← Back to list

Kegigihan Seorang Ustaz

Beliau, kukenal sekitar dua tahun yang lalu.

Evi Puspitarini · 2023-10-18 14:56 · 0 claps · 1.9 min read
#ustaz #ustaz-sunnah #kisah-nyata #kisah-berhikmah
Open on Medium ↗

Kegigihan Seorang Ustaz

Beliau, kukenal sekitar dua tahun yang lalu.

Seorang ustaz yang dalam pandanganku begitu rajin mendakwahkan ilmu. Hampir setiap hari beliau berceramah di masjid, mengajarkan kami tafsir Al-Qur’an dan kitab-kitab hadis. Jauhnya perjalanan selama setengah atau satu jam tak pernah beliau hiraukan, padahal hanya menemui aku seorang! Subhanallah.

Karena keterbatasan waktu dan pekerjaan, aku tak bisa mengikuti semua kajian yang dijadwalkan. Kadang kuluangkan waktu untuk ziarah ke rumah beliau, berniat meminjam buku-buku tentang hal-hal yang belum kuketahui dalam agama ini, untuk kubaca saat santai di bengkel tempat kerjaku.

Sampai suatu ketika, aku mendapat kabar tentang musibah kecelakaan yang ustaz alami. Bersama jamaah lainnya, kami menjenguk beliau ke rumahnya. Usut punya usut, ternyata kecelakaan itu karena tabrakan dengan anjing. Maklum lah kalau malam hari Jayapura masih banyak anjing berkeliaran, apalagi jalanan rumah ustadz yang agak redup dari cahaya penerang.

Alhamdulillah dua minggu kemudian ustaz sudah mengisi kajian kembali, dengan sebuah tongkat penyangga kaki yang menemani. Hebatnya dalam kondisi tak sehat seperti itu, beliau tetap menunaikan salat berjamaah, tentulah dengan posisi duduk.

Hari demi hari berlalu. Kaki beliau qadarullah belum juga sembuh, bahkan bertambah parah. Operasi akhirnya dilakukan karena ada tulang yang retak. Secara bertahap, operasi dilakukan sebulan sekali, dan beliau harus pulang pergi Jayapura-Solo untuk itu.

Herannya, lagi-lagi saya dikagumkan dengan semangat dakwah beliau yang tak pernah surut. Kibar dakwahnya tetap berjalan meski dalam kondisi seperti itu, sebagaimana sore itu…

Aku pergi sekitar pukul 5 ke rumah beliau untuk meminjam buku. Setelah mendapat yang dicari, aku hendak berpamitan pulang.

Waktu itu beliau bertanya padaku, “Nanti ikut kajian di masjid?”

“Belum tahu, Ustaz. Saya capek sekali…”, jawabku sopan, menyadari tubuh ini sedang meriang karena seharian bekerja, pun tempat kajian saat itu jaraknya lumayan.

“Ya sudah, tidak apa-apa..” ujar beliau dengan bijak.

Selesai percakapan singkat itu kemudian aku pulang.

Entahlah ada hal yang mengganjal di hati. Aku berpikir tentang sosok guruku tadi. Seorang ustaz yang dalam keadaan sakit seperti itu saja tidak pernah mengeluh capek dalam berdakwah, sedangkan aku, padahal hanya duduk dan mendengarkan ceramah saja sedikit-sedikit mengeluh dan cepat menyerah dengan keadaan.

Akhirnya kuputuskan untuk mengikuti kajian di hari itu.

Dan dengan izin Allah ta’ala, aku mendapat hidayah untuk mengenal Islam dan sunnah dengan pemahaman para salafus saleh.

— — —

Hikmah:

  1. Keikhlasan seorang ustaz dalam mendakwahkan ilmu Allah, padahal beliau dalam keadaan sakit, dan beliau tidak mendapatkan bayaran sepeserpun dari dakwah itu.

  2. Sesungguhnya hidayah tidak mudah didapatkan kecuali dengan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Bahwasanya tidak semua orang yang hadir dalam majelis ilmu mendapat hidayah untuk mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kecuali hanya orang-orang yang dikehendaki Allah.

— — —

Kisah nyata ini kutulis dari pengalaman seorang teman di dunia maya.


메타데이터
post_id
d0ebcdafa13e
slug
kegigihan-seorang-ustaz-d0ebcdafa13e
url
https://medium.com/@evipuspitarini/kegigihan-seorang-ustaz-d0ebcdafa13e
canonical_url
https://medium.com/@evipuspitarini/kegigihan-seorang-ustaz-d0ebcdafa13e
author_url
https://medium.com/@evipuspitarini
status
ok
fetched_at
2026-07-25 01:43:17