Tidak ada resolusi baru untuk 2026
Semangat, Berjuang, Sukses (Jokowi, 2025)
Tidak ada resolusi baru untuk 2026

Sebuah meme yang menggambarkan situasi penulis (Dok. Facebook)
Kalau kalian melihat gambar di atas, saatnya mengulas ucapan dari Bapak Prabowo Subianto selaku Presiden RI yang rasanya terdapat typo di dalamnya. Artikel ini tidak ada maksud menuju arah lain karena KUHP terbaru sudah berlaku pada Jumat (2/1).
Rasanya bagi sebagian orang, resolusi seakan menjadi wajib (bahkan bagaikan fardhu ain bagi sebagian orang). Tentunya mempunyai cita-cita bagaimana menjalankan kehidupan selama setahun ini. Ada yang mempunyai resolusi untuk berlibur menuju Jepang, beribadah di Tanah Suci, dapat melakukan seminar proposal (sempro) dengan mudah, menemukan tempat magang di tempat impiannya sampai dengan dapat menjalankan kehidupan dengan cukup baik.
Namun bagi penulis, rasanya tidak ada resolusi yang tepat untuk tahun 2026. Mungkin menurut kawan-kawan pembaca rasanya baik-baik saja, namun bagi penulis tidaklah demikian, rasanya kalian pasti penasaran mengapa hal tersebut dapat terjadi. Entah rasanya tahun-tahun sekarang seperti kegelapan hampir tanpa sinar matahari yang menyinari dunia ini.
Hidup terasa tidaklah mudah, banyaknya dinamika dalam perkuliahan Sosiologi yang tampaknya tak lagi dapat dijelaskan menurut teori-teori Sosiologi baik Teori Sosiologi Klasik, Modern, Post Modern hingga Kritis (mungkin). Sudah terlalu banyak kehilangan baik materil maupun inmateril yang dirasakan, banyaknya kabar duka yang menusuk batin pribadi penulis. Belum lagi kisah romansa yang rasanya lebih sering closure, apalagi baru saja bulan kemarin terjadinya closure kisah romansa dengan salah satu mahasiswi HI UNS.
Apalagi kehidupan tidak terlalu mulus, rasanya kehidupan pada masa pandemi jauh bagi baik (tidak dengan Covid-19). Kehidupan Work From Home (WFH) yang awalnya menyiksa rasanya kini semakin relevan dengan kehidupan modern, tentunya dimana banyak kegiatan dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring).
Namun, setidaknya masih ada waktu untuk memperbaiki, terlepas apa yang sudah terlepas tidak bisa diraih kembali itu tidak mengapa. Mungkin masih ada lembaran baru untuk mengobati kekosongan jiwa penulis yang sudah hilang sejak beberapa tahun silam itu. Semoga saja hidup mempunyai makna khusus yang berkesan, hehe.
Setidaknya, tidak ada resolusi (bagi penulis) untuk tahun ini. Bisa hidup dengan sehat (secara fisik dan mental) saja rasanya menjadi anugrah yang tak ternilai. Ada karya Alternative Universe (AU) yang sebentar lagi akan rilis publik yeay :D. Namun pada akhirnya, aku harus menyelesaikan mengenyam pendidikan di UNS tercinta.
Semoga saja aku bisa berjumpa kembali kisah romansa itu, entah di Yogyakarta, Surakarta, Jakarta ataupun Medan yang menjadi saksi kisah romansa itu. Kini, akan ku buka kisah romansa baru sebagai pengawal kehidupan tahun ini hehe.
Jangan lupa, Semangat, Berjuang, Sukses (Jokowi, 2025).
메타데이터
- post_id
- d11e6f4c1d5f
- slug
- tidak-ada-resolusi-baru-untuk-2026-d11e6f4c1d5f
- url
- https://medium.com/@sayaanakambis/tidak-ada-resolusi-baru-untuk-2026-d11e6f4c1d5f
- canonical_url
- https://medium.com/@sayaanakambis/tidak-ada-resolusi-baru-untuk-2026-d11e6f4c1d5f
- author_url
- https://medium.com/@sayaanakambis
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 13:44:12