Mobil Sport Mewah yang Kalah Balapan
Mobil sport dengan harga miliaran belum tentu menang balapan dengan mobil sport ratusan juta. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Jenis…
Mobil Sport Mewah yang Kalah Balapan

Mobil sport dengan harga miliaran belum tentu menang balapan dengan mobil sport ratusan juta. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Jenis lintasan, cuaca, ataupun pengemudi dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam pertandingan. Pada film Cars 2, Francesco Bernoulli kehilangan posisi pertamanya akibat melintas di lintasan tanah, disalip oleh mobil-mobil spesialis rally race. Contoh lainnya, ban pada balapan F1 sering diganti jenisnya sesuai dengan cuaca dan gaya balap si pengemudi.
Layaknya balapan, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) masih kalah dengan performa BUMS (Badan Usaha Milik Swasta). Perusahaan tersebut tampak selalu dibantu federasi untuk menjadi satu-satunya mobil di lintasan balap. Akan tetapi, penontonnya selalu kecewa karena top speed-nya yang tidak sekencang BUMS.
Saya merupakan salah satu penonton. Kini, saya merasa BUMN ataupun BUMD bisa lebih baik lagi jika berbenah. Beberapa waktu lalu di media sosial, saya melihat seseorang memprotes penuhnya unit Transjakarta akibat penumpang yang terlalu ramai. Ia mengaku telah menunggu lama, sekitar setengah jam. “Makanya, tambah unit TJ-nya,” ucap perempuan itu. Bukannya disambut hangat oleh netizen yang mengalami hal kurang mengenakkan serupa, orang tersebut malah dihujat, “Makanya pakai Gojek atau Grab.”
Menurutku, wanita tersebut benar dan tidak pantas dihujat. Sampai-sampai, aku pikir yang menghujat adalah salah satu buzzer Transjakarta. Sikap yang seharusnya ia dapat adalah hadiah dan permintaan maaf. Pasalnya, Transjakarta mendapat kritik dan masukan secara gratis.
Di dunia perusahaan yang berlomba-lomba mencari profit, kritik dan masukan adalah emas. Beberapa dari mereka bahkan kesulitan mencari letak kesalahan pada produk atau layanannya. Periset pasar yang memangkas budget besar sering dikerahkan untuk mencari akar masalah tersebut. Maka dari itu, sikap Transjakarta dan SJW (Social Justice Warrior)-nya seharusnya bukan balik menyerang, melainkan menerima dengan lapang dada dan mengucapkan terima kasih.
Waktu tempuh merupakan core layanan mereka. Kalau mereka menyangkal pendapat itu, artinya mereka tidak ingin bisnisnya berkembang. BUMN dan BUMD tersebut terlalu nyaman dengan laju yang dimiliki. Ia merasa tidak ingin menambahnya karena ia hanya sendirian di lintasan.
Sama halnya dengan PT KAI (Kereta Api Indonesia). Sering kali keterlambatan terjadi dan ditutupi dengan permintaan maaf karena masalah “jaringan”. Hal ini cukup mengganggu karena orang naik kereta untuk menghindari macet di jalanan. Kalau waktu tempuhnya sama saja, buat apa saya naik kereta?
Di sisi lain, Pertamina juga sama. Mereka meminta federasi menyingkirkan kompetitor di lintasan, tetapi kecepatan dan keandalannya masih diragukan para fans . Hal ini akibat gagalnya kerja sama dengan penyedia BBM swasta untuk membuat pipa supply bensin satu gerbang. Alhasil, mereka menghambat pasokan pom bensin swasta dan memonopolinya.
Kasus-kasus tersebut cukup membingungkan. Pasalnya, BUMN atau BUMD dapat diilustrasikan sebagai gudang garasi mobil sport mewah. Seleksi ketat dan tingginya peminat kerja menyaring setiap karyawan yang masuk ke sana. Perusahaan-perusahaan itu adalah tempat favorit lulusan tiap kampus elit dengan biaya SPP tinggi. Namun, dengan sumber daya manusia seperti itu dan dukungan pemerintah sebagai federasi pun, mereka tidak dapat melaju secepat swasta. Banyak dari mereka mengalami kerugian. Apa karena tidak adanya tantangan kompetitor? Atau tidak ada kekecewaan fans yang benar-benar didengar?
Saya pikir teori ekonomi benar. Perusahaan tidak akan tumbuh dan berkembang jika ia hanya sendiri di jalur pacu. Ia perlu kompetitor yang siap menyalipnya kapan pun ia melakukan kesalahan. Keadaan seperti itu akan menuntutnya untuk terus menekan gas, mengakselerasi, dan mengatur pedal rem supaya kecepatan tetap di atas rata-rata kompetitornya.
메타데이터
- post_id
- ca993b0d897d
- slug
- mobil-sport-mewah-yang-kalah-balapan-ca993b0d897d
- url
- https://medium.com/@syauqizidan0811/mobil-sport-mewah-yang-kalah-balapan-ca993b0d897d
- canonical_url
- https://medium.com/@syauqizidan0811/mobil-sport-mewah-yang-kalah-balapan-ca993b0d897d
- author_url
- https://medium.com/@syauqizidan0811
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13