Malioboro Penyimpan Rindu.
Semoga dirimu selalu utuh.

Malioboro, semoga selalu berkembang.
Di sepanjang Malioboro, tanpa pernah benar benar dipahami setiap orang, selalu ada serpihan rindu yang tumbuh diam-diam—seperti akar yang menyusup ke dalam tanah, tak terlihat namun terus hidup. Setiap langkah yang ku tinggalkan di atas trotoarnya, setiap detik yang berlalu dibawah langitnya, tanpa sengaja menjelma sebagai kenangan-kenangan manis yang mengendap di sela ingatan.
Aku tidak sedang meromantisasi Jogja, atau kota manapun yang kutemui.
Sebab bagiku, sebuah kota hanyalah latar; sementara yang membuatnya abadi adalah seseorang yang pernah hidup di dalamnya. Dan di setiap sudut yang kusinggahi, selalu ada jejakmu yang terselip–seperti bunga kering di antara halaman-halaman buku yang kubawa, tetap tinggal, tetap utuh, meski musim telah lama berganti.
메타데이터
- post_id
- cde0a4ef4a4a
- slug
- malioboro-penyimpan-rindu-cde0a4ef4a4a
- url
- https://medium.com/@bermuarara/malioboro-penyimpan-rindu-cde0a4ef4a4a
- canonical_url
- https://medium.com/@bermuarara/malioboro-penyimpan-rindu-cde0a4ef4a4a
- author_url
- https://medium.com/@bermuarara
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 16:30:55