← Back to list

[RIMLOG] Bulan dan Kenangan

#5

Rim · 2026-06-07 08:51 · 1 claps · 1.6 min read
#rimlog #catatan-harian #prosa #nostalgia #adulthood
Open on Medium ↗

[RIMLOG] Bulan dan Kenangan

#5

Photo by Parker Hilton on Unsplash

Photo by Parker Hilton on Unsplash

Setiap melihat bulan penuh di langit malam, aku menjadi begitu sentimental.

Rasanya… seperti ada sesuatu yang menjalari hatiku — sesuatu yang hangat, namun juga menghimpit.

Hangat oleh kenangan, namun juga sempit oleh kerinduan.

Pernah mendengar lagu Jae-Hwi berjudul ‘Dear Moon’? Jika kau membaca terjemahan liriknya, kira-kira akan seperti ini:

“Dear moon, my moon. Tidak bisakah kau lebih dekat? Seperti bulan yang tak dapat kujangkau, bahkan meski berjalan cepat.”

Di benakmu, apa makna dari sang ‘bulan’ dalam lirik lagu ini?

Di benakku, makna bulan bukanlah merujuk pada seseorang, tetapi…

…kenangan.

Bulan selalu membawaku pada banyak kenangan.

Kenangan pada suatu malam saat aku demam, dan orang tuaku membawaku berobat ke sebuah klinik di kecamatan dengan menaiki sampan. Ayah mengemudikan mesin, dan ibu yang menyelimutiku dengan kain tebal.

Juga,

Kenangan saat aku dan teman-temanku berlarian di depan rumah. Saat tak ada lampu jalanan yang menerangi kami, kecuali bulan yang bersinar di langit — yang cahayanya memantul di atas Mahakam.

Sementara, orang-orang tua kami saling bercengkrama di beranda rumah. Duduk dengan asap piring telur yang dibakar untuk menghalau nyamuk.

Ah, pada masa itu,

dunia terasa begitu hangat dan aman

kehidupan terasa begitu indah.

Pada masa itu, aku melihat

…bahwa dunia penuh oleh rasa aman,

…bahwa di belahan bumi manapun, kehidupan berjalan dengan kehangatan yang sama.

Namun, ketika kaki kecil yang dulu berlarian di halaman rumah itu mulai beranjak dewasa, aku pun menyadari…

…bahwa dunia tak sepenuhnya aman,

…bahwa kehidupan tak selamanya hangat,

…bahwa tak semua hal berjalan seperti yang dia inginkan, dan

…tidak semua yang dia inginkan bisa dia dapatkan.

Namun, di tengah kenyataan hidup yang dingin, kumpulan kenangan-kenangan itu ternyata masih berada di tempatnya,

dan, setiap aku menatap bulan, aku masih merasakan kehangatan yang sama.

…kehangatan yang membisikkan sebuah pesan bahwa,

‘kau disayangi.’

Sedingin apapun dunia,

Sekeras apapun kehidupan,

…kau disayangi.

Sekalipun kenangan itu telah menjelma seperti bulan — yang berjalan mengiringi namun tak bisa dijangkau.

Aku harap kenangan-kenangan hangat itu juga bersemayam di hatimu…, seperti bulan.

Aku harap dia selalu mengiringi untuk menyinari langkahmu…, seperti bulan.

Juga…

membawa pesan yang sama untukmu,

…bahwa kau disayangi

…bahwa kau dicintai

…bahwa kau dilindungi


메타데이터
post_id
d1a86a5ba11a
slug
rimlog-bulan-dan-kenangan-d1a86a5ba11a
url
https://medium.com/@rimaginary/rimlog-bulan-dan-kenangan-d1a86a5ba11a
canonical_url
https://medium.com/@rimaginary/rimlog-bulan-dan-kenangan-d1a86a5ba11a
author_url
https://medium.com/@rimaginary
status
ok
fetched_at
2026-07-13 14:08:30