Tak Lagi Sama
Photo by Geoffroy Hauwen on Unsplash
Tak Lagi Sama
Photo by Geoffroy Hauwen on Unsplash
Ada hal-hal yang tidak benar-benar pergi, hanya bergeser perlahan dari pusat.
Ia masih ada, seperti senja yang tetap datang setiap hari. Hanya tak lagi menetap sepanjang dulu.
Percakapan kini seperti angin tipis. Singgah sebentar, lalu hilang sebelum sempat dipeluk.
Barangkali hidup memang sedang sibuk menumbuhkan banyak arah.
Barangkali waktu sedang menata ulang prioritasnya sendiri.
Aku pun belajar, bahwa tidak semua yang berubah berarti berkurang.
Ada perhatian yang tak lagi riuh, namun tetap ada dalam diam.
Ada rindu yang tak diucap, namun tak sepenuhnya hilang.
Aku tidak lagi memaksa musim untuk kembali sama.
Jika ia hendak mekar, syukurlah. Jika ia hendak reda, biarlah.
Karena yang ditakdirkan tinggal tak akan benar-benar hilang, dan yang pernah singgah akan selalu punya makna meski hanya sebentar.
Sisanya, cukup aku jaga dengan tenang— tak lagi menggenggam terlalu erat, tapi juga tak memaksa diri untuk tetap tinggal.
메타데이터
- post_id
- cfa1a71d0c0c
- slug
- tak-lagi-sama-cfa1a71d0c0c
- url
- https://medium.com/@meiarml/tak-lagi-sama-cfa1a71d0c0c
- canonical_url
- https://medium.com/@meiarml/tak-lagi-sama-cfa1a71d0c0c
- author_url
- https://medium.com/@meiarml
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13