Udah, Ngaku Aja Kalau Kamu Sayang Negara Ini
Aku seorang pemilik warung di Bantul. Warung yang kukelola ini, upaya memperpanjang napas usaha dari usaha keluarga kami yang bangkrut. Seharian ini, orang belanja di warungku pakai uang pecahan 1000-2000an.
Udah, Ngaku Aja Kalau Kamu Sayang Negara Ini
Aku seorang pemilik warung di Bantul. Warung yang kukelola ini, upaya memperpanjang napas usaha dari usaha keluarga kami yang bangkrut. Seharian ini, orang belanja di warungku pakai uang pecahan 1000-2000an.
Pasar Photo by Wherda Arsianto on Unsplash
Seorang penjual mi ayam malah datang dan cerita kalau dia sengaja libur karena warungnya kelewat sepi. Kalo kalian masih duwe duit, plis, jajanlah ke warung sepi terdekatmu. Ini, lho, situasi ini kok ngeri. Padahal, ini belum juga Juni yang biasanya jadi puncak sepinya usaha warung dan jajanan karena uang sedang muter di dunia pendidikan.
Mimpi Buruk yang Sangat Nyata
Situasinya udah bikin mimpi buruk. Beneran beberapa orang sampai cerita kalau hal-hal ini kebawa mimpi. Ketika pedagang kecil, mikro, sudah mulai ngide, mending libur daripada jualan ga ada yg beli, ya udah serem, kan?
Yang bisa dilakukan memang tinggal saling berpegangan erat. Beli di warung jajan yg sepi di dekatmu, atau bikin gerakan jajan jam 9 malam, bisa jadi sebuah keputusan kecil yang hari-hari ini heroik. Ya tentu, kamu bebas pilih jajanan yang enak sesuai seleramu.
Jajan pasar Photo by Kelvin Zyteng on Unsplash
Bersamaan dengan rasa frustasi komunal di kelasku, ada satu akun di Instagram yang menyuarakan POV bakul pasar. Mas-mas dari Solo ini punya usaha warung sayur lalu bangkrut. Ia menyadari, di pasar, nggak ada bahasan soal data. Tapi, setiap orang saling menguatkan, saling jajan, karena kami-kami ini tau hanya itu hal terbaik yang bisa sesama wong cilik lakukan. --maafkan aku, harus pakai diksi wong cilik yang pernah jadi alat politis–
Melawan Simplifikasi
Buat teman-teman (kritis) yang punya akses pengetahuan, cobalah untuk belajar cara nyetories yang simpel dan simpatik. Nggak ada salahnya. Jadi, kalau kita perhatikan, setiap ada paparan data dari peneliti, selalu kemudian ada sanggahan dari yang di atas sana.
Mereka pakai narasi yang disimplifikasi, kadang lewat pidato, kadang lewat celetuk mentri, kadang juga influencernya mereka, dan buzzer. Kita tau, itu politik. Itu, strategi politik. Ya, kan?
Kita yang punya pandangan sejalan dengan peneliti, makin nggak suka dengan situasi negara yang dikelola secara serampangan. Sampai-sampai, seringnya kita nyetories cuma misuh aja.
Nah, yang baca stories kita, mungkin jadi mikir: ah org ini bisanya nyinyir sama pemerintah. Di sanalah, kita dipolarisasi.
Di era Pilkada Bantul, situasi yang saya dan kawan² dari tim Pak Wahyudi hadapi juga serupa. Persis, plek ketiplek. Narasi intelektual dan akademis dan berbasis science dipatahkan oleh argumen simplifikasi. Dan, ya, berhasil. Selalu berhasil. Jadi...
Saya rasa, perlu strategi komunikasi buat kita semua. Ketika peneliti memaparkan data, lalu mulai dibantah dengan simplifikasi, udah waktunya kita semua ambil bagian dengan setidaknya posting pakai bahasa yang mudah dicerna. Ingat. Yang dirasa ga vokal karena anteng, ternyata jadi 58%.
Akui Saja, Kalau Kamu Sayang Negara Ini
Tapi kalau sulit, ya misuh pun gpp. Ini buat yang terpanggil2 aja buat memproduksi tulisan, video, cuitan karena peduli pada bangsa yang terus menerus dikeruk kekayaannya oleh sebagian bangsat ini. Ya, kan, ngaku aja kalo kamu sayang sama negara ini, makanya kamu berisik. Kamu peduli akan nasib anakmu kelak, makanya kamu berisik.
Bendera Indonesia Photo by Bisma Mahendra on Unsplash
Confess aja, nggak usah malu-malu. Nggak harus berusaha kabur, dari yang kamu sayangi walo dia kini sedang buruk-buruknya.
Kita mungkin sebagai orang biasa nggak akan bisa mempengaruhi kebijakan keuangan negara. Tapi, kita masih punya kuasa, atas uang kita yang sedikit itu. Mari pakai uang orang biasa itu, untuk memperpanjang harapan sesama kita. 10 ribumu mungkin uang yang ditunggu pak bakul mi ayam yang seharian ga ada yang jajan.
Yuk, jajan, sapa, tanya, ucapkan kata2 baik. Karena apalagi yang kita punya untuk sesama kita, bangsa Indonesia?
Butet, dari balik meja kasir. 메타데이터
- post_id
- d0b290caf75c
- slug
- udah-ngaku-aja-kalau-kamu-sayang-negara-ini-d0b290caf75c
- url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/udah-ngaku-aja-kalau-kamu-sayang-negara-ini-d0b290caf75c
- canonical_url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/udah-ngaku-aja-kalau-kamu-sayang-negara-ini-d0b290caf75c
- author_url
- https://medium.com/@butetrsm
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-12 01:19:09