← Back to list

Pencarian Minat

Ya, judul itu memang terkesan cukup serius, tapi jangan kau berharap mendapatkan pengalaman membaca jurnal, berita harian, atau artikel…

Pembangun Jembatan · 2026-02-10 06:46 · 3 claps · 2.5 min read
#konsultan-minat-bakat #work #cerita-pekerja #gen-z #kehidupan
Open on Medium ↗

Pencarian Minat

pixabay.com/suky6661

pixabay.com/suky6661

Ya, judul itu memang terkesan cukup serius, tapi jangan kau berharap mendapatkan pengalaman membaca jurnal, berita harian, atau artikel edukasi setelah selesai pada kata terakhir dari salah satu “dokumen penting negara” ini, setidaknya penting bagi salah satu penduduknya, akulah satu orang itu.

Apa yang kau lakukan pagi hari ini? Apakah sedang berdesakan pada gerbong-gerbong kereta cepat dalam kota, atau mungkin sedang menikmati kopi hangat di teras rumah, bisa jadi pagi ini kau baru pulang dari lelahnya semalaman bekerja karena dapat shift 3, pula bukan tidak mungkin kau sedang berada diatas motormu dengan memakai rompi hijau dan baru selesai mengantarkan customer ke tempat tujuan.

Sampai kalimat ini, ada beberapa kemungkinan yang pasti kau tidak lakukan di pagi hari ini, yaitu mengatur lalu lintas, mengamankan unjuk rasa, berada pada kursi belakang mobil dinas lengkap dengan pengawalan, atau hanya sekadar membersihkan moncong senjata.

Pelaku kegiatan-kegiatan tersebut kurasa tidak sudi untuk membaca tulisan yang memuakan ini, atau sudah muak dengan baca-tulis, atau bukan sebuah minat dari mereka? Setidaknya sampai sini masih linear dengan judul serius diatas.

“Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang melakukan apa saja yang mereka inginkan jika bisa bebas memilih” — Elizabeth Hurlock (2018:114)

Sial, denganku mengutip jurnal, tulisan ini terkesan menjadi serius. Jadi, mari kita ambil korelasinya saja. Pertama, setelah kumanfaatkan gadget dalam menelusuri penulis kudapatkan bahwa: Hurlock, adalah seorang akademisi dari Amerika Serikat yang secara produktif menulis jurnal tentang perkembangan psikologi dan jurnal-jurnalnya itu menjadi rujukan klasik nan rutin bagi para akademisi psikologi. Ada beberapa hal menarik dari informasi ini, penulis tumbuh dan berkembang di negara yang umum diklasifikasikan menjadi negara maju atau agar lebih santai adalah negara dengan sebutan “admin dunia” saat ini.

Kedua, dengan perhatian tetap pada kalimat “bisa bebas memilih”, tentu ada kalimat “melakukan apa saja yang mereka inginkan” dimana ada sesuatu yang janggal kurasakan ketika menghubungkan kata “minat” dan “bebas memilih”.

Lalu, mari kita hubungkan, apa minatmu dan apa yang kau lakukan pagi hari ini?

Tentu, akan banyak sekali sanggahan di kepalamu setelah pertanyaan tersebut. Tapi, ada hal yang tidak bisa kau elakan, mengapa harus berdesakkan di kereta pertama pagi ini untuk berangkat kerja jika minatmu tinggal di pedesaan yang damai, juga kenapa kau seka keringatmu setelah semalaman shift 3 jika minatmu adalah untuk menjadi atlet sepakbola profesional, mengapa kau harus antar customer-mu agar performa akun diaplikasi transportasi online-mu itu tetap Bintang Lima sementara hobimu adalah melukis, mengapa pagi ini kau mengatur lalu lintas? Tidak, itu memang kewajiban dan sangat berjasa bagi masyarakat, kau harus tetap lakukan itu.

Sungguh aku ingin membahas keterkaitan antara minat, pekerjaan, dan hubungannya dengan kegagalan negara menyelenggarakan sistem pendidikan, itu menarik namun aku khawatir ini menjadi rujukan pemuda gamang dengan tanpa sengaja menemukan tulisanku yang jauh dari kata professional nan ilmiah ini.

Sahabatku para pembaca yang budiman, sungguh akupun paham hubungan antara kebutuhan hidup dan kaitannya dengan minat atau passion. Namun diluar itu, apakah kau pernah bertanya mengapa kebutuhan itu kau perjuangkan dengan hal yang bukan menjadi minatmu, juga kau terus usahakan bukan dengan hal yang membuatmu senang, khusus untuk paragraf ini, setiap kata tertulis juga untuk diriku sendiri. Sebuah kehormatan bagiku jika kau sudi menuliskan pendapatmu pada kolom komentar dibawah.

Kau, termasuk aku saat ini, bisa terus hidup dengan melakukan pengulangan setiap harinya. Berangkat kerja di pagi hari, menerima gaji yang tak seberapa di akhir bulan, menghabiskan hampir seperempatnya untuk belanja bulanan pada awal bulan, boleh saja itu disyukuri hingga muncul pertanyaan: Sampai kapan?

Akan kuberi sedikit jawaban yang layak kau teruskan setelah kalimatnya: sampai kita mendapatkan minat.

“Mens sana in corpore sano” -Juvenalis

Memang quotes diatas tidak ada hubungannya dengan judul, kutambahankan agar tulisan ini diakhiri dengan kalimat yang cukup terlihat keren, setidaknya bagiku (seorang pencari minat, hingga saat ini)


메타데이터
post_id
cf874cc8fced
slug
pencarian-minat-cf874cc8fced
url
https://medium.com/@pembangunjembatan/pencarian-minat-cf874cc8fced
canonical_url
https://medium.com/@pembangunjembatan/pencarian-minat-cf874cc8fced
author_url
https://medium.com/@pembangunjembatan
status
ok
fetched_at
2026-07-16 04:26:08