← Back to list

Manifestasti Pertentangan Ideologi Liberalisme dan Otoritarianisme dalam Game “Assassin’s Creed”

Tepat sejak 2007, Ubisoft merilis game berjudul “Assassin’s Creed”. Game Assasin’s Creed adalah game aksi-petualangan yang disajikan dengan…

Rizky Juwandana · 2025-03-23 20:32 · 2 claps · 1.5 min read
#politics #games #assassins-creed #otoritarianisme #liberalism
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🏛️ · Politics 📊 · Economic Policy

Manifestasti Pertentangan Ideologi Liberalisme dan Otoritarianisme dalam Game “Assassin’s Creed”

Tepat sejak 2007, Ubisoft merilis game berjudul “Assassin’s Creed”. Game Assasin’s Creed adalah game aksi-petualangan yang disajikan dengan latar sejarah dan fiksi yang membuat para gamer bisa menikmati gameplay sekaligus alur cerita dari game ini. Pertarungan, intimidasi, dan teka-teki dalam game ini melengkapi kompleksitas yang disajikan oleh developer.

Game ini memiliki tema besar pertempuran antara kelompok Assassin dan Templar. Kelompok ini merupakan dua kelompok yang memiliki pertentangan ideologi, dimana kelompok Assassin memiliki pandangan bahwa kehidupan manusia harus berdasarkan kewenangan dan kebebasan setiap individu untuk memilih jalan hidup, sedangkan kelompok Templar memiliki pandangan bahwa kehidupan manusia harus diatur oleh suatu tatanan yang jelas agar ritme kehidupan manusia bisa lebih teratur dan sistematis.

Bila menganalisa tentang konflik yang disajikan pada game ini, ada dua tokoh filsafat yang langsung ada di benak penulis yang mempunyai dua pandangan berbeda terhadap suatu masalah. Thomas Hobbes, berpendapat bahwa tanpa pemerintahan yang kuat, manusia akan hidup dalam keadaan perang tanpa akhir, ini mengindikasikan bahwasanya determinasi politik kelompok Templar untuk menguasai dan mengatur suatu tatanan manusia cocok dengan pemikiran Thomas Hobbes. Tetapi, disisi lain Jean-Paul Sartre berkata bahwa ‘“Nothing is true, everything is permitted,” yang menekankan bahwa manusia bebas menciptakan makna hidupnya sendiri, yang sesuai dengan Ideologi kelompok Assassin.

Kelompok Templar yang menganut ideologi Otoritarianisme, yang berpacu kepada kepemimpinan yang terstruktur dan dipimpin dengan satu arah, tentu memiliki tantangan agar suatu tatanan tersebut bisa diterima oleh individu/kelompok yang memiliki pandangan berbeda agar kewenangan yang dihasilkan bisa diciptakan dan diterima secara absolut. Di sisi lain, kelompok Assassin juga harus memiliki batasan moral untuk bisa membatasi kapan perjuangan kebebasan harus dihentikan agar tidak masuk ke lubang anarki.

Hingga masuk pada kesimpulan bahwa game Assassin’s Creed bukan hanya sekedar game yang merangsang stimulus dopamine di otak. Lebih dari itu, game ini mengungkap sudut pandang baru dan refkelsi terhadap ideologi, politik hingga sejarah yang didominasi ditulis berdasarkan sudut pandang pemenang. Selain itu, perbedaan sudut pandang tidak selalu berarti hitam — putih, dan baik — buruk. Lebih dari itu, ideologi adalah kebenaran yang subyektif dan tidak absolut.

Salam, Juwandana.


메타데이터
post_id
d18cd754f06a
slug
manifestasti-pertentangan-ideologi-liberalisme-dan-otoritarianisme-dalam-game-assassins-creed-d18cd754f06a
url
https://medium.com/@inirizkyjuwan/manifestasti-pertentangan-ideologi-liberalisme-dan-otoritarianisme-dalam-game-assassins-creed-d18cd754f06a
canonical_url
https://medium.com/@inirizkyjuwan/manifestasti-pertentangan-ideologi-liberalisme-dan-otoritarianisme-dalam-game-assassins-creed-d18cd754f06a
author_url
https://medium.com/@inirizkyjuwan
status
ok
fetched_at
2026-08-18 02:41:29