutip dalam artikel dari tirto.id/hikayatpanjangbanjirdibandung , memaparkan bahwasanya musibah banjir ini terjadi dari zaman dulu. Itu sedikit tentang paparan banjir bandung di masa lalu, yang seharusnya menjadi sebuah bahan dan tindakan persiapan serta pencegahan di masa yang akan datang, termasuk hari ini dan seterusnya. Karena apabila ini dibiarkan akan terus menjadi warisan yang kurang elegan.

sebenarnya, selama ini saya selalu mengamati kenapa daerah tercinta saya Kabupaten Bandung selalu terjadi Banjir. jadi hipotesisnya adalah terletak pada kedua belah pihak. ya, betul. antara warga Kabupaten Bandung itu sendiri dan pemerintahannya.

tidak selamanya musibah itu (banjir), kita sebut saja musibah. karena setiap kejadian itu terjadi dan terulang, lagi dan lagi. selalu mengakibatkan hampir seluruh warga yang terkena dampaknya menjadi susah dan hidup dalam keadaan oase. tidak semuanya kesalahan pemerintah, ada beberapa hal yang memang harus dirubah dari pola hidup serta tatanan masyarakat di kabupaten Bandung khususnya. terutama tentang sampah. itu mungkin menjadi hal yang sangat fundamental kenapa bencana ini terus terulang setiap musimnya. selain itu masih banyak faktor. tapi itu mungkin sebagian permasalahan dari sisi warganya.

Dan juga Pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk yang memberikan beban berlebihan terhadap daya dukung lingkungan, semakin diperparah dengan kurang bijaknya perilaku manusia di dalam mengelola sumber daya alam seperti penggundulan hutan, pembuangan limbah rumahtangga, peternakan, industri serta penyalahgunaan tata ruang.

oke saya lanjut ke permasalahan birokrasi yang ada di kabupaten Bandung. sebenarnya sangat mudah menilai apakah birokrasi di kabupaten Bandung bekerja secara baik atau tidak. kalau menurut saya secara subjektif, akan jauh kalau indeksnya sampai ke tahap maksimal. kita gunakan metode empiris saja, ketika hampir sebagian masyarakat tidak mengenali pemimpin di daerahnya, terutama siapakah bupatinya. kita bicara ruang lingkup pemimpin birokrasi di kabupaten Bandung. ternyata mereka tidak tahu dan belum bisa merasakan kontribusi ataupun kinerja, yang memang seharusnya mereka dapatkan. tapi sekiranya bicara data, bisa jadi bakal banyak yang mengenali ataupun bisa jadi merasakan juga kinerja bupati yang saya hormati selama menjabat dua periode, yang secara hitungan berarti telah memimpin akan 10 tahun. wow satu dekade. bukan waktu yang sebentar untuk berupaya merubah sebagian tatanan masyarakat. karena saya juga percaya kalau merubah hampir semuanya tidak akan mungkin dan perkara mustahil bagi setiap pemimpin entah itu dari tingkat bawah atau atas untuk merubah semuanya hanya dalam kurun waktu satu atau dua periode. oke saya lanjut ke permasalahan tadi. tapi disini saya mau bicara empiris atau memang yang benar terjadi di masyarakat. ternyata banyak, malah sangat banyak yang mengeluhkan bahkan kecewa terhadap apa yang terjadi di kabupaten Bandung selama beberapa tahun terakhir. Terutama bagi warga daerah yang terkena bencana banjir setiap musimnya. Data menunjukan setidaknya ada tujuh kecamatan yang selalu terkena banjir, namun dari kacamata saya ada tiga kecamatan yang selalu mendapatkan dampak parah yaitu Majalaya,Baleendah dan Dayeuhkolot. Tapi dari semuanya terdapat daerah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Yaitu daerah andir dan cijagra yang letaknya sangat dekat dengan letak sungai citarum.

Tapi disisi lain, ada pihak yang tidak bertanggung jawab secara moral terhadap apa saja yang terjadi setelah bencana itu terjadi. Yaitu pihak korporasi terkait yang selalu membuang limbah atau sampah industrinya ke sungai citarum atau anak citarum yang notabene selalu digunakan warga setempat dikala tidak tersedianya air bersih. Disini juga peran pemerintah yang lemah dalam pengawasan terhadap apa yang sering dilakukan oleh korporasi terkait.

Tapi dengan hadirnya TNI yang juga dibantu oleh para relawan lingkungan hidup belakangan tahun terakhir yang membawa program ”Citarum Harum.” Saya pribadi, bahkan semua warga di kabupaten bandung khususnya mempunyai harapan yang lebih terhadap apa yang akan terjadi di masa yang akan datang yaitu berkurangnya volume air dikala banjir datang. Yang nantinya semoga bencana ini secara perlahan tidak lagi mendatangi.

Mengunggah ulang tulisan aslinya, yang ditulis pada tanggal 01 April 2020.

Salam Hangat, dan jabat erat. Muhamad Nabil Inisiator Gerak Melangkah


메타데이터
post_id
c9ece4dc696f
slug
banjir-di-kabupaten-bandung-yang-sudah-mendarah-daging-c9ece4dc696f
url
https://medium.com/@mochnabill/banjir-di-kabupaten-bandung-yang-sudah-mendarah-daging-c9ece4dc696f
canonical_url
https://medium.com/@mochnabill/banjir-di-kabupaten-bandung-yang-sudah-mendarah-daging-c9ece4dc696f
author_url
https://medium.com/@mochnabill
status
ok
fetched_at
2026-07-14 13:03:24