← Back to list

Melampaui Interseksionalitas

Posisi Hina Perempuan Kaum Dalit dalam Sistem Sosial di India

M. Saiful Farisin · 2024-11-02 12:25 · 6 claps · 4.2 min read
#dalits #dalit-women #caste-systems #intersectionality #india
Open on Medium ↗

Melampaui Interseksionalitas

Posisi Hina Perempuan Kaum Dalit dalam Sistem Sosial di India

Photo by Ron Hansen on Unsplash

Photo by Ron Hansen on Unsplash

Sistem kasta yang ada di India berfungsi sebagai struktur sosial yang menetapkan posisi setiap individu dalam tatanan masyarakat berdasarkan kelahiran dan pekerjaan mereka. Masing-masing kategori memiliki peran dan tanggung jawab tertentu, yang berkontribusi pada fungsi sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Keberadaan kasta di India telah ada sejak zaman dahulu kala, dengan sumber-sumber terdahulu utamanya yang tertulis dalam teks-teks Veda yang muncul pada sekitar 1500 SM, dimana hal ini menunjukkan pembagian sosial yang sudah terstruktur dalam masyarakat dan telah dilestarikan secara turun temurun di wilayah tersebut.

Brahmana, sebagai kelompok teratas, dianggap sebagai penjaga pengetahuan dan spiritualitas, sering kali terlibat dalam ritual keagamaan dan pendidikan. Ksatria, di sisi lain, berperan dalam menjaga keamanan dan kekuasaan, sering kali menjadi penguasa atau pahlawan dalam masyarakat. Vaisya berfokus pada aspek ekonomi, bertanggung jawab untuk perdagangan dan pertanian, yang mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sementara itu, Sudra, yang berada di dasar hirarki, melaksanakan pekerjaan kasar dan melayani kasta diatasnya, sering kali dianggap sebagai kasta yang paling rendah diantara tiga kasta sebelumnya.

Kekuasaan, dominasi, dan keluarga kerajaan hanyalah bagian kecil dari kehidupan sosial yang kompleks di India, di mana beragam jenis kasta dan tingkatan menciptakan dinamika kekuasaan yang lebih luas (Raheja, 1988). Setiap kasta memiliki peran dan status yang berbeda, yang dapat menciptakan ketegangan di antara mereka. Misalnya, kelompok kasta yang lebih tinggi sering kali memiliki akses lebih baik terhadap sumber daya dan kekuasaan, sementara kasta yang lebih rendah mungkin terpinggirkan. Hal ini menciptakan struktur hierarki di mana dominasi dapat muncul, mempengaruhi interaksi sosial dan memicu perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dan hak.

Selain empat kasta yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat juga kelompok yang dikenal sebagai “untouchables” atau di India dikenal sebagai kaum Dalit, dimana mereka berada di luar dan di bawah empat kasta utama dalam sistem yang ada. Kaum Dalit juga sering dianggap melakukan pekerjaan yang dianggap tidak bersih dan hina, sehingga dipandang sebagai orang yang terlahir dalam keadaan terpinggirkan secara turun-temurun. Saat ini, kaum Dalit menyebar di seluruh wilayah India, terdiri dari sekitar 16 persen dari keseluruhan populasi negara yang mencapai sekitar 1 miliar orang (Bob, 2007).

Bentuk penindasan patriarki pada dasarnya muncul dalam berbagai cara dan di seluruh wilayah di dunia. Pada tulisan ini, akan fokus pada India karena tingkat penindasan terhadap perempuan yang tinggi dan banyaknya literatur yang membahas terkait kasus pembakaran terhadap wanita. Data kepolisian India menunjukkan bahwa di New Delhi, antara tahun 1979 dan 1983, sebanyak 2.755 wanita meninggal karena dibakar terkait masalah mas kawin (Johnson & Johnson, 2001). Tulisan ini juga akan melihat kekerasan yang terjadi terhadap perempuan sepanjang siklus hidup mereka, dan banyak data menunjukkan bahwa banyak wanita di India mengalami penindasan sepanjang hidup mereka akibat aturan, norma sosial, dan nilai-nilai masyarakat patriarkal yang ada.

Sebagian besar perempuan Dalit bekerja sebagai buruh tani, pemulung, hingga pembersih toilet umum. Karena posisi mereka yang lebih rendah, mereka sering dieksploitasi oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan, tanpa merasa takut. Dalam masyarakat India sekarang, jelas terlihat bahwa banyak orang terpinggirkan akibat praktik diskriminasi, dan perempuan Dalit berada di posisi paling bawah. Mereka menjadi korban kekerasan dalam berbagai bentuk, termasuk pelecehan fisik dan seksual, pemerkosaan, prostitusi paksa, penculikan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (Kumar, 2021).

Sumber yang sama juga mengatakan bahwa jumlah pemerkosaan terhadap perempuan Dalit terus meningkat, dan banyak akademisi percaya hal ini terjadi karena mereka adalah perempuan miskin dari kasta rendah, sehingga tindakan tersebut digunakan untuk merendahkan seluruh komunitas Dalit. Karena mereka miskin, mereka terpaksa bekerja dengan orang-orang dari kasta lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan akibatnya, banyak dari mereka mengalami eksploitasi dan pelecehan seksual hingga menjadi budak perempuan.

Dalit women are deprived of basic human rights. They exist at the bottom of India’s caste, class, and gender hierarchies, are largely illiterate, and are consistently paid less than their male counterparts (Still, 2017)

Salah satu kasus yang cukup mendapat banyak perhatian terjadi di Hathras, Uttar Pradesh, pada Oktober 2020, di mana seorang perempuan Dalit diperkosa secara berkelompok oleh empat pria dari kasta lebih tinggi dan meninggal setelah dua minggu di rumah sakit di Delhi. Pemerkosaan terhadap perempuan Dalit telah menjadi hal yang biasa di India. Namun, ketika membahas insiden-insiden ini, banyak orang sering mengaitkan kejadian tersebut dengan kemiskinan atau fisik perempuan Dalit. Karena status Dalit yang dianggap “untouchables” pemerkosaan terhadap mereka tidak dianggap sebagai suatu hal yang serius, dan perempuan Dalit sering kali tidak dipercayai.

Kondisi yang dialami perempuan Dalit mencerminkan fenomena interseksionalitas yang sangat kompleks, di mana identitas gender, kasta, dan kelas sosial saling berinteraksi dan memperburuk penindasan yang mereka alami. Dalam sistem yang sudah terstruktur ini, perempuan Dalit bukan hanya berjuang melawan diskriminasi berbasis kasta, tetapi juga menghadapi kekerasan dan eksploitasi yang lebih dalam sebagai perempuan. Hal ini menjadikan mereka korban dari berbagai bentuk kekerasan dan penindasan yang menghilangkan hak-hak asasi mereka sebagai manusia. Ketidakadilan ini menciptakan siklus penindasan yang sulit diputus, di mana perempuan Dalit terus terpinggirkan dan hak-hak mereka sering kali diabaikan dalam masyarakat.

Hak-hak mereka sebagai manusia sering kali diabaikan dalam berbagai aspek kehidupan — dari akses terhadap pendidikan hingga pelayanan kesehatan. Bahkan ketika mereka berusaha untuk melawan penindasan, suara mereka sering kali tidak didengar, dan perjuangan mereka untuk keadilan diabaikan. Dengan kata lain, perjuangan perempuan Dalit tidak hanya sekadar perjuangan untuk hak-hak bagi individu, tetapi juga merupakan bagian dari perjuangan yang lebih besar untuk kesetaraan dan pengakuan kemanusiaan dalam masyarakat yang terstruktur secara hierarkis. Akhirnya, setelah menyelesaikan tulisan ini, muncul sebuah pemikiran mendalam dalam diri saya, apakah bagi perempuan Dalit, pengakuan atas hak-hak mereka sebagai manusia serta harapan untuk kesetaraan hanyalah sebuah ilusi yang semakin jauh dari kenyataan? ataukah masih ada harapan atas posisi hina yang telah mengekang mereka selama ini?

referensi:

Bob, C. (2007). Dalit Rights are Human Rights: Caste Discrimination, International Activism, and the Construction of a New Human Rights Issue. Human Rights Quarterly, 29(1), 167–193.

Johnson, P. S., & Johnson, J. A. (2001). The Oppression of Women in India. Violence Against Women, 7(9), 1051–1068.

Kumar, A. (2021) Sexual Violence against Dalit Women: An Analytical Study of Intersectionality of Gender, Caste, and Class in India. Journal of International Women’s Studies, 22, 10(11).

Raheja, G. G. (1988). India: Caste, Kingship, and Dominance Reconsidered. Annual Review of Anthropology, 17, 497–522.

Still, C. (2017). Dalit women: Honour and patriarchy in South India. London: Routledge.


메타데이터
post_id
cc304a8f5e85
slug
melampaui-interseksionalitas-cc304a8f5e85
url
https://medium.com/@saifulfariss/melampaui-interseksionalitas-cc304a8f5e85
canonical_url
https://medium.com/@saifulfariss/melampaui-interseksionalitas-cc304a8f5e85
author_url
https://medium.com/@saifulfariss
status
ok
fetched_at
2026-07-31 05:11:44