Khotijah dan Hujan yang Tak Menentu
Khotijah, kamu tahu, Jakarta memang aneh.
Khotijah dan Hujan yang Tak Menentu
Khotijah, kamu tahu, Jakarta memang aneh.
Pagi hari langitnya begitu cerah,
matahari bersinar seolah tidak akan ada mendung yang datang.
Namun menjelang sore,
awan hitam berkumpul tanpa aba-aba,
dan hujan turun dengan derasnya.
Begitulah hujan.
Dan entah kenapa,
begitulah aku mengingatmu, Khotijah.
Ada hari-hari ketika aku merasa baik-baik saja.
Aku bekerja,
berjalan,
bercengkerama dengan banyak orang,
seolah semuanya telah selesai.
Namun tanpa alasan yang jelas,
namamu datang seperti hujan di bulan yang tak menentu.
Tiba-tiba.
Diam-diam.
Dan memenuhi seluruh langit pikiranku.
Khotijah,
aku pernah mengira perasaan akan tunduk pada logika.
Bahwa waktu akan membuat semuanya sederhana.
Bahwa jarak akan menghapus kenangan.
Ternyata tidak.
Sebagaimana hujan yang tidak selalu bisa ditebak,
begitu pula rindu yang tidak selalu bisa dijelaskan.
Hari ini mungkin aku tenang.
Besok mungkin aku kembali mengingatmu.
Hari ini mungkin aku bisa tersenyum.
Besok mungkin aku kembali bertanya tentang kabarmu.
Namun seperti hujan yang pada akhirnya berhenti,
aku percaya setiap rasa juga akan menemukan tempatnya.
Dan ketika itu terjadi,
aku ingin mengingatmu bukan sebagai luka,
melainkan sebagai seseorang yang pernah singgah,
mengajarkan arti kehilangan,
dan mengajarkan bahwa tidak semua yang kita cintai harus kita miliki.
Seperti hujan Jakarta yang tak menentu,
dan seperti dirimu yang datang dalam hidupku,
lalu meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.
메타데이터
- post_id
- d0dfa01f2ef5
- slug
- khotijah-dan-hujan-yang-tak-menentu-d0dfa01f2ef5
- url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah/khotijah-dan-hujan-yang-tak-menentu-d0dfa01f2ef5
- canonical_url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah/khotijah-dan-hujan-yang-tak-menentu-d0dfa01f2ef5
- author_url
- https://medium.com/@kerinduanpadakhotijah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 09:16:42