← Back to list

Memburai Kecewa Memetik Sukacita

Menulis rasa. Karena yang kutahu memori akan mungkin hanyut seiring masa, tapi rangkaian kata berhasil membantunya tak lekang oleh dunia

Elmira Bi · 2026-06-09 19:52 · 0 claps · 4.8 min read
#asistensi-mengajar #memories
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 😂 · Humor & Satire

Memburai Kecewa Memetik Sukacita

Selama kurang lebih empat bulan lamanya penulis menjalani program Asistensi Mengajar di SMKN 7 Malang, ada banyak sekali pengalaman, kesempatan, pelajaran, dan keterampilan yang diiringi dengan gelak tawa juga suka duka. Dimulai dari tujuan utama diadakannya program ini, yaitu praktik nyata dalam pengelolaan pembelajaran di kelas. Penerapan langsung berbagai teori dan pengetahuan yang didapatkan ketika di bangku perkuliahan, seolah membuka mata idealisme mahasiswa selama di kelas sekolah. Beragam ekspektasi tentang keadaan dan suasana kelas hingga karakteristik siswa, selalu memberikan gambaran yang menyenangkan dan mudah dilalui, yang kemudian memunculkan berbagai ide perihal metode, strategi dan media yang inovatif, kreatif sekaligus menarik. Sedangkan pada pelaksanaannya, seluruh teori dan ide-ide itu dihadapkan dengan kondisi siswa yang tak sama.

Setelah beberapa kali melakukan observasi kelas bersama guru pamong, penulis mulai menyadari bahwa tidak semua sekolah memiliki karakteristik dan pola perilaku siswa yang seragam. Berdasarkan latar belakang personal dan lingkungan sekitar, motivasi siswa dalam belajar pun terpengaruhi. Tantangan guru tak cukup pada menyelesaikan pembelajaran dan menyampaikan seluruh komponen materi, tapi dimulai dengan membuat para siswa benar-benar hadir dalam kegiatan belajar, baik fisik maupun pikirannya. Penulis juga melihat adanya dominasi ketertarikan mata pelajaran pada siswa kejuruan seperti di SMKN 7. Salah satu pelajaran yang kurang diminati ialah Bahasa Indonesia, bidang keilmuan yang kini didalami oleh penulis. Memandang hal tersebut, upaya untuk memberikan pembelajaran yang menarik dengan strategi dan metode sedemikian rupa terus dicoba sebelum waktu pengajaran tiba.

Namun, dengan semua dinamika tersebut, justru menumpahkan banyak pembelajaran berharga pula yang mungkin tidak diadapatkan tanpa melalui program ini. Di setiap saat memasuki kelas, berinteraksi dengan siswa, memaparkan materi di depan, menanggapi permasalahan yang datang, hingga bersikap sebagai layaknya seorang guru, seolah membentuk diri penulis menjadi lebih tangguh, bijaksana, pandai beradaptasi dan profesional. Tentunya di samping peningkatan kemampuan akademik dalam menyusun dan mempersiapkan perangkat pembelajaran untuk menciptakan kelas yang ideal. Maka bagi penulis, seluruh lika-liku yang terjadi dalam hal praktik mengajar tersebut, bukanlah perihal yang menghambat maupun sukar dijalani. Dengan bantuan dan arahan dari guru pamong, segala permasalahan sebelumnya, terasa lebih ringan dari kelihatannya. Dukungannya senantiasa disampaikan dalam beragam rupa, mulai dari jawaban atas kesulitan pembuatan perangkat ajar, penentuan tugas yang cocok, penilaian asesmen yang sesuai, hingga kebingungan menghadapi karakter siswa yang di luar nalar. Memiliki guru pamong yang sabar dan berempati tinggi, memberikan penulis banyak perbedaan pandangan dalam pengelolaan pembelajaran dan menghadapi sikap siswa. Tapi berangkat dari perbedaan itu, lagi-lagi menjadi poin tambahan yang dapat dipetik dari proses ini.

Berbicara mengenai guru, tak ada yang patut disyukuri selain lingkungan kerja yang ramah dan saling membantu. Selama program berjalan, memang tak semua guru berhubungan langsung dengan mahasiswa AM. Diantaranya ada guru pamong, koordinator mahasiswa AM, guru mata pelajaran terkait, dan guru-guru yang bertugas di masing-masing divisi sekolah sejenis kurikulum, tata usaha serta kesiswaan. Penulis sangat menghargai banyaknya bantuan dan dukungan yang telah diberikan baik saat diminta maupun tidak. Dalam berbagai kegiatan, program juga acara yang diadakan oleh sekolah, mahasiswa AM selalu diarahkan untuk terlibat aktif, sebagai upaya mengonversikan 20 SKS mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa, dan itu menciptakan banyak pengalaman. Koordinasi dalam setiap prosesnya juga terlaksana dengan sangat baik, sehingga mahasiswa dapat melakukan dengan senang hati dan terselesaikan dengan maksimal. Komunikasi yang lancar dan instruksi yang jelas, menjadikan pengerjaan tugas yang diberikan pada mahasiswa juga berjalan lebih mudah. Tak hanya keterlibatan dan koordinasi dalam berbagai kegiatan, koordinator mahasiswa AM juga telah mengadakan evaluasi dan monitoring bersama, guna menyampaikan saran dan kritikan warga sekolah sebagai bentuk pembenahan perilaku dan kinerja mahasiswa. Keramahan dan kepedulian guru serta karyawan sekolah kepada mahasiswa AM, memberikan suasana kerja yang nyaman dan kondusif.

Menilik dari proses yang dilalui penulis pribadi, tepatnya saat akan diadakannya program kerja bersama kelompok prodi Bahasa Indonesia. Mulai dari konsultasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing dalam menentukan program kerja yang cocok dan sesuai kebutuhan sekolah. Setelah mendapatkan beberapa opsi program, penulis melanjutkan koordinasi dengan pihak kesiswaan dan kurikulum untuk penentuan waktu pelaksanaan sekaligus mengkaji kelayakan program, dengan pertimbangan ketersediaan target peserta dan kondisi sekolah pada hari yang direncanakan. Dari koordinasi yang dilakukan justru menghasilkan opsi lain lagi, salah satunya kolaborasi dengan kegiatan kokurikuler. Penulis bersama teman kelompok, kemudian menemui pihak kokurikuler untuk berdiskusi terkait saran pihak kurikulum sebelumnya. Terhitung lebih dari tiga kali, penulis menemui semua pihak yang terlibat untuk menyepakati keseluruhan rencana program kerja ini. Walaupun pada akhirnya, rencana awal program kerja tersebut tidak dapat terealisasikan dengan maksimal dan sesuai ekspektasi, karena satu dan dua hal. Hingga pada hari-hari yang tersisa, penulis dan kelompok kembali mengajukan rancangan program lain dan ternyata disambut baik dengan seluruh pihak. Mulai dari kesediaan guru mata pelajaran dalam penukaran jadwal hingga kesigapan pihak sarana prasarana dalam menyiapkan tempat kegiatan di hari pelaksanaan. Secara keseluruhan, program kerja berhasil terlaksana dengan baik atas dukungan penuh dari pihak sekolah mulai dari perencanaan hingga finalisasi kegiatan.

Di samping semua kemudahan dan kelancaran proses selama berlangsungnya program Asistensi Mengajar, kehadiran teman sebagai manusia yang setiap hari saling berhubungan, sangat turut berpengaruh terhadap kestabilan mental penulis. Saat menghadapi beberapa kendala, kebingungan hingga tantangan yang tak jarang datang di sela-sela hari, teman satu kelompok berhasil memberikan tawa dan canda yang sejenak menghilangkan semua kesukaran sebelumnya. Meskipun tak dapat dipungkiri bahwa beberapa masalah juga datang pada internal kelompok, namun frekuensi sukacitanya lebih mendominasi, sehingga pertikaian yang sempat muncul, seolah tertutupi sempurna. Keragaman sifat dan sikap yang dimiliki oleh total 23 anggota kelompok Asistensi Mengajar di SMKN 7 Malang, membentuk kedewasaan dan pola pikir penulis baik dalam dunia pendidikan maupun profesional.

Penulis menilai bahwa atas dasar kebutuhan, kesamaan nasib dan pemikiran, kepaduan frekuensi gurauan, hingga kebaikan yang secara sadar maupun tidak telah ditorehkan, berhasil membentuk lingkaran pertemanan yang kompak, hangat dan erat. Penulis juga merasa setiap selesai menjalani pembelajaran di kelas, kegiatan piket rutin, dan kesibukan lainnya, waktu istirahat benar-benar menjadi momen rehat secara harfiah. Segala penat dengan isi kepala yang padat seketika mencuat berganti dengan suasana hangat dari obrolan ringan dan senda gurau singkat namun membawa kebahagiaan tak bersyarat. Komunikasi sesama anggota terbilang cukup baik, hingga dapat menciptakan kedekatan yang sedemikian rupa, dengan inisiatif cukup tinggi untuk membangun terus keakraban masing-masing individu. Kinerja dalam kerja sama tim dapat diakui belum sepenuhnya utuh, namun upaya untuk saling melengkapi dan membantu, selalu hadir pada waktu yang dibutuhkan. Mungkin jika dituliskan dalam beberapa kalimat, akan terasa monoton dan begitu-begitu saja. Akan tetapi dalam kenyataannya, kenyamanan dan keseruan yang menemani rutinitas harian penulis, begitu tertambat dalam, membentuk memori-memori indah hingga kini.

Secara keseluruhan, perjalanan penulis dalam program AM ini begitu tak terlupakan. Kepingan-kepingan manis maupun pahit selama empat bulan berjalan, membantuk kembali diri penulis menjadi seseorang yang lebih dewasa, tanggung jawab, bijaksana, sekaligus menyenangkan. Dari banyaknya hal kurang baik yang turut meramaikan momen-momen saat itu, pengalaman dan perasaan baik berhasil meleburnya menjadi sesuatu yang utuh dan padu dalam memberikan pelajaran hidup. Dan jika mengingat dari awal mula proses ini berjalan yaitu pemilihan tempat yang didasari oleh kecewa karena gagal mendapatkan sekolah yang diinginkan, justru kini terasa lucu. Karena tak ada yang tahu apa yang akan terjadi bila penulis menolak ditempatkan di SMKN 7 Malang. Entah akan tetap berkesan seperti saat ini atau tidak. Sejauh ini, kisah penulis selama mengarungi hampir setengah tahun untuk program Asistensi Mengajar, berjalan indah, penuh warna dan bermakna tanpa penyesalan berarti.

Atas semua yang telah dilukiskan dalam setiap detik proses bertumbuh penulis, tepat di sudut pendopo bersatir hitam itu, diucapkan beribu terima kasih.


메타데이터
post_id
cb2e8d9ed889
slug
memburai-kecewa-memetik-sukacita-cb2e8d9ed889
url
https://medium.com/@mirawidyatna23/memburai-kecewa-memetik-sukacita-cb2e8d9ed889
canonical_url
https://medium.com/@mirawidyatna23/memburai-kecewa-memetik-sukacita-cb2e8d9ed889
author_url
https://medium.com/@mirawidyatna23
status
ok
fetched_at
2026-08-16 00:18:56