Kota Muntilan Dulu hingga Kini
Kota Muntilan yang indah, konon nama kota ini diambil dari kata mount dan land yang berarti gunung dan tanah dikarenakan letaknya yang…
Kota Muntilan Dulu hingga Kini
Kota Muntilan yang indah, konon nama kota ini diambil dari kata mount dan land yang berarti gunung dan tanah dikarenakan letaknya yang dikelilingi gunung dan perbukitan menoreh. Kota ini juga sempat hangat dibicarakan karena menjadi lokasi syuting series Netflix yang berjudul Gadis Kretek yang berlatar tahun 1960 an. Selain dikenal karena hal tersebut, kota ini juga menjadi tempat berkembangnya berbagai budaya dan agama masyarakat dari berbagai etnis seperti Jawa, Tionghoa, dan Eropa.
Kota Muntilan kini menjadi bagian dari Kabupaten Magelang. Belum diketahui pasti kapan kota ini mulai dihuni. Namun, Prasasti Canggal bertuliskan tahun 732 M menjadi sumber tertulis paling tua yang menandakan adanya kehidupan masyarakat di wilayah ini. Selain itu, keberadaaan situs candi seperti Borobudur, Ngawen, dan Mendut yang berada tidak jauh dari kota ini memperkuat bukti bahwa daerah ini telah dihuni sejak sekitar abad VIII era Mataram kuno.

Perbukitan Menoreh jika dilihat dari atas Candi Borobudur
Sejak Kesultanan Mataram Islam terbelah menjadi dua pasca perjanjian Giyanti tahun pada tahun 1755 menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Kota ini menjadi bagian dari Negara Agung kedua pihak kerajaan dengan pembagian yang tak begitu jelas. Kota ini diduga menjadi bagian Kasultanan Yogyakarta dengan posisi yang lebih dekat dengan Kesultanan Yogyakarta dan dibuktikan dengan adanya masjid kagungan dalem milik Kraton Yogyakarta. Setelah Inggris menjalin kontrak politik dengan Keraton Yogyakarta tahun 1812 daerah ini diserahkan kepada Inggris dan menjadi bagian dari Karesidenan Kedu.
Setelah lepas dari bagian Negara Agung milik Kasultanan Yogyakarta, Kota Muntilan mendapat banyak pengaruh dari kolonialisme. Kolonialisme memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan kota ini. Banyak fasilitas yang disediakan pemerintah Hindia Belanda untuk mendukung kegiatan sosial masyarakat, seperti tempat peribadatan kelenteng untuk kaum Tionghoa yang saat ini masih bisa kita kunjungi. Selain itu, kegiatan missi Katolik yang dirintis oleh Pastur F. van Lith juga memberikan dampak berkelanjutan untuk pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat pribumi hingga saat ini, contohnya SMA Pangudi Luhur Van Lith dan RSUD Muntilan. Kuatnya pengaruh Pastur F. van Lith dalam menyebarkan agama katolik tersebut, menjadikan kota ini dijuluki Betlehem van Java.
Terlepas dari sejarah panjangnya, hingga saat ini Kota Muntilan tetap memiliki daya tarik tersendiri. Letaknya yang berada di antara Yogyakarta dan Magelang tak jarang membuat para wisatawan singgah untuk menikmati suasananya. Wisatawan sering kali mengunjungi tempat yang menjual kuliner khas Muntilan. Terdapat banyak toko yang menjual berbagai oleh-oleh, tetapi yang paling ikonik dan legendaris adalah Toko kue Nyonya Pang yang sudah lama berdiri. Popularitas toko kue ini kian meningkat setelah viralnya series Netflix Gadis Kretek yang berlatar di Kota M dengan nama lain Wajik Ny. Pang. Selain Toko kue Nyonya Pang, Pasar kayu Muntilan juga sempat ramai dibahas dan menarik untuk dikunjungi karena lokasinya yang nampak tidak berubah dari sediakala.
Dengan segala fakta dan cerita di atas, harapannya kota kecil ini terus berkembang dan tidak meninggalkan jati diri aslinya. Banyak sejarah dan peristiwa menarik yang terukir di setiap sudut kota ini. Terlebih lagi dengan kehidupan masyarakat yang heterogen memiliki banyak perbedaan, tetapi tetap dapat hidup berdampingan. Semoga segala bentuk upaya positif yang dilakukan oleh para pendahulu dapat diwariskan untuk generasi selanjutnya dan dapat lestari hingga masa yang akan datang.
메타데이터
- post_id
- cc42cf1bacf2
- slug
- kota-muntilan-dulu-hingga-kini-cc42cf1bacf2
- url
- https://medium.com/@muhammadpashaarrafi/kota-muntilan-dulu-hingga-kini-cc42cf1bacf2
- canonical_url
- https://medium.com/@muhammadpashaarrafi/kota-muntilan-dulu-hingga-kini-cc42cf1bacf2
- author_url
- https://medium.com/@muhammadpashaarrafi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-07 17:51:14