Muqaddimah quarter +1 century
Fikiran yang berbeda dari tahun lalu—tak acuh menjadi acuh
Muqaddimah quarter +1 century
Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Puji serta syukur kehadirat Allah Yang Maha Ghaffur. Selawat serta salam biar saya curah limpahkan kepada baginda nabi seluruh alam, Nabi Muhammad SAW. Amma Ba’du. Hadirin sidang pembaca yang saya kenal maupun tiada terkenali.
Pertama-tama dan yang paling utamanya ingin saya sampaikan kepada sidang pembaca nan budiman. Juga sidang ruang waktu penuh perkiraan, yang mana semesta ini masih belum memberikan sebuah kejelasan. Terlebih takdir Allah yang menunggu saat yang tepat untuk membocorkan rahasia-Nya. Ialah salah satu ayat dari lagu “Who Knows” karya Daniel Caesar:
Lately I’ve been thinking about my precarious future
Dimana saya tafsirkan sebagai — kekhawatiran seseorang pada masa depan cerahnya, berharganya, dan impiannya kelak.
Saya khawatir jikalau jutaan doa' terpanjat kemarin menolak hadir di tahun ini. Saya khawatir jikalau ribuan harapan terudara tahun lalu menunda kesempatan saya untuk bahagia di tahun ini. Saya khawatir jikalau ratusan langkah terlampaui sebelum-sebelumnya mengecewakan hasil dari jerih payah saya di tahun ini. Saya khawatir.
Cikal bakal tertulis, terciptanya, dan adanya sidang ini, disebabkan oleh seorang tenaga pendidik sekaligus pengampu mata pelajaran sosiologi — Bu Elis. Tepatnya dua jam terakhir di kegiatan belajar mengajar kemarin — Selasa, 13 Desember 2026, Bu Elis meminta seluruh muda-mudi kelas saya untuk menuliskan tiga harapan terbesar di tahun ini yang dibagi berpoin-poin.

Sosiology’s notebook
Di sana tertera bahwasanya saya menuliskan: diterima di Universitas Indonesia jurusan Komunikasi, termasuk siswa Eligible, dan memulai langkah untuk bisa kuliah di luar negeri, sebagai harapan terbesar saya di tahun ini. Dan untuk harapan-harapan kecil lainnya yang tidak tertulis maupun belum terbesit untuk diharapkan, akan segera saya catat dan wujudkan. Insha Allah.
Wa Akhiru Jalsa’nal Hamdulillah. Demikian yang perlu saya suratkan, kemudian ditutup dengan dua ayat dari lagu “All I Ask” milik Adele:
Like we’re not scared of what is coming next Or scared of having nothing left
Wallahu Ma’afiq Illa Aqwam Bitharriq. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh[]
메타데이터
- post_id
- cd65bc33aee5
- slug
- muqaddimah-quarter-1-century-cd65bc33aee5
- url
- https://medium.com/@jibrilwaranggana1/muqaddimah-quarter-1-century-cd65bc33aee5
- canonical_url
- https://medium.com/@jibrilwaranggana1/muqaddimah-quarter-1-century-cd65bc33aee5
- author_url
- https://medium.com/@jibrilwaranggana1
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 17:08:27