← Back to list

Mengenal Suku Hui: Etnis Muslim di Tiongkok

Berbeda dengan agama mayoritas di China yang banyak memeluk Buddhisme dan Taoisme, Suku Hui merupakan pemeluk agama Islam.

Robbani - Atasi Kolesterol, Diabetes, Hipertensi · 2023-04-01 01:55 · 0 claps · 3.1 min read
#indonesia #china #muslim #hui #minorities
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 😂 · Humor & Satire 🕊️ · Religion 🧘 · Spirituality

Mengenal Suku Hui: Etnis Muslim di Tiongkok

Sumber Unsplash

Sumber Unsplash

Di banyak negara di dunia, Islam merupakan agama yang minoritas. Islam sebagai agama minoritas di dunia memiliki sejarah yang panjang dan bervariasi. Meskipun Islam adalah agama mayoritas di negara-negara tertentu seperti di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Selatan, namun di negara lain seperti di Amerika Utara dan Eropa, Islam masih dianggap sebagai agama minoritas.

Di Amerika Utara dan Eropa, populasi Muslim diperkirakan mencapai beberapa juta orang, yang merupakan minoritas kecil dari populasi keseluruhan. Meskipun jumlah populasi Muslim di negara-negara ini kecil, Islam telah menjadi salah satu agama tercepat berkembang di dunia.

Sebagai agama minoritas, umat Islam sering menghadapi tantangan yang berbeda dalam menjalankan ibadah dan praktik keagamaannya. Terkadang, mereka mengalami diskriminasi dan penindasan dari masyarakat mayoritas. Di beberapa negara, Islam juga sering dikaitkan dengan terorisme dan kekerasan, yang menimbulkan stigmatisasi dan prasangka terhadap umat Muslim.

Islam di Negeri Tirai Bambu

Islam juga termasuk minoritas di Negeri Tembok Raksasa. Di Tiongkok, agama mayoritas adalah Buddhisme dan Taoisme, meskipun ada juga beberapa kelompok kecil penganut agama Kristen, Islam, dan Hindu. Buddhisme, khususnya Mahayana, telah menjadi bagian penting dari kebudayaan Tiongkok selama ribuan tahun dan memiliki pengaruh yang signifikan pada seni, arsitektur, dan filsafat.

Islam telah ada di Tiongkok selama lebih dari 1.000 tahun, dan terutama terdapat di wilayah Xinjiang dan Ningxia. Meskipun sejarahnya kompleks, mayoritas penganut Islam di Tiongkok adalah dari etnis Uighur dan Hui. Kelompok ini juga sering mengalami penindasan dan pengawasan oleh pemerintah. Kali ini kita akan membahas soal suku Hui.

Suku Hui yang berasal dari Timur Tengah

Suku Hui adalah salah satu dari 56 kelompok etnis resmi di Tiongkok. Suku ini memiliki sejarah yang panjang di Tiongkok. Suku Hui berasal dari orang-orang yang bermigrasi dari Timur Tengah ke wilayah Tiongkok pada abad ke-7 dan ke-8 untuk berdagang di China. Para pendatang ini kemudian berasimilasi dengan suku Han dan menempati wilayah-wilayah tertentu. Itulah sebabnya suku Hui tersebar di Ningxia, Hainan, Gansu, Yunnan dan Qinghai. Daerah otonomi bagi suku Hui khususnya adalah Ningxia.

Suku Hui dikenal sebagai kelompok etnis Muslim di Tiongkok, dengan mayoritas pengikut agama Islam. Sampai saat ini sebagian besar anggota suku Hui masih tinggal di wilayah-wilayah di Tiongkok bagian barat laut sebagaimana leluhur mereka. Daerah barat laut ini di antaranya Xinjiang, Gansu, Ningxia, dan Qinghai, meskipun ada juga yang tinggal di wilayah-wilayah lain di Tiongkok.

Budaya suku Hui diwarnai oleh pengaruh agama Islam dan tradisi Tiongkok. Mereka mempertahankan tradisi kuliner halal dan sering kali memperkenalkan makanan khas mereka kepada masyarakat Tiongkok lainnya. Selain itu, banyak orang Hui yang juga mempertahankan tradisi seni dan kerajinan tangan, seperti seni kaligrafi dan ukiran kayu.

Meskipun mayoritas anggota suku Hui menganut Islam, mereka diakui secara resmi oleh pemerintah Tiongkok sebagai warga negara Tiongkok dan diatur oleh undang-undang yang sama dengan warga negara Tiongkok lainnya. Mereka juga memiliki hak yang sama dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan hak politik lainnya.

Suku Hui juga memiliki hubungan yang baik dengan kelompok etnis lain di Tiongkok, dan seringkali berinteraksi dengan masyarakat Tiongkok lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa perbedaan budaya dan agama kadang-kadang dapat menjadi sumber konflik dan ketegangan antara suku Hui dan masyarakat Tiongkok lainnya, terutama dalam situasi politik dan sosial yang sensitif.

Laksamana Cheng Ho: Keturunan Hui yang Sangat Kondang

Salah satu orang terkenal dari suku Hui adalah Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho atau Zheng He adalah seorang pelaut dan jenderal Tiongkok yang hidup pada abad ke-15. Dia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah maritim Tiongkok dan perjalanan lautnya yang luas ke Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika Timur, dan Semenanjung Arab.

Cheng Ho dikirim oleh Kaisar Yongle dari Dinasti Ming untuk menjalankan misi diplomasi, perdagangan, dan eksplorasi laut pada awal abad ke-15. Dia memimpin armada besar kapal laut yang terdiri dari ratusan kapal dan ribuan awak kapal, dan berhasil menaklukkan banyak kota dan negara yang dilaluinya. Cheng Ho juga dikenal sebagai pendiri kembali jalur sutra laut Tiongkok dan Arab, yang menjadi jalur perdagangan utama antara Tiongkok dan dunia luar selama berabad-abad.

Di Indonesia pun banyak masjid yang merekam kontribusi Laksamana Cheng Ho di berbagai wilayah. Memorisasi ini diabadikan dalam bentuk masjid perpaduan unsur Islam dan Tionghoa.

Salah satu masjid tersebut terletak di Surabaya. Masjid Cheng Ho yang terletak di kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia ini didedikasikan untuk mengenang perjalanan Cheng Ho dalam membawa agama Islam ke Tiongkok dan daerah sekitarnya pada abad ke-15. Masjid Cheng Ho memiliki arsitektur yang unik, dengan gaya tradisional Tiongkok dan Islam yang digabungkan dalam desain bangunannya. Selain itu, ada juga Masjid Cheng Ho di Pasuruan, Jawa Timur dan Palembang, Sumatera Selatan. (*NAFF)


메타데이터
post_id
cca880d00006
slug
mengenal-suku-hui-etnis-muslim-di-tiongkok-cca880d00006
url
https://medium.com/@firdarobbani/mengenal-suku-hui-etnis-muslim-di-tiongkok-cca880d00006
canonical_url
https://medium.com/@firdarobbani/mengenal-suku-hui-etnis-muslim-di-tiongkok-cca880d00006
author_url
https://medium.com/@firdarobbani
status
ok
fetched_at
2026-06-29 01:02:39