UM Bandung Kirim 66 Mahasiswa Mengabdi di Dalam dan Luar Negeri, KKN Jadi Ruang Uji Kepemimpinan
Bandung — Bagi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar agenda akademik yang harus ditempuh mahasiswa…
UM Bandung Kirim 66 Mahasiswa Mengabdi di Dalam dan Luar Negeri, KKN Jadi Ruang Uji Kepemimpinan

Bandung — Bagi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar agenda akademik yang harus ditempuh mahasiswa sebelum lulus.
Lebih dari itu, KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji ilmu, membangun kepemimpinan, sekaligus menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberangkatan 66 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) dan KKN Internasional Tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari implementasi catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus upaya UM Bandung menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi memiliki kepedulian sosial dan wawasan global.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung Ijang Faisal mengatakan pengalaman hidup bersama masyarakat merupakan proses pembelajaran yang tidak bisa diperoleh di ruang kelas.
“KKN bukan sekadar mata kuliah atau kewajiban akademik. KKN adalah ruang pembuktian kualitas mahasiswa, tempat ilmu diuji melalui pengabdian, kolaborasi, kepemimpinan, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Di sinilah karakter seorang lulusan sesungguhnya dibentuk,” ujarnya.
Sebanyak 60 mahasiswa akan menjalankan KKN MAS di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Mereka berasal dari 11 program studi dengan fokus pengabdian bertema “Mewujudkan Desa Berkemajuan melalui Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”
Sementara itu, enam mahasiswa lainnya akan menjalankan KKN Internasional di Malaysia dan Singapura.
Program tersebut mengusung tema “Mahasiswa Berdaya, Masyarakat Mendunia, melalui Internasionalisasi Nilai Al-Ma’un untuk Pembangunan Berkelanjutan.”
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu memperkenalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan sekaligus membangun jejaring kolaborasi lintas negara.

Menurut Ijang, kehadiran KKN MAS dan KKN Internasional juga menjadi strategi UM Bandung dalam memperkuat kolaborasi dengan PTMA, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan KKN tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dijalankan, tetapi dari dampak yang mampu dirasakan masyarakat.
“Masyarakat tidak hanya melihat mahasiswa sebagai individu, tetapi sebagai representasi UM Bandung. Oleh karena itu, jagalah nama baik almamater melalui integritas, akhlak, kedisiplinan, dan karya nyata yang memberikan manfaat,” katanya.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto juga mengingatkan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan menyusun program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, setiap peserta KKN membawa nama baik Muhammadiyah dan UM Bandung sehingga pengabdian yang dilakukan harus meninggalkan manfaat yang berkelanjutan, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban akademik.***
메타데이터
- post_id
- d0ed357bfe80
- slug
- um-bandung-kirim-66-mahasiswa-mengabdi-di-dalam-dan-luar-negeri-kkn-jadi-ruang-uji-kepemimpinan-d0ed357bfe80
- url
- https://medium.com/@umbandungnews/um-bandung-kirim-66-mahasiswa-mengabdi-di-dalam-dan-luar-negeri-kkn-jadi-ruang-uji-kepemimpinan-d0ed357bfe80
- canonical_url
- https://medium.com/@umbandungnews/um-bandung-kirim-66-mahasiswa-mengabdi-di-dalam-dan-luar-negeri-kkn-jadi-ruang-uji-kepemimpinan-d0ed357bfe80
- author_url
- https://medium.com/@umbandungnews
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 19:16:29