Oposan Mental Miskin Jadi Pahlawan Ekonomi Negeri
Pahlawan, merupakan kata yang mengandung makna banglas. Masing-masing individu memiliki opini mengenai pemahaman dari arti kata ini. Jika…
Oposan Mental Miskin Jadi Pahlawan Ekonomi Negeri

Menjadi Pahlawan dengan Keberanian Memulai Usaha
Pahlawan, merupakan kata yang mengandung makna banglas. Masing-masing individu memiliki opini mengenai pemahaman dari arti kata ini. Jika catatan sejarah dibuka, tepatnya pada masa merebut kemerdekaan, orang yang berjuang hingga darah penghabisan layak disandangi gelar pahlawan. Ribuan pejuang yang gugur di medan perang, melepaskan jiwa raganya demi terbebas dari penjajahan. Tak terhitung pula pejuang yang membaktikan adicitanya melalui jalur diplomasi pun strategi.
Namun, bagaimana dengan hari ini? Kita tidak sedang berperang ataupun menyusun strategi melawan kolonialis. Apakah untuk menjadi pahlawan harus memiliki syarat serupa? Tentu tidak. Menurut opini pribadi namun realistis, menjadi pahlawan tidak terbatas hanya melakukan pengorbanan untuk orang lain. Berbuat baik kepada diri sendiri juga merupakan tindakan yang mencerminkan sifat kepahlawanan. Penerapannya tentu dengan membuat diri sendiri menjadi lebih berkualitas sehingga dapat menyelesaikan polemik yang ada di kepentingan khalayak. Menilik permasalahan terkini, pastilah tak asing dengan dilema ekonomi yang tak kunjung berakhir.
Bersyukurlah menjadi warga nusantara yang dipedulikan oleh bangsa. Sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan di negeri tercinta, Kementerian Sosial Republik Indonesia meluncurkan pilot project Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) berbentuk bantuam dana non-tunai berbentuk barang usaha senilai Rp 6 juta. Mereka yang boleh turut serta adalah para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Memang sifatnya bukanlah jangka panjang atau berkelanjutan. Namun, negara tidak tidak akan menghapus nama KPM dari DTKS sehingga jika sewaktu-waktu mereka terkena musibah, akan memungkinkan untuk diberi bansos lainnya.
Walau demikian, banyak yang masih dibuat dilema oleh program luar biasa ini. Pasalnya penerima bantuan tersebut harus berani mengambil konsekuensi untuk dinonaktifkan bantuan sosialnya yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Nyatanya akar masalahnya ada di mental miskin yang ingin selalu diberi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebenarnya sudah banyak kasus bantuan salah sasaran. Hal ini dapat dilihat pada fenomena ribuan ASN yang terindikasi menerima berbagai jenis bantuan sosial yang bukan menjadi haknya. Sadarlah! Masih banyak yang lebih membutuhkan.
Sekali lagi, tidaklah sulit melakukan perubahan dan menjadi pahlawan kesenjangan nusantara. Tak perlu berjuang demi ekonomi seluruh warga layaknya Robin Hood, Sarip Tambak Oso dari Jawa, The Water Margin dari China, Kayamkulam Kochunni dari India, maupun Janyšek dari Slovakia. Beranikanlah diri Anda mengambil tantangan. Entaskan kemiskinan, enyahkan mental duafa. Mari bangkit bersama membangun bangsa dengan menjadi pahlawan ekonomi nusantara.
메타데이터
- post_id
- ceb3edb31d72
- slug
- oposan-mental-miskin-jadi-pahlawan-ekonomi-negeri-ceb3edb31d72
- url
- https://medium.com/@bulanch/oposan-mental-miskin-jadi-pahlawan-ekonomi-negeri-ceb3edb31d72
- canonical_url
- https://medium.com/@bulanch/oposan-mental-miskin-jadi-pahlawan-ekonomi-negeri-ceb3edb31d72
- author_url
- https://medium.com/@bulanch
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 23:31:39