Ternyata Butuh Validasi
Semakin hari aku semakin tenggelam seorang diri. Tiada kata percaya dariku untuk “aku”. Ribuan kata yang mengapung membuatku berusaha untuk…
Ternyata Butuh Validasi
Semakin hari aku semakin tenggelam seorang diri. Tiada kata percaya dariku untuk “aku”. Ribuan kata yang mengapung membuatku berusaha untuk menggapai. Terus kupaksa walau meragu. Rangkaian kata itu pun mulai tersusun rapih. Tapi tetap tiada kata percaya dariku untuk “aku". Sampai kapan akan terus merangkai seiring percaya diriku yang perlahan terurai. Sedikit demi sedikit ketertarikanku mengikis. Terus kucoba 'tuk tetap menulis, meski hasil akhirnya kurang manis. Kemudian muncul pemberitahuan bahwa seorang teman telah menyukainya. Dilanjut dengan sebuah pesan yang tak dinyana. “Bagus, kamu keren.” Satu kalimat yang mampu meruntuhkan dinding ragu. Ternyata aku butuh validasi!! Apakah tulisanku bagus menurutmu. Haruskah aku melanjutkan draf itu. Jadi sebenarnya mengapa aku membuat semua ini? Merangkai kata demi kata yang mungkin tiada arti. Apakah hanya sebab butuh validasi semata atau aku yang memang terlalu menggemarinya.
메타데이터
- post_id
- cc7d9e4e2a41
- slug
- ternyata-butuh-validasi-cc7d9e4e2a41
- url
- https://medium.com/@libisplace/ternyata-butuh-validasi-cc7d9e4e2a41
- canonical_url
- https://medium.com/@libisplace/ternyata-butuh-validasi-cc7d9e4e2a41
- author_url
- https://medium.com/@libisplace
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-26 02:59:15