← Back to list

ii. just be mine

Langkah kaki Arash menggema pelan menuju basement tempat kendaraan terparkir. Arash menuruti pesan Elgio yang alih-alih sebagai sebuah…

binar · 2026-07-06 13:09 · 2 claps · 1.4 min read
Open on Medium ↗

ii. just be mine

Langkah kaki Arash menggema pelan menuju basement tempat kendaraan terparkir. Arash menuruti pesan Elgio yang alih-alih sebagai sebuah ajakan, justru terasa perintah baginya. Sebagai manusia biasa, Arash harusnya punya harga diri dan keteguhan untuk berbalik arah mengabaikan permintaan Elgio. Tapi, itu sangat bukanlah Arash. Di lingkar pertemanannya yang kecil, Arash hampir tidak bisa memprioritaskan dirinya. Ia selalu mendapat bagian akhir dan menjadi orang orang pertama yang mengalah. Ia taruh kepentingannya sendiri di urutan paling belakang.

Seharusnya, setelah penolakan Elgio tujuh tahun lalu, Arash sudah mengubur perasaan itu dalam-dalam. Namun, melihat lampu Mercedes-Benz hitam mengkilap di sudut parkiran berkedip menyambutnya, Arash tahu pertahannya sudah lama runtuh.

Begitu pintu mobil tertutup, aroma pengharum kendaraan yang mewah langsung menguar, masuk ke dalam indra penciuman Arash. Belum sempat ia memosisikan diri dengan nyaman, sebuah kalimat meluncur begitu saja dari orang yang duduk di kursi kemudi.

“Lo masih suka sama gue?” Elgio menoleh, tatapannya mengunci pergerakan Arash.

Arash terkejut ketika kalimat pertama yang Elgio utarakan padanya adalah hal seintim itu setelah sekian lama mereka tidak bertemu. Mengapa ingatan Elgio tentang perasaan Arash di masa lalu mendadak diungkit sekarang? Ada pertanyaan besar menghimpit dada Arash. Arash merasa ragu untuk menjawab. Haruskan ia jujur menyatakan perasaannya yang masih sama kepada seorang Elgio selama tujuh tahun, dengan harapan kali ini jawabannya akan berbuah manis?

“Jawab aja, cuma kita berdua disini,” desak Elgio, suaranya tenang namun terasa seperti sebuah tuntutan.

Dengan gerakan lambat, Arash mengangguk. Sebuah pengakuan yang rasanya seperti menyerahkan leher sendiri untuk ditebas oleh pedang penolakan yang sama. Elgio menyunggingkan senyum, tampak begitu puas dengan jawaban yang Arash berikan. Rasanya sebuah pernyataan bahwa ia masih memegang kendali penuh atas perasaan Arash.

“Mau pacaran sama gue, gak?”

Dunia Arash seperti jungkir balik. Kepalanya mendadak pening oleh tawaran Elgio yang terlampau tiba-tiba. Arash menatap Elgio dengan pendar tidak percaya di matanya.

“Kamu… suka sama aku?”

Elgio terkekeh. “Gue mulai tertarik sama lo, jadi kenapa kita ga langsung pacaran aja?”

Arash seakan terlanjur tenggelam dalam obsesi masa lalunya. Ego cinta Arash kelaparan dan eksistensi Elgio selama tujuh tahun terakhir akhirnya menang. Seperti sebuah perintah suci yang mustahil ditolak, Arash mengangguk.


메타데이터
post_id
cfa72a6f7a92
slug
ii-just-be-mine-cfa72a6f7a92
url
https://medium.com/@sunblumi/ii-just-be-mine-cfa72a6f7a92
canonical_url
https://medium.com/@sunblumi/ii-just-be-mine-cfa72a6f7a92
author_url
https://medium.com/@sunblumi
status
ok
fetched_at
2026-07-14 19:29:30