Tips Hemat Listrik Saat Cuaca Panas
Mau tahu rahasia rumah tetap adem tanpa bikin listrik boros selama musim kemarau? Temukan tips lengkapnya di artikel ini!
Tips Hemat Listrik Saat Cuaca Panas
Mau tahu rahasia rumah tetap adem tanpa bikin listrik boros selama musim kemarau? Temukan tips lengkapnya di artikel ini!

Mengatur suhu AC ideal pada kisaran 24°C–27°C efektif menjaga kenyamanan ruangan sekaligus menghemat energi. Sumber: Antaranews.com
Smartcitizen, belakangan ini kamu mungkin merasa udara di Jakarta terasa lebih panas dari biasanya. Siang hari terasa lebih terik, malam pun masih menyisakan gerah yang membuat waktu beristirahat kamu sedikit kurang nyaman. Kalau kamu memperhatikan berita, fenomena hawa panas juga sedang melanda benua Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memberi beberapa anjuran kesehatan termasuk menghindari aktivitas berat di saat cuaca panas, mencari tempat teduh, dan menghabiskan dua hingga tiga jam di ruangan bersuhu dingin.

BMKG memprediksi cuaca panas masih akan melanda Jakarta beberapa bulan ke depan. Sumber: Jakarta Smart City
Nah, saat berada di rumah, rasa gerah sering kali membuat kamu secara refleks mencari cara instan agar ruangan kembali sejuk, seperti menyetel AC di suhu paling rendah atau membiarkan kipas angin tetap menyala seharian. Kebiasaan yang terkesan sepele ini tanpa disadari membuat penggunaan listrik ikut meningkat, hingga akhirnya memicu kejutan saat kamu melihat tagihan listrik di akhir bulan.
Baca juga: Siaga Kemarau, Apa Itu Godzilla El Nino?
Kabar baiknya, kamu tidak harus mengorbankan kenyamanan atau menahan gerah di dalam rumah demi menghemat pengeluaran. Lewat beberapa penyesuaian kecil, kamu tetap bisa menjaga ruangan selalu adem tanpa harus takut dompet kebobolan di akhir bulan. Penasaran bagaimana caranya? Yuk, simak tips lengkapnya di artikel ini.
Kenapa Listrik Lebih Boros Saat Cuaca Panas?
Saat cuaca sedang terik, menjaga rumah agar tetap sejuk memang membutuhkan energi yang lebih besar, lho, Smartcitizen. Ketika suhu di luar meningkat, panas akan merambat masuk ke dalam ruangan melalui atap, dinding, hingga celah-celah kecil di jendela rumah kamu. Kondisi ini membuat perangkat pendingin seperti AC perlu bekerja lebih lama untuk mempertahankan suhu ruangan agar tetap sejuk.
Selain itu, semakin besar perbedaan suhu udara di luar ruangan dengan angka yang kamu pasang pada remot, semakin keras juga kerja mesin AC. Kompresor di dalamnya harus terus berputar untuk mendinginkan ruangan, sehingga penggunaan listrik pun cenderung meningkat. Hal inilah yang membuat tagihan listrik sering kali ikut naik saat cuaca panas, meskipun aktivitas sehari-hari kamu di rumah tidak banyak berubah.
Langkah Hemat Listrik yang Bisa Kamu Coba
Smartcitizen, berikut adalah beberapa kebiasaan sederhana yang bisa langsung kamu coba di rumah agar tagihan listrik tetap aman selama musim kemarau.
Manfaatkan Udara Sejuk Pagi Hari
Banyak dari kita terbiasa membuka jendela sepanjang hari dengan harapan angin dapat membantu mendinginkan rumah atau kamar. Padahal, saat musim kemarau, cara yang lebih efektif adalah memanfaatkan udara yang masih cukup sejuk pada pagi hari. Kamu bisa membuka jendela setelah bangun tidur untuk membantu sirkulasi udara dan mengurangi panas yang terperangkap di dalam rumah.
Setelah matahari mulai terasa terik, tutup kembali jendela dan tirai untuk mengurangi masuknya panas dari luar. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk sehingga mengurangi penggunaan kipas angin atau AC secara berlebihan.
Atur Suhu AC dengan Bijak
Ketika baru sampai di rumah dalam kondisi kegerahan, refleks pertama kita biasanya langsung mengubah setelan remote AC ke angka 16 derajat celsius. Padahal, kebiasaan ini tidak selalu membuat ruangan lebih cepat dingin. Sebaliknya, AC justru perlu bekerja lebih keras untuk mencapai dan mempertahankan suhu yang sangat rendah, terutama ketika cuaca di luar sedang panas.

Hindari kebiasaan menyetel AC langsung pada suhu terendah demi mencegah lonjakan konsumsi listrik harian. Sumber: RRI.co.id
Agar penggunaan listrik lebih hemat, cobalah mengatur suhu AC pada kisaran 24–27°C. Rentang suhu ini umumnya sudah cukup nyaman untuk beraktivitas maupun beristirahat di iklim tropis seperti Indonesia. Selain membantu mengurangi beban kerja AC, pengaturan suhu yang lebih tepat juga dapat menjaga konsumsi listrik tetap terkendali tanpa mengurangi kenyamanan di rumah
Tutup Pintu dan Jendela Saat AC Menyala
Menyalakan AC saat pintu atau jendela masih terbuka dapat membuat proses pendinginan menjadi kurang optimal. Udara sejuk dari dalam ruangan dapat keluar, sementara udara panas dari luar masuk dan menambah beban pendinginan. Akibatnya, AC membutuhkan lebih banyak waktu dan energi untuk mencapai suhu yang kamu inginkan.
Karena itu, pastikan Smartcitizen selalu menutup rapat pintu dan jendela sebelum menyalakan AC. Jika terdapat celah pada pintu atau jendela, kamu juga bisa memasang door seal atau pelapis karet untuk membantu mengurangi kebocoran udara. Semakin sedikit udara dingin yang keluar, semakin mudah bagi AC mempertahankan suhu ruangan yang nyaman.
Rutin Membersihkan Filter Udara
Smartcitizen, kapan terakhir kali kamu membersihkan filter AC di rumah? Debu yang menumpuk pada filter dapat menghambat aliran udara dan membuat kinerja AC menurun, lho. Saat hal ini terjadi, AC perlu bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan sehingga penggunaan listrik pun bisa meningkat.
Baca juga: Mau Cek Kualitas Udara di Jakarta? Pakai JAKI Aja!
Selain berpengaruh pada konsumsi energi, filter yang kotor juga dapat membuat debu lebih mudah bersirkulasi di dalam ruangan. Karena itu, membersihkan filter secara rutin tidak hanya membantu menjaga performa AC tetap optimal dan menghemat listrik, tetapi juga mendukung kualitas udara di rumah agar tetap nyaman untuk beraktivitas maupun beristirahat.
Atur Waktu Penggunaan Peralatan Penghasil Panas
Peralatan rumah tangga seperti setrika, oven, microwave, dan penanak nasi menghasilkan panas saat digunakan. Panas ini dapat menambah suhu di dalam ruangan, terutama jika digunakan pada siang hari ketika cuaca sedang terik. Jika AC menyala pada saat yang sama, kebutuhan pendinginan pun akan meningkat karena AC harus mengimbangi panas tambahan tersebut. Untuk membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan penggunaan energi lebih efisien, pertimbangkan menggunakan peralatan penghasil panas di luar jam-jam terpanas atau di ruangan yang tidak berpendingin udara.
Gunakan Kipas Angin untuk Membantu Kerja AC
Kalau suhu AC 24 derajat celsius masih terasa kurang sejuk, jangan terburu-buru menurunkannya, Smartcitizen. Coba nyalakan kipas angin dengan kecepatan rendah atau sedang untuk membantu menyebarkan udara dingin ke seluruh ruangan. Selain membuat ruangan terasa lebih nyaman, aliran udara dari kipas juga membantu kulit merasakan sensasi dingin yang merata.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kipas angin dapat membantu tubuh merasakan kesejukan yang optimal meski angka pada remote AC tidak disetel terlalu rendah, sehingga AC tidak perlu bekerja terlalu berat. Karena konsumsi listrik kipas jauh lebih kecil dibanding AC, kombinasi keduanya bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga rumah tetap nyaman sekaligus lebih hemat energi.
Matikan Sakelar AC Saat Tidak Digunakan dalam Waktu Lama
Tahukah kamu? Setelah dimatikan menggunakan remot, AC sebenarnya tidak sepenuhnya mati. Perangkat tersebut masuk ke dalam mode siaga (standby mode) yang tetap mengonsumsi sedikit daya listrik untuk mendeteksi sinyal remot.

Mematikan sakelar saat bepergian lama efektif menghentikan pemborosan energi akibat beban daya siaga (phantom load). Sumber: Instagram @jsclab
Jika kamu berencana meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, seperti pergi berlibur atau mudik, sebaiknya cabut stop kontak atau matikan sakelar utama AC kamu. Langkah ini tidak hanya menghentikan aliran listrik yang terbuang sia-sia (phantom load), tetapi juga melindungi komponen elektronik AC dari risiko kerusakan akibat korsleting atau lonjakan arus listrik saat rumah sedang kosong.
Langkah Kecil untuk Jakarta yang Berkelanjutan

Mengurangi ketergantungan pada alat pendingin ruangan sejak pagi hari membantu menekan beban konsumsi energi listrik Jakarta. Sumber: Instagram @jsclab
Smartcitizen, menjaga rumah tetap nyaman saat cuaca panas ternyata tidak selalu harus diikuti dengan penggunaan listrik yang berlebihan, lho. Melalui kebiasaan mengatur penggunaan AC, memanfaatkan sirkulasi udara, hingga menggunakan peralatan rumah tangga dengan lebih bijak, kamu bisa tetap merasa sejuk, menghemat pengeluaran, serta mewujudkan Jakarta yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Langkah-langkah kecil ini mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dilakukan bersama oleh jutaan warga Jakarta, dampaknya bisa menjadi jauh lebih besar. Hal ini pernah terlihat dalam Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 13 Juni 2026. Dalam satu jam Gerakan bersama mematikan lampu, penggunaan listrik berhasil ditekan hingga 75,18 MWh, sekaligus menurunkan emisi karbon sebesar 60,14 ton CO₂e dan menghemat biaya listrik lebih dari Rp108 juta.

Pantau fitur Berita di aplikasi JAKI untuk informasi seputar lingkungan dan inovasi Jakarta. Sumber: Jakarta Smart City.
Smartcitizen, kalau kamu ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar tips hemat energi, aksi lingkungan hidup, dan berbagai program inovatif Pemprov DKI Jakarta lainnya, kamu bisa mengikuti media sosial Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta di @dinaslhdki, akun Instagram Jakarta Smart City di @jsclab atau fitur Berita di aplikasi JAKI. Aplikasi super ini bisa kamu unduh secara gratis di Google Play Store dan App Store.
Yuk, mulai terapkan satu kebiasaan hemat energi dari rumah kamu hari ini dan jadilah bagian dari langkah bersama menuju Jakarta yang berkelanjutan!
메타데이터
- post_id
- cefc9f01be1b
- slug
- tips-hemat-listrik-saat-cuaca-panas-cefc9f01be1b
- url
- https://medium.com/jakartasmartcity/tips-hemat-listrik-saat-cuaca-panas-cefc9f01be1b
- canonical_url
- https://medium.com/jakartasmartcity/tips-hemat-listrik-saat-cuaca-panas-cefc9f01be1b
- author_url
- https://medium.com/@budiavolk
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 02:06:09