A Long Day for the Way-ar Family
TW // M-Preg, Breastfeeding, Nursing Pain, Fluff, Emotional Moment. Please be wise while reading. This AU contains themes of male…
A Long Day for the Way-ar Family
TW // M-Preg, Breastfeeding, Nursing Pain, Fluff, Emotional Moment.
Please be wise while reading. This AU contains themes of male pregnancy and nursing struggles.
Sinar matahari masuk lewat celah gorden, tapi suasana di kamar joss dan gawin jauh dari kata tenang. Guinzly sudah bangun sejak jam 6 pagi, menarik-narik hidung Joss dan menendang perut Gawin.
" Guinzly, boy... stop it, papa is still sleepy " gumam Joss dengan suara serak khas bangun tidur, sambil mencoba menangkap kaki mungil Guinzly, Gawin mengucek matanya, lalu duduk sambil menguap. " Joss, wake up, kita harus berangkat pagi kalau nggak mau kena macet, bunda udah chat berkali-kali nanya kita sampai jam berapa "
Joss menarik Gawin kembali ke pelukannya, " Five more minutes, Win. Semalam aku baru tidur jam 2 gara-gara beresin kerjaan "
"No five minutes! Look at your son, dia udah 'mandi' air liur di bantal kamu " Gawin tertawa kecil sambil menggendong Guinzly. " Ayo mandi, I'll prepare the diaper bag. "
Mobil SUV Joss sudah membelah jalanan, di kursi belakang, Guinzly duduk di car seat nya, mulai terlihat gelisah. " Joss, can you play some music? Yang tenang gitu, Guinzly looks cranky " ujar Gawin sambil menoleh ke belakang, memberikan mainan teether ke anaknya.
" Okay, Spotify on " Joss memutar playlist lo-fi. " Are you okay, Win? Kamu pucat banget. " Gawin menghela napas, menyandarkan kepalanya. " I'm just a bit nervous, ini pertama kalinya kita nginep di rumah bunda bawa Guinzly. Plus, your parents are there too, aku takut Guinzly rewel dan ganggu istirahat mereka. "
Joss meraih tangan Gawin dan mengecup punggung tangannya singkat. " Hey, don't overthink it. Mereka itu kakek-neneknya, they love Guinzly more than they love us now, kalau dia nangis, it's fine, ne's a baby, Win. "
" I know, tapi tetep aja... I want everything to be perfect. "
Begitu sampai, sambutan hangat dari kedua orang tua mereka luar biasa, tapi, mungkin karena terlalu ramai atau suhu udara yang berbeda, Guinzly mulai cranky.
" Sini sama Mama, cucu ganteng... " Mama Joss mencoba menggendong, tapi Guinzly langsung menjerit, selama beberapa jam ke depan, suasana jadi kacau, Joss sudah mencoba segala cara. " Guinzly, look! Papa has your favorite ball! " Joss memantul-mantulkan bola, tapi Guinzly tetap menangis sampai tersedak, dikasih botol susu, malah ditepis, dikasih bubur tim kesukaannya, malah disembur.
" Win, I think he’s overstimulated " bisik Joss panik sambil terus menepuk-nepuk punggung Guinzly yang masih menjerit di bahunya. " Puk-puk aku udah nggak mempan "
Bunda Gawin mendekat, mengusap punggung Gawin. " Gawin, bawa ke kamar kamu yang dulu, coba kasih ASI langsung, kayaknya dia butuh skin to skin sama kamu, bukan lewat botol. "
Gawin ragu. " Tapi Bunda, aku belum pernah... I'm scared I’ll do it wrong. " " Trust your instinct, Win. Go " dukung Joss. Di dalam kamar yang redup, Gawin duduk dengan gemetar. Ia membuka kancing kemejanya pelan.
Click, click.
Suara kancing itu seolah menambah detak jantungnya. " Okay, Guinzly... Papa's here. Please be gentle, okay? " bisik Gawin. Begitu Guinzly menempel dan mulai menyusu, Gawin sempat meringis kaget. " Oh my god... " Ia mencengkeram sprei, rasanya aneh, perih, tapi ada kehangatan yang menjalar saat melihat Guinzly perlahan berhenti menangis, matanya yang sembab menatap Gawin, lalu perlahan-lahan menutup.
2,5 jam berlalu dalam keheningan yang magis. Gawin hanya diam, menatap setiap inci wajah anaknya, meski rasa perih di dadanya mulai terasa seperti terbakar.
Gawin keluar kamar dengan langkah berat, matanya merah, Joss langsung menyambutnya di lorong. " Babe? Is he sleeping? " Gawin mengangguk, lalu tiba-tiba air matanya jatuh. "Joss... it hurts. It really hurts. " Joss segera memeluknya. " I know, I know, thank you for doing that papa. Sini, duduk dulu. "
Joss mengambil salep dari tas bayi, dengan sangat telaten, ia membantu Gawin mengobati lukanya. " You’re so brave, Babe. Seriously " Joss menatap mata Gawin dalam-dalam sambil mengoleskan salep. " You did a great job today. Being a parent is hard, but you’re doing it perfectly. " Gawin tersenyum tipis di sela tangisnya.
" I just want him to be okay " Joss menatapnya " Dia udah oke sekarang, berkat kamu. Now, let's get some rest " Malam itu, di kamar masa kecil Gawin, mereka bertiga tidur berhimpitan, Guinzly di tengah, dengan tangan kecil yang memegang kaos Gawin, dan Joss yang memeluk mereka berdua dari belakang, everything was finally quiet.
— Strictly no plagiarism, jangan mencuri atau memplagiat cerita ini dalam bentuk apa pun.
Original story by Ale &. @aleeenou
Hope you guys enjoyed it !
메타데이터
- post_id
- d072a9f467dd
- slug
- a-long-day-for-the-way-ar-family-d072a9f467dd
- url
- https://medium.com/@losanangles/a-long-day-for-the-way-ar-family-d072a9f467dd
- canonical_url
- https://medium.com/@losanangles/a-long-day-for-the-way-ar-family-d072a9f467dd
- author_url
- https://medium.com/@losanangles
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-01 09:04:44