Komersialisasi Agama dalam Program Siraman Qolbu bersama Ustadz Danu di Media Televisi MNCTV
Kata ‘komersial’ sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Umum ketika mendengar kata tersebut, kita mungkin akan mengaitkannya dengan…
Komersialisasi Agama dalam Program Siraman Qolbu bersama Ustadz Danu di Media Televisi MNCTV
Poster Siraman Qolbu bersama Ustadz Danu
Kata ‘komersial’ sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Umum ketika mendengar kata tersebut, kita mungkin akan mengaitkannya dengan aktivitas ekonomi yang berkaitan erat dengan mencari laba atau keuntungan. Pemaknaan tersebut tentu saja tidak berbeda jauh dengan pengertian komersial dari Kamus Ekonomi karya Prof. Dr. J.Winardi, S.E. Beliau mendefinisikan komersial sebagai kegiatan perniagaan, pembelian atau penjualan barang -barang atau jasa khususnya secara besar-besaran baik nasional maupun internasional (Sutralam: 1994).
Namun seiring dengan proses modernisasi dan maraknya program-program dakwah di media massa seperti televisi, kata komersial pun akhirnya membentuk istilah komersialisasi agama. Merujuk pada penjelasan antropolog Arif Zamhari dalam wawancaranya untuk situs berita NU Online pada tahun 2011 silam, komersialisasi agama yang melebur bersama komodifikasi agama adalah tindakan menjadikan keimanan dan simbol-simbol keimanan sebagai komoditas yang dapat menghasilkan keuntungan. Dakwah merupakan salah satu simbol keimanan dalam agama Islam. Ada banyak pemaknaan dari konsep dakwah oleh para ahli, Shukri (2021) menjelaskan bahwa istilah dakwah digunakan dalam Al-Qur’an dengan beberapa konteks. Secara komprehensif, adalah melengkapi pengabdian dan ibadah makhluk pada Tuhannya. Di sisi lain secara general, kita dapat mengartikan dakwah sebagai salah satu sarana untuk menyebarkan agama Islam. Pada akhirnya ketika dakwah sebagai simbol keimanan bertemu dengan konsep kapitalisme, agama lahir menjadi alat bisnis yang menjanjikan. Terlebih dalam konteks hidup di Indonesia, kita bukan negara sekuler yang memisahkan urusan agama sama sekali dengan urusan kehidupan. Maka dapat dikatakan bahwa segala produk kapitalis yang mencantumkan label agama seperti produk kecantikan berlabel halal, sinetron dengan tema religi, sampai acara-acara dakwah banyak diminati oleh masyarakat.
Salah satu acara dakwah yang populer adalah program Siraman Qalbu di stasiun televisi MNCTV. Meskipun saat ini program ini diisi oleh Mamah Dedeh selaku salah satu pendakwah artis senior, menurut saya program Siraman Qalbu itu paling ikonik dengan Ustadz Danu. Saya ingat sekali beberapa kali saat kecil ikut menonton acara tersebut di televisi bersama ayah saya selepas subuh, bergidik ngeri karena isinya. Ada pembeda antaranya format acara Siraman Qalbu dengan acara-acara dakwah populer lain. Apabila kebanyakan acara seperti Islam itu Indah atau Mamah & Aa membahas permasalahan-permasalahan kehidupan, ceramah, dan tanya-jawab biasa dengan audiens, program Siraman Qalbu bersama Ustadz Danu sedikit berbeda. Pada tahun 2019, Siraman Qalbu mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Alasannya adalah karena seharusnya acara religi menampilkan dakwah sebagai muatan utama. Siraman Qalbu tidak menampilkan ceramah sampai 10 persen dari acara, sisanya berhubungan dengan mistik seperti mengobati pasien kesurupan dan semacamnya. Padahal Surat Edaran KPI nomor 481 tahun 2018 melarang program faktual dengan klasifikasi R dan SU menayangkan adegan komunikasi dengan arwah atau dunia ghaib, dan adegan kesurupan atau kerasukan.
Dalam proses komodifikasi, semua diproduksi bukan berdasarkan nilai guna, namun nilai tukar (Azizah: 2021). Sejauh ingatan saya dan saat saya mencoba membuka YouTube untuk menonton ulang tayangan Siraman Qalbu versi lama sekitar tahun 2010, program Siraman Qalbu terasa sangat serius dan hening. Namun saat saya melihat tayangan-tayangan Siraman Qalbu versi lebih baru, format acara, studio dan suasana sudah berubah. Lighting studio pada episode-episode lama biasanya berwarna kekuningan dan sedikit redup, sedangkan sekarang lebih cerah dengan nuansa biru. Dengan pembawa acara Irfan Hakim, acara ini sekarang diselingi humor-humor dan interaksi yang lebih aktif dengan audiens. Dulu, acara ini hanya berfokus ke Ustadz Danu dan penyembuhannya pada para pasien. Format tersebut tentunya berbeda dengan susunan acara Siraman Qalbu versi lebih baru yang menambahkan pendakwah untuk memberikan sesi ceramah sebelum kemudian Ustadz Danu kembali melanjutkan pengobatannya. Contohnya bisa kita lihat pada tayangan tanggal 26 April 2019 yang diunggah akun YouTube MNCTV Official dengan judul “WKWKWK! Tingkah Ibu Ini Buat Ustadz Dhanu Ketawa Tanpa Henti — Siraman Qolbu (19/4)” yang menampilkan Ustadz Munawwir untuk memberikan tausiah.
Promosi suatu produk atau product placement (PPL) juga dilakukan bukan hanya pada jeda iklan, namun diselipkan pada saat acara berlangsung. Saya tidak dapat menemukan secara spesifik episode mana yang diunggah di YouTube menampilkan PPL, namun pada satu episode, Irfan Hakim selaku pembawa acara membuat gimmick mempersilahkan Ustadz Danu untuk meminum kopi yang disediakan sambil beristirahat sebentar. Saat itu, Ustadz Danu dan Irfan Hakim menyebut nama merek kopi dan mengucapkan kata-kata yang mempromosikan produk tersebut. Komodifikasi isi juga dapat kita temukan pada tema atau judul yang diangkat. Misalnya, episode 2 Januari 2020 menyinggung kalau ada juga jin yang milenial, artinya memahami tren-tren anak muda zaman sekarang. Beberapa episode tentang kehidupan berumah tangga juga muncul pada episode-episode seperti “Bertahan di Dalam Badai Rumah Tangga” atau “Ini Kunci Keharmonisan Rumah Tangga dari Ustadz Danu”.
Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya, saya meyakini bahwa program Siraman Qalbu bersama Ustadz Danu adalah contoh dari media using religion. Stasiun televisi memproduksi acara-acara berbau agama semata-mata karena agama menjadi komoditas menjanjikan yang menjual untuk diperjualbelikan di lingkungan yang tidak memisahkan agama dari urusan kehidupan sehari-hari. Dari apa yang dapat saya pahami, agama dan bagaimana masyarakat memahami suatu agama juga secara garis besar dipengaruhi oleh konten-konten yang disajikan oleh media massa. Sembari menulis tulisan ini, saya teringat sosok ayah saya. Ayah saya datang dari latar belakang keluarga yang islami. Meskipun menempuh pendidikan sampai jenjang tinggi, saya menyadari bahwa pada akhirnya, apa yang muncul di televisi memengaruhi cara ayah memahami Islam secara lebih mendalam. Saya ingat, saat kecil dengan rasa penasaran saya berandai-andai, mungkin saja para pasien di acara Siraman Qalbu itu aktor bayaran untuk memeriahkan acara saja, seperti para penonton bayaran di acara Dahsyat. Pertanyaan saya tersebut berujung pada sesi kultum singkat tentang ilmu illaduni yang ayah saya yakini dimiliki oleh Ustadz Danu. Konsep dakwah mungkin memang bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan tentang agama Islam, namun kesimpulan yang bisa saya tarik adalah ketika mereka bertemu dengan media dan kapitalisme, agama dapat menjadi komoditas yang berakhir pada munculnya komersialisasi atau komodifikasi agama.
DAFTAR PUSTAKA
Azizah, S. F. (2021). Komodifikasi Agama dalam Program Siraman Qolbu Bersama Ustadz Dhanu di MNCTV. Persepsi: Communication Journal, 4(1), 89–101.
NU Online. (2011, Agustus 1). Komersialisasi Agama di Tengah-Tengah Kita. Diakses pada 20 April 2024 dari https://nu.or.id/warta/komersialisasi-agama-di-tengah-tengah-kita-u4fl5
Shukri, A. S. M. (2021). An Overview of the Concept, Meanings, Nature and Significance of Islamic Daʿwah. Al-Itqan: Journal of Islamic Sciences and Comparative Studies, 5(1), 19–49.
Sutralam, H. L. (1994). Bangunan Department Store dan Super Market di Jl. Malioboro Landasan Konsepsual Perancangan.
Wibowo, A. (2020). Komodifikasi Agama: Studi Analisis terhadap Tampilan Agama di Media Televisi. Edugama: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 6(1), 56–74.
메타데이터
- post_id
- d0243d52fd8b
- slug
- komersialisasi-agama-dalam-program-siraman-qolbu-bersama-ustadz-danu-di-mnctv-d0243d52fd8b
- url
- https://medium.com/@aldorableu/komersialisasi-agama-dalam-program-siraman-qolbu-bersama-ustadz-danu-di-mnctv-d0243d52fd8b
- canonical_url
- https://medium.com/@aldorableu/komersialisasi-agama-dalam-program-siraman-qolbu-bersama-ustadz-danu-di-mnctv-d0243d52fd8b
- author_url
- https://medium.com/@aldorableu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30