Pentingnya Melihat dari Sudut Pandang yang Berbeda
Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan oleh sebuah video singkat yang menampilkan seorang…
Photo by Caitlin Oriel on Unsplash
Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan oleh sebuah video singkat yang menampilkan seorang satpam memukul seekor anjing penjaga di sebuah pusat perbelanjaan besar di Jakarta. Videonya hanya berdurasi beberapa detik, tapi cukup untuk memicu gelombang kemarahan. Nama satpam itu, Nasarius, seketika menjadi bahan pembicaraan publik. Kecaman datang dari berbagai arah, tuntutan agar ia dipecat mengalir deras. Semua terjadi begitu cepat, seperti bara api yang tiba-tiba disiram bensin.
Namun, seperti langit yang berubah warna tanpa aba-aba, cerita itu perlahan bergeser. Dari penjelasan yang muncul kemudian, diketahui bahwa kejadian itu tidak sesederhana yang terlihat di layar. Nasarius mengatakan, ia memukul anjing tersebut karena sedang berusaha melepaskan seekor anak kucing dari gigitannya. Ia mengaku tindakannya lahir dari rasa panik, bukan kebencian. Setelah dilakukan mediasi, ia batal dipecat, meskipun pihak pengelola tetap mengakhiri kerja sama dengan vendor keamanan tempatnya bekerja.
Kita bisa saja tetap tidak setuju dengan caranya. Kita mungkin merasa ada banyak pilihan lain yang lebih baik ketimbang memukul. Tapi peristiwa ini menjadi pengingat bahwa apa yang kita lihat belum tentu keseluruhan cerita. Kamera tidak merekam detik-detik sebelum kejadian, atau rasa panik yang muncul di tengah situasi mendesak. Kita hanya melihat potongan, lalu menyimpulkan seolah-olah kita memahami semuanya.
Melihat dari sudut pandang yang berbeda bukan berarti membenarkan kesalahan. Namun, itu memberi ruang untuk memahami mengapa sesuatu terjadi. Setiap tindakan punya latar belakang, setiap orang punya cerita yang tak selalu terlihat. Memahami tidak sama dengan menyetujui, tapi setidaknya mencegah kita menghakimi dengan tergesa-gesa.
Di era digital ini, kita terbiasa menilai secepat jempol mengetik. Kita marah sebelum bertanya, menghukum sebelum mendengar. Padahal, hidup tidak pernah sesingkat video puluhan detik. Ia penuh konteks, penuh nuansa, dan penuh sisi yang tak tertangkap oleh kamera. Maka sebelum kita menghakimi orang lain, ada baiknya kita mengambil jeda dan bertanya pada diri sendiri:
Apakah aku sudah benar-benar melihat semuanya?
메타데이터
- post_id
- cdc60b839e68
- slug
- pentingnya-melihat-dari-sudut-pandang-yang-berbeda-cdc60b839e68
- url
- https://medium.com/@ferdyzakaria/pentingnya-melihat-dari-sudut-pandang-yang-berbeda-cdc60b839e68
- canonical_url
- https://medium.com/@ferdyzakaria/pentingnya-melihat-dari-sudut-pandang-yang-berbeda-cdc60b839e68
- author_url
- https://medium.com/@ferdyzakaria
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 14:55:56