← Back to list

Politik Anggaran : Korelasi Kekuatan Ekonomi Dalam Perolehan Medali

Mengapa pemenang perolehan medali, merupakan daerah dengan tingkat ekonomi yang tinggi?

Muhammad Heigel Zikrullah · 2025-10-14 12:47 · 0 claps · 2.9 min read
#atlet #olahraga #porprov-kalsel #ekonomi #politik-anggaran
Open on Medium ↗
Wiki topics: RAG · RAG & Retrieval

Politik Anggaran : Korelasi Kekuatan Ekonomi Dalam Perolehan Medali

Mengapa pemenang perolehan medali, merupakan daerah dengan tingkat ekonomi yang tinggi?

Kalau kita sedikit menelisik lebih dalam, terdapat sebuah pola pada perolehan medali pada ajang olahraga, seperti PON atau Porprov, Sejak era reformasi, provinsi dengan Produk Regional Domestic Bruto (PRDB) tinggi dan infrastruktur olahraga mumpuni, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, secara bergiliran mendominasi perolehan medali. Sebagai contoh, pada PON XX Papua 2021, tiga besar perolehan medali emas diduduki oleh Jawa Timur (181 emas), Jawa Barat (117 emas), dan DKI Jakarta (69 emas). Ketiga daerah tersebut merupakan kontributor terbesar pada Produk Regional Bruto (PRDB) nasional. Hal demikian tidaklah kebetulan semata, ini siklus virtuos. Dalam perspektif politik anggaran, kekuatan ekonomi memungkinkan daerah menglokasikan anggaran yang signifikan ke arah pembangunan dan pemeliharaan fasilitas olahraga sesuai standar kompetensi serta program training center atau pembinaan altet yang berkelanjutan.

Faktor penentu kemenangan seorang atlet pada dasrnya tidak hanya bergantung pada aspek bakat alamiah, namun juga sangat dipengaruhi oleh akses terhadap pembinaan yang baik, dan ekosistem pendukung yang komprehensif, dan jangan lupa bahwa hal tersebut juga erat kaitannya dengan pendanaan yang besar. Sebuah daerah dengan ekonomi yang maju memungkinkan mereka memenuhi ekbutuhan dasar atlet pada seluruh mata rantai pembinaan olehraga, mulai dari identifikasi bakat pada proses seleksi, akses fasilitas latihan yang memadai, hingga pada aspek dukungan ilmu pengetahuan misalnya nutrisi yang diperhitungkan oleh tim gizi, pelatihan mental dan perawatan cedera dengan teknologi yang baik dan terkini, Sebagai contoh gambaran, atlet daerah dengan APBD kesehatan dan pemuda pemuda yang tinggi akan lebih mudah mengakses fisioterapi, dokter spesialis olahraga hingga peralatan recovery seperti cryotherapy chamber. Sementara atlet dengand aerah dengan APBD rendah seringkali emdnapatkan akses yang cenderung lebih sulit pada aspek tersebut, walaupun keduanya memiliki bakat yang sama namun proses dengan fasilitas den ekosistem pembinaan yang berbeda tentu akan menghasilkan prestasi yang berbeda pula. Sederhananya, kekuatan ekonomi sebuah daerah secara langsung membeli waktu latihan yang lebih berkualitas bagi para atletnya.

Dengan demikian, kita bisa menarik sebuah pola bahwa kehebatan seorang atlet dan status juara umum suatu daerah dalam percaturan olaharaga nasional memiliki korelasi yang erat dan saling menguatkan dengan kondisi ekonominya. Pada data empiris dari gelaran PON, berulang kali menunjukan bahwa peta perolehan medali ini hampir selalu sesuai dengan kekuatan ekonomi Indonesia. Hubungan demikian bersifat timbal balik.

Saya masih yakin dan percaya bahwa atlet adalah diplomat daerah terbaik, dengan demikian penganggaran yang banyak terhadap mereka sangat diperlukan, prestasi olahraga yang gemilang mampu meningkatkan brand image dan daya tarik investasi pada daerah, yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hipotesa bahwa kekuatan ekonomi suatu daerah dengan prestasi perolehan medali yang banyak bukanlah sebuah kebetulan, namun itu merupakan sebuah keniscayaan yang didorong oleh kemampuan finansial untuk membangun sistem pembinaan oleharaga yang baik, dari fasilitas hingga dukungan sasins dan teknologi.

Kondisi yang tidak setara ini merupakan cambuk bagi setiap pemangku kebijakan dan pelaku olahraga, hal demikian pernah disampaikan oleh mantan rpesiden Afrika Selatan, Nelson Mandela yang berkata “port has the power to change the world. It has the power to inspire. It has the power to unite people in a way that little else does.” Bahwa olahraga bukan hanya soal fisik, namun mampu memberikan kekuatan transformatif yang luar biasa, dan seharusnya dapat diakses oleh semua daerah, bukan hanya yang ekonominya maju, namun tantangan ketimpangan ini juga sesuai dengan epsan dari seorang filsuf tiongkok Tzu dalam bukunya The Art Of War “n the midst of chaos, there is also opportunity.’ Keterbatasan anggaran dan fasilitas tidak boleh dilihat sebagai jalan buntu, namun sebagai kesempatan menciptakan inovasi, memaksimalkan dan memanfaatkan sumber daya lokal dan membangun sebuah sistem pembinaan efisien.

REFRENSI

Kemenpora RI. (2021). Rekapitulasi Perolehan Medali PON XX Papua 2021. Diakses dari https://ponxx2021papua.com

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Produk Domestic Regional Bruto (PDRB) Provinsi-Provinsi di Indonesia 2021. Jakarta: BPS.

Mandela, N. (2000). Nelson Mandela: From Freedom to the Future. Johannesburg: Jonathan Ball Publishers.

Tzu, S. (5th Century BC/1988). The Art of War (J. Minford, Trans.). New York: Penguin Books.

De Bosscher, V., De Knop, P., Van Bottenburg, M., & Shibli, S. (2006). A Conceptual Framework for Analysing Sports Policy Factors Leading to International Sporting Success. European Sport Management Quarterly, 6(2), 185–215. https://doi.org/10.1080/16184740600955087

Green, M., & Oakley, B. (2001). Elite Sport Development Systems and Playing to Win: Uniformity and Diversity in International Approaches. Leisure Studies, 20(4), 247–267. https://doi.org/10.1080/02614360110103598


메타데이터
post_id
cfe2afd8a3ea
slug
politik-anggaran-korelasi-kekuatan-ekonomi-dalam-perolehan-medali-cfe2afd8a3ea
url
https://medium.com/@muhammadheigelzikrullah/politik-anggaran-korelasi-kekuatan-ekonomi-dalam-perolehan-medali-cfe2afd8a3ea
canonical_url
https://medium.com/@muhammadheigelzikrullah/politik-anggaran-korelasi-kekuatan-ekonomi-dalam-perolehan-medali-cfe2afd8a3ea
author_url
https://medium.com/@muhammadheigelzikrullah
status
ok
fetched_at
2026-07-16 20:24:43