Membantu Nyawa kayla
“Mom, come on !” dahsyat Bella sembari menarik tangan mamanya menghindari baggage claim lapangan terbang Soekarno Hatta. Pas 45 menit lalu…

Membantu Nyawa kayla
“Mom, come on !” dahsyat Bella sembari menarik tangan mamanya menghindari baggage claim lapangan terbang Soekarno Hatta. Pas 45 menit lalu mereka sukses tiba.
Mama Bella menuruti Putrinya itu. Jalannya lumayan buru-buru menuruti cara Bella yang cepat. Papi Bella masih di Medan. Pak Budi mau menjemput mereka.
Mama Bella terkenang, anak temannya merasakan kecelakaan kritis. Serta dia mesti melihat, “Mom, apa saya mesti turut ?” bertanya Bella, “Yes, of course.” jawab mamanya.
Mereka pergi memanfaatkan taksi, serta selanjutnya mereka hingga. Mama Bella lekas cari area itu. Mereka disuguh dengan berbau beberapa obat.
Waktu masuk, Bella terperanjat, apa itu Kayla ? bertanya hati Bella. Bella merapat ke kayla serta menyaksikan Putri bersama-sama Aurell. Bella kelihatan susah menyaksikan mereka berdua memandang Kayla terbujur kurang.
“Udah Mesy, sabar, Allah ketahui yang terhebat buat anakmu…” Kata Mama Bella sembari menepuk pundak Mama Kayla secara lembut. “Hiks hiks, iya Tan. Terima kasih,” kata Mama Kayla.
“Bella !” panggil Putri, Bella langsung berjalan dekati mereka. Mereka mau ,membahas terkait pendonoran darah, untungnya Aurell bawa telpon seluler, mereka langsung merundingkan di kelompok yang berada pada telpon seluler. Selang sekian waktu, nyatanya betul-betul tidaklah ada yang sesuai. Lalu…. Bella ingat grup darahnya, nyatanya sesuai sama Kayla, ialah AB.
“Tante Mesya, Bella pengin mendonorkan darah buat Kayla.” ujarnya singkat, “Hah! Kamu pengin Bella sayang ?” bertanya Mama Kayla terperanjat, “Iya tante, Bella bakal usahain yang terhebat.” Jawab Bella dengan senyum. Mama Bella tersenyum terhadap Bella serta Bangga terhadap anaknya. “Bella pengin nginap 1 malam saja dalam rumah sakit ?” Bertanya Mama Kayla, “Of course aunt.” jawab Bella. Bella menginap dari sana dengan kawan-kawannya itu. Bella mesti menggunakan makanan yang sehat biar darah yang dialirkan ke badan Kayla pun sehat.
Paginya, Bella, menyediakan mental biar tak takut, ia ditemani oleh Putri serta Aurell. “Atas nama ananda Bella Estelle ?” Panggil dokter, “Me!” jawab Bella. Lengan Bella mulai dibuka oleh suster, “Sayang, kamu siap ?” Bertanya suster, “Yes, i’ll be ready!” jawab Bella semangat. Bella berdoa terlebih dulu biar proses berjalan mulus. Tidak lama setalah itu, jarum dimasukkan di lengannya dialiri dengan selang, prosedurnya lama, nyaris 1 jam. Bella terasa bangga serta puas lantaran bisa mendukung temannya itu.
메타데이터
- post_id
- cb7c1ecdd08
- slug
- membantu-nyawa-kayla-cb7c1ecdd08
- url
- https://medium.com/@litaafsari2019/membantu-nyawa-kayla-cb7c1ecdd08
- canonical_url
- https://medium.com/@litaafsari2019/membantu-nyawa-kayla-cb7c1ecdd08
- author_url
- https://medium.com/@litaafsari2019
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-28 20:06:59