18 tahun aksi kamisan…
Kamis 16 januari 2025, telah genap 18 tahun aksi kamisan berlangsung. banyak hal yang sudah terjadi selama 18 tahun perjuangan para orang…
18 tahun aksi kamisan…

Kamis 16 januari 2025, telah genap 18 tahun aksi kamisan berlangsung. banyak hal yang sudah terjadi selama 18 tahun perjuangan para orang tua korban. namun satu hal yang tetap sama, yaitu kenyataan bahwa negara ini masih tidak mau bertanggung jawab dan pura pura bodoh atas banyaknya kasus pelanggaran HAM yang terjadi didepan mata mereka.
sebagai wadah perjuangan terhadap banyaknya pelanggaran yang dilakukan para pelayan masyarakat yang dengan jelas mempertontonkan aksi mereka menghilangkan, menyiksa, menjual, mempersekusi, menculik, dan membuhuh rakyat yang seharusnya mereka layani.
aksi kamisan yang semula adalah tempat untuk menagih janji para orang tua korban pelanggaran HAM, sekarang telah menjelma menjadi wadah pengingat, terutama untuk generasi muda bangsa ini, yang bahkan sebelumnya belum lahir saat kejadian biadab tersebut terjadi.
dalam medium ini saya akan lebih berfokus kepada pengalaman pribadi dan pandangan penulis dalam aksi kamisan ke-847. serta pengalaman pribadi orang orang yang penulis temui selama hari itu.
siang itu saya bersama tiga kawan, saya berjalan dari rumah menuju tempat aksi kamisan yang tepat berada didepan istana presiden, yang sekarang sudah berubah menjadi rumah tua tempat tidurnya pelaku pelanggar HAM.

dikelilingi oleh suara mesin kendaraan dan klakson pengemudi tidak kenal sabar. Serta para personel polisi, instansi yang sama yang menjadi pelaku dari banyaknya kasus pelanggaran HAM. juga teriknya matahari Jakarta yang bersinar terang layaknya senyuman para orang tua korban untuk menanti kejelasan keberadaan anak tersayang mereka. menjadi latar yang tergambar pada hari kamis tersebut.
banyak nya orang yang berpartisipasi pada aksi ini menjadi tanda bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu sosial ini tidak akan pernah padam. jika ada yang dibunuh pasti akan selalu ada yang bangkit untuk menggantikannya, jika ada yang membelot masuk kedalam jurang rezim sampah itu pasti akan lahir bayi suci yang akan melawan lagi.
keberagaman peserta aksi ini menjadi hal yang ingin saya highligt. seperti biasa banyak mahasiswa dan anak muda yang terlihat dalam aksi ini, beberapa penulis mengenalinya karena pernah bertemu dalam organisasi kampus. terlihat pula anak anak SMA dengan baju khas putih abu. juga pegawai kantor yang sengaja mengosongkan jadwalnya untuk ikut ambil peran. serta para orang tua yang terlihat sudah keriput dimakan waktu.
kita semua bersama membaur kedalam kerumunan dengan berpakaian hitam, tidak memperhatikan asal dan latar belakang. selama memiliki tujuan untuk menyuarakan kebenaran dengan tangan hangat diterima oleh semuanya.

salah satunya disana saya bertemu dengan bang mulyo, seorang pegawai BUMN yang bekerja digedung tinggi tempat karyawan dengan gaya hidup hedon. dengan latar belakang orang tua yang sangat lengket dengan kepolisian dan militer tidak menjadi alasan Mang Mul untuk tidak ikut aksi ini. mungkin masalah yang lebih serius akan timbul jika bos dia tau dia absen dari pekerjaannya untuk mengikuti aksi ini.
dia bercerita mengenai pengalaman sebagai orang pekerja kantoran yang bisa saja dipecat karena kepergok ikut. juga orang tua yang jelas tidak dapat diharapkan karena sudah terlanjur memiliki jabatan dikepolisian. pernah sekali tertangkap basa ikut aksi 411 yang salah satunya dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab seorang yang dikenal cukup frontal dalam kalimatnya untuk rezim, dan berakhir diberikan kuliah singkat 2 SKS mengenai seberapa tidak bergunanya kegiatan yang Bang Mul lakukan tersebut.
dia juga mengenalan struktur keluarga dia yang berlatar polisi dan juga militer yang mungkin sudah khatam dia ketahui untuk menjadi bumbu penyedap ceritanya kepada saya. tetapi tidak jera juga dia ikut aksi ini yang secara kompas politik keluarganya berbeda jauh. dengan aktif berbincang dengan dia membukakan wawasan yang baru bagi saya terutama fakta bahwa isu kemanusiaan ini tidak eksklusif hanya bagi orang orang terdekat para “korban”, tetapi juga ada yang datang dari latar belakang “pelaku” itu sendiri.
berjalannya aksi dengan refeleksi dari orang-orang yang ingin mencurahkan keresahan mereka terhadap banyaknya kasus pelanggaran HAM mengingatkan kita bahwa 18 tahun ini juga menjadi ironi dalam perjalanan demokrasi negara kita. bahwa selama 18 tahun pula mereka yang duduk nyaman di kursi kekuasaan hanya berulang-ulang mengumbar janji kepada keluarga korban akan mengusut tuntas, namun apa hasilnya? tidak ada yang mereka dapatkan selain janji kosong demi kepentingan untuk mendongkrak suara semata.
salah satunya oleh komedian Abdur Arsyad yang memiliki keresahan yang sama, bahkan dengan menteri HAM yang saat ini berasal dari timur tidak dapat menjadi solusi untuk mengungkap banyaknya kasus pelanggaran HAM terutama di Timur Indonesia.
kemudian penampilan band “Methosa” dengan lirik-lirik yang sarat akan kritik terhadap isu-isu yang ada di negara ini. sembari menyorakkan chant berisi kritik pedas kepada para pemangku kekuasaan. yang disambut antusias oleh seluruh orang yang ada hari itu.
pada akhirnya rangkaian hari itu selesai, dengan baju sudah penuh dengan keringat dan badan pegal-pegal serta perut meronta-ronta meminta makan. menjadi hasil yang saya dan teman teman tuai selama aksi itu, tetapi bukan menjadi alasan juga untuk tidak bersemangat menyuarakan kebenaran. dengan banyak nya hal tolol yang ada di negara ini, derita sementara kami itu hanya titik mineral dihamparan pantai yang bisa saja dimakan ombak tsunami para penguasa bangsat yang birahi dengan harta dan kekuasaan.
melihat orang orang yang berbincang satu sama lainnya bertukar ide dan gagasan atau hal tidak penting seperti menanyakan tempat asal dan transportasi apa yang digunakan untuk sampai kesini. yaaah mungkin saya saja yang kehabisan ide untuk basa basi dengan ribuan orang yang ada disini. tapi tetap menyenangkan melihat banyaknya orang yang terus datang dan berbincang dengan mereka.
semoga 18 tahun aksi kamisan bisa menjadi tempat berkumpulnya pemikiran serta orang orang yang masih peduli akan masa depang bangsa ini. meski sudah berganti penguasa dan bertambahnya korban, aksi kamisan ini tetap konsisten menyuarakan hak yang harusnya mereka dapat untuk sekarang atau nanti
meski tidak setiap kamis bisa ikut aksi ini, penulis berharap untuk bisa terus mengluarakan ide ide perlawanan ini. jika narasi yang benar itu sulit untuk rakyat pahami maka kita harus membuat kontra narasi yang melawan segala kebodohan yang ada. sesungguhnya rakyat kita bukan lapar akan makan siang gratis, tetapi lapar akan keadilan yang belum pernah mereka rasakan

Terima kasih”;/
메타데이터
- post_id
- ca78ea604fa5
- slug
- 18-tahun-aksi-kamisan-ca78ea604fa5
- url
- https://medium.com/@fathirvairus/18-tahun-aksi-kamisan-ca78ea604fa5
- canonical_url
- https://medium.com/@fathirvairus/18-tahun-aksi-kamisan-ca78ea604fa5
- author_url
- https://medium.com/@fathirvairus
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-16 16:49:43