Buku “Seratus Tahun Kebisuan” dan Cerita-Cerita Setelahnya
Setelah masuk Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026
Buku “Seratus Tahun Kebisuan” dan Cerita-Cerita Setelahnya
Setelah masuk Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026
Photo by Ed Robertson on Unsplash
Apakah ada kejutan lagi?
Saya menulis catatan ini sembari melihat Messi berjuang mengejar ketertinggalan dari Mesir. Apakah Argentina akan kalah?
Terserahlah~
Kemungkinan, orang-orang lebih menjagokan Argentina pada pertandingan ini. Hanya saja, Salah dan sepuluh pemain Mesir jelas punya peluang untuk memberi kejutan. Saya tidak akan menayangkan tulisan ini sebelum pertandingan itu usai, membiarkan pertanyaan di atas tetap terbuka untuk sementara waktu.
Mungkin begitulah kejutan! Singkat, tak terduga dan seketika bisa lenyap begitu saja.
Seperti halnya saat saya menulis “7 Catatan untuk Novel Pertama Saya”, saya mendapat kejutan dari diri saya sendiri. Saya senang lantaran berhasil mengurai tahapan panjang kesialan-kesialan saya dalam menulis, terkhusus untuk novel pertama saya.
[embed]7 Catatan untuk Novel Pertama Saya Kesialan-kesialan saat ingin jadi penulismedium.com
Bulan kemarin, saat saya mendapat kabar dari teman, dia hanya mengirim tangkapan layar seperti di bawah ini.

Sumber pribadi
Saya pun bertanya, “apa itu?”
Setelahnya, saya pun tahu bahwa buku saya masuk dalam Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 untuk kategori Novel.
Beberapa ucapan selamat berdatangan setelahnya. Tentu saja saya senang atas kesempatan ini. Saya pikir, novel pertama ini mencoba merayakan perjalanannya.
Saya selalu percaya bahwa buku-buku harus terus dibicarakan, dirayakan, dan dibagikan kepada pembaca yang lebih luas. Sialnya, saya tidak bisa melakukan itu di buku saya sendiri. Saya tidak punya banyak energi untuk melakukan semua itu. Atau mungkin, saya belum terbiasa dan belum berlatih untuk semua itu.
Setelah novel pertama saya terbit di awal tahun 2025, hanya ada dua kali diskusi buku. Yang pertama di Makassar International Writer Festival (MIWF) dan yang kedua di Youtube Ujar Pembaca. Setelah dua itu, yang tersisa hanyalah kesunyian.
Sesekali saya mengunjungi Goodreads dan membaca beberapa ulasan dari mereka yang berbaik hati meluangkan waktu untuk menuliskan kesan setelah membaca.
Setelah Masuk Daftar Panjang
Saya kerap bertanya, apalagi setelah ini? Mungkin novel saya ini hanya sampai di sini, setelahnya kembali sunyi. Di sisi lain, saya kerap berharap akan ada kejutan lagi!
Tarikan antara kepasrahan dan ketidaktahuan tentang harus berbuat apa dan bagaimana membuat kerumitan begitu nyata di kepala.
Saya ingin sekali melakukan promosi buku, meminta orang-orang menuliskan bit.ly/100bisu lalu bungkus! Hanya saja, saya memang belum terlatih untuk itu.
“Penulis harus bisa memasarkan bukunya sendiri”
Kalimat itu kadang jadi penyemangat, kadang jadi beban. Sialnya lagi, penerbit sendiri masih pilih-pilih, belum bisa membantu penulis untuk memasarkan bukunya.
Saat berbincang bersama Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, dia sempat bilang “Penghargaan sastra gak ngaruh ke penjualan buku!”
Mungkin itu ada benarnya. Tapi saat saya melihat link bit.ly/100bisu, ada penambahan 10 eks setelah pengumuman daftar panjang itu.
Ya, mungkin cuma sebatas itu. Kecuali saya terus promosi, promosi, promosi!
Jika diri sudah mulai ingin menghela napas panjang, tidak ada salahnya kita kembali bertanya “apakah ada kejutan lagi?”
Saya masih ingin menulis lebih panjang lagi, tapi saya akan kembali menonton pertandingan Mesir vs Argentina. Mungkin Piala Dunia 2026 akan punya kejutan juga.
메타데이터
- post_id
- d080e782c1cc
- slug
- buku-seratus-tahun-kebisuan-dan-cerita-cerita-setelahnya-d080e782c1cc
- url
- https://medium.com/teman-menulis/buku-seratus-tahun-kebisuan-dan-cerita-cerita-setelahnya-d080e782c1cc
- canonical_url
- https://medium.com/teman-menulis/buku-seratus-tahun-kebisuan-dan-cerita-cerita-setelahnya-d080e782c1cc
- author_url
- https://medium.com/@wawankurn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 03:40:04