Menemukan Jawaban
Satu kalimat yang keluar dari mulutnya saat itu ternyata membawa perjalanan hidupku jadi sejauh ini. Kalimat itu bisa keluar hanya dengan…
Menemukan Jawaban

Sumber : Gmaps (Indah Nur Fitria Rahma)
Satu kalimat yang keluar dari mulutnya saat itu ternyata membawa perjalanan hidupku jadi sejauh ini. Kalimat itu bisa keluar hanya dengan satu pertanyaan yang lolos dari mulutku
“Kamu pulang sekolah nanti mau kemana Nisa?”
“Ke perpustakaan”
Mataku yang kecil ini membelalak saat mendengar jawabannya. Perpustakaan mana, tanyaku selanjutnya. Dia menjawab akan pergi ke perpustakaan daerah sepulang sekolah, katanya dia sering berkunjung ke sana. Benar saja, aku dan Nisa sepulang dari sekolah berjalan kaki melawan teriknya matahari pukul satu siang. Walau jaraknya tidak jauh, dimana sekolah ada di timur alun-alun dan perpustakaan daerah ada di barat alun-alun tapi aspal yang panas sekaligus matahari yang juga panas benar-benar membuat aku bermandikan rasa panas. Ditambah lagi tasku yang juga berat itu, seakan menambah beban tubuhku.
Sampai di depan gedung perpustakaan aku dongakkan kepalaku ke atas, aku bertanya kepada Nisa sambil mengusap peluh yang sudah besar-besar di dahiku. Jilbab biru dongkerku sudah basah bagian atasnya karena keringat
“Kita naik ke atas?”
Nisa yang juga dengan langkah berat mulai menapak tangga satu persatu menuju perpustakaan itu,
“Iya”
Akhirnya kakiku mulai berjalan mengikuti kaki Nisa menaiki tangga itu satu persatu. Aku berpegangan pada pinggiran kayu berwarna coklat itu untuk menahan tubuhku saat menaiki tangga. Tak ada habis-habisnya tangga ini, beban di punggungku makin terasa menjadi-jadi. Ketika sampai di tangga terakhir, aku menghembuskan nafas lega, akhirnya aku sampai di atas dengan nafas tersenggal satu satu.
Perpustakaan daerah di kabupaten kami saat itu adalah bangunan tua bekas DPRD. Bagian lantai bawah digunakan untuk kantor Kesbangpol dan yang atas digunakan untuk perpustakaan daerah. Saat pintu kaca itu kami dorong, udara dingin langsung menyapu wajahku. Rasanya lelah tadi menguap bersama dengan udara dingin yang mulai menyelimuti kami saat seluruh tubuh kami sudah di dalam perpustakaan. Aroma yang masuk ke dalam penciumanku, aku baru kali ini mencium aroma seperti ini. Aku tidak tahu apa namanya, aneh sekali. Seperti bau kertas lama.
Di hadapan kami, sudah ada buku tamu. Nisa dengan santai mengambil pulpen hitam merk pilot itu, kemudian menuliskan namanya alamat dan keperluannya datang ke perpustaan. Aku mengikuti apa yang dia lakukan.
Dengan santai dia meletakkan tasnya yang sama beratnya dengan tasku di loker, akhirnya aku bisa berjalan dengan ringan sekarang. Kemudian dia berjalan ke arah rak buku dengan santai. Aku berjalan tertahan. Aku perhatikan rak-rak kayu berwarna coklat itu menjulang tingi. Berjajar dari kanan sampai kiri, ada lebih dari satu rak di sana. Aroma kertas lama itu semakin kuat saat aku berdiri disini. Aku mengarahkan hidungku ke salah satu raknya, ahh apakah ini bau buku ini, gumamku perlahan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam
Ada lebih dari enak rak di perpustakaan ini. Tidak seperti perpustakaanku di sekolah dasar dulu yang hanya satu.
“Di bagian selatan sana juga ada El, di sana bagian koleksi referensi, kalau koleksi referensi tidak bisa dipinjam, kemudian di utara sana untuk buku anak-anak. Nah kita di sini saja, bagian kesukaanku”
Nisa berjalan mendahului aku lagi, aku mengikutinya dari belakang. Kini kami sudah ada di antara rak buku. Kanan dan kiriku penuh dengan buku, aku memutar tubuhku untuk benar-benar meyakinkan diriku, semua yang ada di dalam ruangan ini adalah buku. Andai aku bisa melihat mataku sendiri, pasti sudah ada binar-binat di kedua mataku saat aku memandangi buku yang berjajar ini
“Waaahhhh”
Tanpa sadar aku mulai terus mendongak untuk melihat buku yang tertata rapi itu, dari atas kemudian ke bawah. Belum ada satupun yang aku pegang.
“Aku suka bagian sini, semua rak yang ini isinya novel. Aku suka baca novel” Nisa berjalan membentangkan tangan kanannya untuk menunjukkan rak mana yang isinya novel, yang bagian di baliknya ini juga novel. Aku mulai melihat-lihat buku apa yang ingin aku ambil karena Nisa sudah mengambil satu buku.
Aku berjalan ke sana kemari untuk melihat-lihat buku novel itu, aku letakkan tanganku kananku di punggung buku kemudian aku berjalan sambil mataku tak lekang melihat ke arah jajaran buku itu. Satu buku akhirnya mencuri perhatianku, sampulnya berwarna coklat, novel itu berjudul Dunia Kristal. Saat aku buka, aku semakin yakin aroma yang dari tadi aku cium adalah aroma kertas di buku ini. Tapi baunya tidak enak, apek, rasanya aku ingin mual. Baunya tidak separah buku yang ada di perpustakaan sekolahku, tapi tetap saja aku tidak akan selera makan jika buku ini ada di dekatku. Akhirnya aku membawa novel itu ke meja baca, Nisa sudah lebih dulu duduk disana.

Nisa masih asik dengan bacaannya, aku perhatikan sekitar, orang-orang juga diam sambil membaca. Tidak banyak hanya sekitar tiga orang. Aku perhatikan langit-langit. Warna putih gelap, tidak terang. Aku membayangkan apabila aku berada di tempat ini malam-malamm, aih betapa seramnya. Apalagi kesan yang diberikan seperti dingin dan tidak ramah. Ehh tapi ada banyak buku di sini, aku bisa membaca buku jika aku terkunci malam-malam di sini.
“Kamu ambil buku apa?” Tanya Nisa
Aku menunjukkan cover bukunya kepada Nisa. Kemudian perempuan itu mencoba melihat ke arah punggung bukunya sambil mengangguk
“Ohh ini bisa dipinjam, kalau yang ada tulisannya R, itu tidak bisa dipinjam”
“Kalau mau pinjam buku bagaimana?” Tanyaku
“Bikin kartu anggota saja, kamu bawa kartu pelajar to. Nah pakai itu bisa, ayo aku antar”
Nisa berdiri, kursinya berderit, memecah ruangan yang sunyi itu. Kemudian dengan santai dia berjalan mengajakku ke arah meja yang ada di depan pintu masuk. Aku membaca tulisan, Sirkulasi. Batinku, ohh ini namanya bagian sirkulasi. Mbak-mbak yang ada di sana tersenyum sambil beranjak dari tempat duduknya.
“Ada yang bisa dibantu?” Tanya perempuan di balik meja sirkulasi itu.
“Teman saya mau bikin kartu anggota” Nisa terlihat percaya diri mengatakan itu kepada mbak-mbak di depan kami. Dia terlihat benar-benar familiar dengan tempat ini dan semua peraturan yang ada di sini. Petugas perpustakaan itu kemudian menanyakan kepadaku kartu identitas, aku mengatakan aku membawa kartu pelajarku. Dia mengangguk kemudian aku diberi selembar kertas
Aku mengisikan nama lengkap alamat rumah, nomor yang ada di kartu pelajarku, tempat tanggal lahir kemudian diakhir dibubuhkan tanda tanganku. Katanya silahkan mencari buku terlebih dahulu, jika mau pinjam bisa dibawa kesini sambil menunggu kartunya diproses.
Singkat cerita aku membawa buku yang aku pilih tadi, aku bawa Dunia Kristal ke meja sirkulasi. Kuperhatikan dengan seksama, petugas memiliki dua lembar kertas berisikan namaku. Kemudian dia mengambil kertas di bagian belakang sampul buku, dia satukan kertas berisi namaku dan kertas dari balik sampul buku itu. Kemudian dia memasukkan satu lagi selembar kertas berisi namaku ke dalam buku itu.
Saat aku menerima bukuku, petugas mengatakan bahwa buku bisa dipinjam selama tujuh hari dan bisa diperpanjang. Aku kembali duduk di depan Nisa. Dia masih asik membaca, aku buka buku yang baru aku pinjam, aku balik di halaman terakhirnya dan aku menemukan sebuah kertas semacam kantong di bagian sampul belakangnya. Ada kertas yang berisi namaku tadi disana.
“Nanti kalau bukunya dikembalikan, Kertas yang ada namamu itu diberikan ke kamu. Itu jadi kartu anggotamu. Ada dua nanti, yang satu ditaruh sini, yang satunya lagi ditaruh di dalam buku”
Kepalaku mengangguk mendengar penjelasan Nisa. Pertanyaanku sewaktu sekolah dasar dulu, terjawab di tahun 2015 saat aku kelas satu smp. Bahwa tempat aku bisa menemukan buku itu adalah perpustakaan. Dan benar, ada banyak buku cerita di dalam perpustakaan.

Sumber : Gmaps
메타데이터
- post_id
- caf1669ab6ba
- slug
- menemukan-jawaban-caf1669ab6ba
- url
- https://medium.com/@itselmeybook/menemukan-jawaban-caf1669ab6ba
- canonical_url
- https://medium.com/@itselmeybook/menemukan-jawaban-caf1669ab6ba
- author_url
- https://medium.com/@itselmeybook
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 18:50:18