← Back to list

[Review Buku]: Buku Besar Peminum Kopi

“Beri aku sesuatu yang paling sulit, maka aku akan belajar.” -Nong

Lifia Prisman · 2025-05-18 06:14 · 0 claps · 2.2 min read
#novel-review #andrea-hirata #pendidikan #melayu #catur
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

[Review Buku]: Buku Besar Peminum Kopi

“Beri aku sesuatu yang paling sulit, maka aku akan belajar.” -Nong

(Buku Besar Peminum Kopi, hal. 228).

Ketika hendak mempelajari sesuatu yang benar-benar baru, seringkali kita diliputi rasa takut. Takut salah dan gagal jadi faktor utama yang terus membayangi. Namun, sebaris kata yang diucapkan Nong pada Buku Besar Peminum Kopi seolah menyadarkanku bahwa buah dari belajar hanya bisa dipetik jika kau berani bertemu dengan yang paling sulit.

Buku Besar Peminum Kopi (BBPK) merupakan karya dari penulis kondang Andrea Hirata. Buku ini masih berhubungan erat dengan universe dari Laskar Pelangi dengan latar tempat di Kampung Ketumbi, sebuah kampung terpencil susah sinyal di Belitung. Aku sempat ragu, apakah harus membaca tetralogi dari novel Laskar Pelangi dulu agar bisa “nyambung” dengan penokohan di dalamnya? Aku sendiri tidak pernah membaca seri novel Laskar Pelangi, hanya pernah nonton film-nya saja saat duduk di bangku Sekolah Dasar melalui televisi. Setelah menyelesaikan BBPK, novel tersebut rupanya masih bisa dinikmati serasa buku yang berdiri sendiri dengan menghadirkan satu tokoh yang membekas dari Laskar Pelangi yaitu Ikaludin (Ikal).

Ada beberapa poin yang menjadi daya tarik BBPK bagiku;

  1. Penulis menghidupkan tokoh-tokoh dari rakyat kelompok marginal, namun sama sekali tidak membuat mereka seolah-olah hanya meratap. Justru, yang berusaha ditunjukkan oleh penulis adalah sifat-sifat seperti kerja keras, kemauan untuk belajar, dan tidak mudah goyah akan diskriminasi. Mereka yang jauh dari akses internet dan perkotaan mungkin kurang awam dengan istilah feminisme, tetapi apa yang diperjuangkan ibu-ibu Kampung Ketumbi agar Nong bisa ikut turnamen catur sudah cukup menggambarkan praktik adanya nilai feminisme tersebut.

  2. Cerita dipandu dari sudut pandang Ikal, meskipun hampir 80% bercerita tentang jatuh bangun Nong. Tentu saja, ini mengingatkanku pada perkataan Oma Don di film Jumbo, bahwa kita harus bisa jadi pihak yang ‘mendengar’ bukan hanya ‘mau didengar’. Ikal yang terkenal di Laskar Pelangi, di BBPK justru berperan penuh mendukung Nong agar mencapai apa yang ia cita-citakan. Ini bisa menyiratkan bahwa dalam hidup, tokoh utamanya tidak harus selalu kita. ‘…bahwa orang yang paling bahagia adalah orang yang bisa bahagia dari berkorban untuk orang lain.’ (BBPK, hal. 236)

  3. Komedi yang dibawakan terasa segar dan dekat dengan kehidupan warga khas kampung-kampung Suku Melayu. Bagi orang yang sebelumnya pernah membaca novel Andrea Hirata yang berjudul “Orang-Orang Biasa”, kekonyolan Geng Ikaludin (Ikal, Midah, M. Nur, Bron, Selamot, Nong) itu sebelas-duabelas dengan Geng Perampok Dinah Cs.

  4. Menurutku, fokus utama penulis selalu menyiratkan bahwa dengan pendidikan akan mengubah hidup seseorang. Bukan harta, bukan jabatan, tapi pendidikan. Perlu digarisbawahi, pendidikan tidak hanya sebatas atau sesempit pendidikan formal semata. Seperti Nong yang tidak putus asa belajar meski sudah putus sekolah sampai usia 38 tahun, seperti Ikal yang tidak menyerah meski harus menganggur cukup lama dengan gelar S2 universitas di Inggris. Selama ada bekal berupa pendidikan, mereka masih bisa berkarya. Mereka yang ingin belajar, tidak bisa diusir.

Nong, memang bintang utama di buku ini. Nama sebenarnya adalah Maryamah. Nong sendiri merupakan panggilan untuk anak-anak perempuan Melayu. Dari perjalanannya yang mendobrak kebiasaan warga Kampung Ketumbi, dia layak mendapat julukan Maryamah Karpov. Membaca buku ini memiliki efek samping yang baik, yaitu menghilangkan rasa malas dan termotivasi untuk belajar dengan keuletan seperti Nong Maryamah.


메타데이터
post_id
cac8dbed5aba
slug
review-buku-buku-besar-peminum-kopi-cac8dbed5aba
url
https://medium.com/@lifinsummer/review-buku-buku-besar-peminum-kopi-cac8dbed5aba
canonical_url
https://medium.com/@lifinsummer/review-buku-buku-besar-peminum-kopi-cac8dbed5aba
author_url
https://medium.com/@lifinsummer
status
ok
fetched_at
2026-07-19 20:47:15