Kadang Bangkit dan Kadang Datar
Simple, ekspektasiku yang mengira bahwa akan solat sendiri di masjid, dikarenakan aku merasa sudah sangat telat untuk solat berjamaah…
Kadang Bangkit dan Kadang Datar
Simple, ekspektasiku yang mengira bahwa akan solat sendiri di masjid, dikarenakan aku merasa sudah sangat telat untuk solat berjamaah, tanpa berpikir apapun, aku lari …
lari diantara banyak kubangan kotor karena jalan caringin, melihat secercah harapan karena di depan masjid masih banyak motor dan sandal. Ketika kaki ini kuinjakkan ke masjid.
Imam sedang attahiyat terakhir, dan aku melihat beberapa makmum yang akan masbuk, hatiku tenang, akhirnya solat hari ini tidak sendirian lagi, meski ini adalah solat isya.
Solat aku laksanakan sedang penuh haru, setelah solat aku merasa bersyukur masih diberikan kenikmatan dalam beribadah, niat ingin berjamaah, kebutuhan mendekat dengan sang pencipta.
Salam pun sudah kutunaikan, menyatakan bahwa solat telah selesai, lalu aku terbayang harapan. Sebuah harapan akan tim kemenangan, sebuah harapan melihat debat ide bersama mereka. Doakan saja aku bisa berfoto dengan mereka bertiga.
“Yang perlu nasihat masih kamu, bahwa semua orang pernah sakit hati”
Tolong hamba minta diatur Ya Allah, untuk menjadi pribadi yang lebih baik, memberikan dampak yang lebih luas dan dapat memberikan sekutip cerita inspiratif.
메타데이터
- post_id
- cc129a4cb0fa
- slug
- kadang-bangkit-dan-kadang-datar-cc129a4cb0fa
- url
- https://medium.com/@-MuhammadUlilAlbab/kadang-bangkit-dan-kadang-datar-cc129a4cb0fa
- canonical_url
- https://medium.com/@-MuhammadUlilAlbab/kadang-bangkit-dan-kadang-datar-cc129a4cb0fa
- author_url
- https://medium.com/@-MuhammadUlilAlbab
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 05:27:41