Apakah Pria Lebih Mudah Berselingkuh?
Pembahasan mengenai siapa yang sering berselingkuh antara pria atau wanita, tentu tidak akan pernah ada habisnya. Anda yang merupakan pria…
Apakah Pria Lebih Mudah Berselingkuh?
Photo by Fotos on Unsplash
Pembahasan mengenai siapa yang sering berselingkuh antara pria atau wanita, tentu tidak akan pernah ada habisnya. Anda yang merupakan pria tentu saja bisa mengatakan bahwa wanitalah yang sering berselingkuh. Begitu pun sebaliknya.
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu bersandar dengan data dan hasil survei yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga riset. Mari kita mulai dari:
- Institute for Family Studies tahun 2018 di Amerika Serikat mengadakan Survei Sosial Umum yang dari hasil survei ini didapatkan sekitar 20% pria pernah melakukan hubungan seks dengan orang lain di luar pasangan menikah. Angka ini lebih banyak 7% dari pihak wanita.
- Current Research Journal of Social Sciences mengatakan bahwa dari tahun 1991 hingga 2018, terdapat 23% pria mengaku pernah berselingkuh, dan 12% wanita melakukan itu.
Dari temuan di atas, Anda mungkin dapat menyimpulkan bahwa prialah gender yang paling sering berselingkuh. Lantas, apakah benar dapat disimpulkan begitu saja?
Pria dan Wanita Mulai Berimbang
Tentu tidak. Akurasi data akan survei di atas tergantung dari banyak faktor. Mulai dari ukuran sampel yang digunakan, lokasi pengambilan data, faktor lingkungan, dan lain sebagainya.
Sumber lain, yakni dari aplikasi kencan JustDating mengungkapkan bahwa persentase wanita yang berselingkuh di Indonesia lebih tinggi 10% dibanding pria. Apakah ini artinya wanita lebih mudah berselingkuh?
Tentu tidak, bukan.
Menariknya, studi dalam Current Opinion in Psychology menemukan bahwa pria dan wanita memiliki tingkat perselingkuhan yang nyaris sama.
Studi ini tentu saja membukakan kita akan praduga baru di mana wanita cenderung enggan mengakui perselingkuhan dibandingkan dengan pria.
Tammy Nelson, penulis buku When You’re The One Who Cheats, mengungkapkan bahwa banyak hubungan wanita di luar pasangannya yang tidak terungkap.
Hal ini terbilang “wajar”, karena menurutnya wanita sering mendapatkan penghakiman publik yang lebih besar ketika ketahuan berselingkuh.
Jika ditilik lebih dalam, perasaan untuk mudah mengakui kesalahan memang cenderung dimiliki oleh pria. Wanita yang berselingkuh dikatakan memiliki rasa yang lebih dalam dan jauh lebih nekat.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Anggia Chrisanti, konselor dan terapis psikologi di Biro Psikologi Westaria. Dikutip dari Tempo.co, ia mengatakan:
“Laki-laki akan bertindak sesuai pemikiran, sedangkan perempuan berdasarkan perasaan. Dan ini pun berpengaruh pada sikap laki-laki atau perempuan dalam berselingkuh. Kalau pada laki-laki, pemikiran untuk berselingkuh itu bisa berubah atau terganggu dengan kesibukan lain misalnya pekerjaan, sedangkan pada wanita, perilaku untuk berselingkuh akan lebih sulit untuk berubah karena ia bertindak atas perasaannya. Makanya kalau perempuan berselingkuh itu memiliki rasa yang jauh lebih dalam, lebih parah, lebih berani dan lebih nekat. Bahkan kalau dia sampai merasakan banyak manfaat dari perilaku berselingkuh, bukan tidak mungkin dia akan melakukannya berulang kali”
Selingkuh Tidak Sekadar Masalah Gender
Detektif Jessica, Detektif Perselingkuhan yang sering disebut juga sebagai Detektif Cinta mengatakan bahwa perselingkuhan bukan hanya soal gender.
Lebih dari itu, perselingkuhan bisa terjadi karena sebab yang kompleks.
Secara umum, Detektif Jessica membagi sebab perselingkuhan ini dalam empat faktor utama. Empat faktor tersebut adalah:
- Faktor Emosional dan Psikologis, contohnya seperti ego dan harga diri yang tidak kunjung dipenuhi oleh pasangan, gangguan kepribadian, dan lain sebagainya.
- Faktor Hubungan, contohnya seperti ketidakpuasan seksual, kebosanan akan rutinitas harian, konflik yang tidak urung selesai, dan lain sebagainya.
- Faktor Situasional, contohnya seperti pengaruh dari teman, masalah ekonomi di mana perselingkuhan dapat menjadi jalan mendapatkan jaminan materi, hubungan jarak jauh, dan lain-lain.
- Faktor Balas Dendam. Perselingkuhan sering dijadikan ajang balas dendam ketika pasangan pernah berselingkuh atau menyakiti sebelumnya.
Fokus Pada Penguatan Hubungan Bukan Hanya Saling Curiga
Sebagai pasangan terlebih yang dipersatukan dalam bahtera rumah tangga, penting untuk selalu merawat kepercayaan satu sama lain.
Detektif Jessica yang sudah malang melintang menyelidiki berbagai kasus perselingkuhan, mulai dari artis, pejabat, dan orang biasa, tentu saja memiliki banyak jawaban mengapa orang-orang berselingkuh.
Tetapi, ia menjelaskan bahwa terlalu fokus pada penyebab perselingkuhan, hanya akan menjadikan diri paranoid atau bahkan merasa lebih baik dari pasangan. Baginya, penting untuk menanamkan rasa saling mengisi satu sama lain.
Ibarat botol bertemu dengan tutupnya, semua hal harus didasari akan rasa percaya dan keimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik agar hubungan Anda dengan pasangan awet dari Detektif Jessica:
- Menjaga komunikasi agar selalu terbuka dan jujur.
- Membangun kepercayaan dan komitmen yang kuat.
- Merawat keintiman dan hubungan.
- Menghargai pendapat dan mendukung pasangan.
- Membatasi interaksi yang tidak diperlukan dengan mereka yang bukan pasangan.
Lalu, apa jadinya jika Anda menemukan pasangan Anda mulai suka berbohong dan sering menutupi-nutupi komunikasinya, terutama dengan smartphonenya?
Jangan gegabah dan langsung menuduh.
Tenangkan pikiran Anda terlebih dahulu lalu konsultasikan masalah dengan **Detektif Perselingkuhan Berpengalaman Detektif Jessica**. Anda bisa menghubunginya melalui WhatsApp: 0813–1212–1259/0812–9763–1259 sekarang juga!
메타데이터
- post_id
- cf6c72999243
- slug
- apakah-pria-lebih-mudah-berselingkuh-cf6c72999243
- url
- https://medium.com/@andrimarzaakhda/apakah-pria-lebih-mudah-berselingkuh-cf6c72999243
- canonical_url
- https://medium.com/@andrimarzaakhda/apakah-pria-lebih-mudah-berselingkuh-cf6c72999243
- author_url
- https://medium.com/@andrimarzaakhda
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 08:18:29