Irama, Rupa, dan Aksara
Mencintai paling abadi menurutku adalah lewat hal yang terkadang tak mampu orang awam pahami. Seperti, saat berkencan dengan seorang…
Irama, Rupa, dan Aksara
Mencintai paling abadi menurutku adalah lewat hal yang terkadang tak mampu orang awam pahami. Seperti, saat berkencan dengan seorang musisi, kau akan merasa hidup dibalik lirik lagu yang ia buat. Bahkan rasanya, ia akan mengeluarkan jiwa kasih melalui syair nya kala itu.
Di pukul 02.00 dini hari, ketika dunia terasa sunyi. Ia mengambil kertas yang ada di ruangan nya. Menulis isi hati dan pikirannya. Lalu ia sampaikan melalui nada dan simfoni yang dibuat begitu merdunya. Lazuardi Jiwa kagum pada hasil karya nya, mereka berpikir. “Oh, itu hanya sebuah lirik lagu yang ingin dipasarkan ke khalayak umum, mungkin supaya pendengar merasa bahwa itu adalah hal yang menarik di dalam dunia musik.” Padahal kau tahu sayang? Itu adalah Ruang Kedap yang ditujukan untuk seorang terkasih.
Jikalau kau merajut kasih dengan seorang pelukis, maka seakan tiap denyut nadimu akan mengalir bersama sapuan kuas yang menghidupkan kanvas. Engkau tidak lagi sekadar raga; engkau adalah komposisi warna, binar cahaya, dan lekuk garis yang ia abadikan agar waktu tak mampu menghapus parasmu. Kau abadi di dalam karya nya. Kasih ini tumbuh menjadi labirin tanpa pintu keluar, di mana waktu tersesat dan tak pernah menemukan jalan untuk mengakhirinya.
Setiap lukisan yang tampak seperti surga, bahkan yang abstrak. Justru itu letak seru nya. Kau akan menebak dan berpikir “Apa maksud karya ini?.” Dan kau akan berkata bahwa itu terlihat kabur. Maka dari itu, cobalah belajar untuk membaca suatu simbol ataupun makna yang fana, yang cara pengaplikasian nya berbeda dengan cara orang menyatakan cinta.
Lalu, jika kau berkencan dengan seorang penyair, mungkin kau akan menjadi puisi itu sendiri. Mereka tidak hanya merasakan sakit, mereka membedahnya; mengubah perih menjadi hal yang terbaca dramatis atau bait sajak yang menusuk sukma agar rasa itu tidak terbuang sia-sia. Rasa sakit itu sengaja dibuat tidak jelas dan penuh teka-teki, memaksa jiwa-jiwa yang tergesa untuk berhenti sejenak dan menyelami palung sukma sang penyair.
Namun kau tahu sayang? Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk memberikan dan menyatakan cinta kepada sang terkasih. Beberapa orang menuliskannya, beberapa orang melukisnya, dan beberapa orang mengatakannya lewat kata yang tak bisa ditebak artinya. Melalui hal-hal yang terkecil dan terasa abadi, kau tidak harus mencintai seperti orang lain.
Cintai saja mereka dengan cara terbaik mu. Yang dilihat bukan bagaimana cara kamu terlihat mencintai keabadian seperti orang lain, namun yang dilihat adalah niat, ketulusan, kesetiaan, dan usaha mu bagi yang tercinta. Karena orang yang tepat tidak akan memintamu untuk menjadi orang lain hanya untuk merasa dicintai.
Ke mana pun langkahmu membawamu pergi, dan menjadi wujud apa pun kau di masa depan nanti, kasih ini akan tetap menjadi akar yang memeluk bumi. Ia adalah sebuah repetisi tanpa jemu yang akan selalu menemukan jalan pulang, sebab cinta yang nirakhir hanya akan terasa tepat saat ia melabuhkan seluruh maknanya tepat di palung sukmamu.
Meski engkau menjelma asing di mata orang-orang atau menjadi peziarah waktu yang melintasi ribuan cakrawala, rasa ini tidak akan pernah kadaluwarsa. Ia adalah sebuah dedikasi tanpa jeda yang telah dijahit oleh takdir; sebuah ketetapan yang akan selalu terasa pas, karena sejak awal ia memang hanya diciptakan untuk mengetuk selasar sanubarimu.
메타데이터
- post_id
- cddbb55bb1a8
- slug
- irama-rupa-dan-aksara-cddbb55bb1a8
- url
- https://medium.com/@dilabadoobee/irama-rupa-dan-aksara-cddbb55bb1a8
- canonical_url
- https://medium.com/@dilabadoobee/irama-rupa-dan-aksara-cddbb55bb1a8
- author_url
- https://medium.com/@dilabadoobee
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-21 15:33:18