← Back to list

Lei Jun, Jasmerah!

Ide untuk membuat tulisan ini mengemuka setelah membaca pemberitaan mengenai pengumuman dari Xiaomi yang akan memperkenalkan HyperOS…

Didit Putra Erlangga · 2023-10-20 16:23 · 1 claps · 3.8 min read
#lei-jun #hyperos #miui #xiaomi #weibo
Open on Medium ↗
Wiki topics: AI · AI · General

Lei Jun, Jasmerah!

Ide untuk membuat tulisan ini mengemuka setelah membaca pemberitaan mengenai pengumuman dari Xiaomi yang akan memperkenalkan HyperOS, sistem operasi baru berbasis Android yang akan menjadi standar perangkat lunak untuk device mereka. Smartphone pertama yang dikabarkan bakal mencicipi pengalaman baru itu adalah Xiaomi 14 dan untuk tahap awal baru tersedia untuk pasar China saja. Keputusan ini jelas dampaknya: akhir dari MIUI, perangkat lunak yang menjadi kebanggaan dan ciri khas dari smartphone Xiaomi yang akan dipensiundinikan setelah bertugas hampir 13 tahun lamanya.

Logo HyperOS

Logo HyperOS

Tentu saja, kabar tersebut akan selalu diterima dengan antusias, teknologi baru selalu memunculkan harapan dan ekspektasi bahwa masalah atau pain point yang dihadapi pengguna produk Xiaomi sebelumnya akan teratasi. Sayangnya hingga tulisan ini dibuat, belum jelas bagaimana tampilan dan nantinya sistem operasi ini akan berfungsi.

Hanya saja, di benak saya, ada satu hal yang cukup mengganggu.

Kita mulai dari penguman Lei Jun terlebih dahulu. Orang nomor satu di Xiaomi itu membuat pengumuman di Weibo, medsos-nya warga China, yang mengumumkan soal kehadiran HyperOS ini.

jangan tanya saya apa artinya, tanyalah layanan penerjemahan

jangan tanya saya apa artinya, tanyalah layanan penerjemahan

kurang lebih seperti ini

kurang lebih seperti ini

Kacang (eh biji-bijian) lupa kulit?

Satu hal yang masih saya ingat adalah, betapa lekatnya sejarah Xiaomi itu sendiri dengan MIUI. Bahkan, mungkin beberapa orang sudah lupa, tapi produk pertama dari Xiaomi sebagai perusahaan adalah MIUI, bukanlah smartphone atau bahkan smart band seperti banyak dikenal sekarang.

Berdiri pada tanggal 6 April 2010, Lei Jun bersama enam rekannya punya visi untuk membuat produk yang lebih baik di tengah industri smartphone yang ada. Barulah pada tanggal 16 Agustus 2010, Xiaomi meluncurkan MIUI generasi pertama. Ada 100 pengguna pertama sampai dibuatkan tribute-nya, sebuah penghargaan atas dedikasi dan kepercayaan untuk menjajal MIUI.

[embed]Sina Visitor System Edit descriptionvideo.weibo.com

Barulah pada tanggal 20 Agustus 2011, Xiaomi meluncurkan smartphone perdananya: Mi 1 yang ditenagai oleh MIUI. Dari sanalah sejarah dan dominasi Xiaomi di dunia (bahkan di Indonesia) dimulai. Ya, sisanya adalah sejarah.

Dengan sejarah seperti itu, itulah kenapa saya langsung terusik dengan pengumuman Lei Jun terkait HyperOS. Sebegitu mudahnya MIUI yang notabene adalah bagian utama dari sejarah Xiaomi diganti begitu saja.

Kalau saya nyimpen nomor WA Lei Jun, sudah pasti saya akan langsung kirim pesan: “Lei Jun, Jasmerah!” Istilah Jasmerah dipopulerkan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang berarti “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”

Dan pastilah Lei Jun segera membalas pesan saya, sama singkatnya: “Punten ieu nomor saha?”

Seperti dugaan Anda sekalian, pastilah adegan di atas fiktif semata. Pertama, Lei Jun pasti pakai Wechat dan kedua, hampir pasti tidak bisa bahasa sunda.

Meskipun demikian, dari mukanya terlihat suka heureuy orangnya

Meskipun demikian, dari mukanya terlihat suka heureuy orangnya

Sebuah kebutuhan mendesak?

Sebelumnya saya perlu menyebutkan disclaimer, bahwa saya pernah bekerja di Xiaomi Indonesia pada tahun 2020–2022, mungkin setelah ini terdengar bias, tapi itu keputusan Anda, para pembaca setelah menyimak tulisan ini.

Dalam penjelasannya, Lei Jun memang mengungkapkan bahwa kehadiran HyperOS adalah menyambut era baru dari teknologi smartphone dan lebih jauh dari sana. Kehadiran HyperOS dicita-citakan sebagai perangkat lunak yang mengintegrasikan perangkat pintar Xiaomi, tidak hanya smartphone tapi juga perangkat Internet of Things yang jumlahnya hampir 200 jenis produk. Bagi warga Indonesia, di toko resmi memang terlihat itu-itu saja produknya, percayalah kalau berkunjung ke toko ga resmi, akan terlihat begitu banyak perangkat pintar dari Xiaomi.

Dan HyperOS ingin menjadi jembatan itu semua, menghasilkan pengalaman yang seamless bagi pengguna. Perlu diingat bahwa Xiaomi sendiri mengembangkan portofolio produk mulai dari smartphone, smart home dan baru-baru ini kendaraan listrik. Kehadiran HyperOS sulit dibantah, mungkin dengan pertimbangan bahwa MIUI mungkin kesulitan untuk menjawab tantangan tersebut karena dia masih harus melayani perangkat “legacy” yang masih beredar di tangan pengguna (saya masih memakai Redmi Note 7, dan saya yakin masih ada yang masih menggunakan perangkat yang jauh lebih lama).

Dengan mengembangkan HyperOS, artinya Xiaomi punya keleluasaan untuk menentukan arah pengembangan tanpa harus memikirkan perasaan eh kompatibilitas dengan perangkat lama yang RAM-nya masih 4GB, masih 3G atau kendala lainnya. Dengan menetapkan baseline bahwa Xiaomi 14 adalah titik awalnya, pengembangan HyperOS menandakan milestone teknologi yang ingin diraih nantinya. Mungkin nanti kita semua akan tahu begitu kejadian.

Apakah HyperOS akan mematikan iklan yang selama ini dikeluhkan pengguna? Satu hal yang saya pelajari, kehadiran iklan itu adalah fitur. Itu adalah revenue pillar bagi Xiaomi. Yang ingin membuktikannya bisa membaca laporan finansial perusahaan yang tersedia di situs blog.mi.com, di sana akan terlihat pendapatan dari iklan digital. Jadi, pertanyaan tadi tampaknya akan jelas jawabannya begitu HyperOS tiba. Ga usah sok kaget atau drama-drama, ya.

Kesimpulan saya, HyperOS tampaknya adalah taruhan baru dari Xiaomi yang ingin melangkah ke fase selanjutnya sebagai perusahaan teknologi (iya, bukan sebagai perusahaan smartphone). Smartphone memang penting dan akan selalu diperkenalkan seri terbarunya, tapi portofolio perangkat pintar juga tidak kalah banyak. Dan semua itu perlu dihubungkan melalui satu sistem operasi. Mirip Sumpah Pemuda.

Keputusan ini memang seolah mengesankan Xiaomi yang meninggalkan sejarahnya sendiri, akarnya, tapi bisa jadi adalah harga yang layak diperjuangkan agar perusahaan mereka bisa melesat lebih cepat lagi, karena kita semua tahu bahwa persaingan di industri ini sungguh ketat, saudara.

Demikianlah curhat saya sebagai warga Ciputat. Siapa tahu Lei Jun bisa membacanya suatu hari, pasti dia akan berkomentar “Ciputat itu sebelah mana?”


메타데이터
post_id
d1a970d430bf
slug
lei-jun-jasmerah-d1a970d430bf
url
https://medium.com/@eldidito/lei-jun-jasmerah-d1a970d430bf
canonical_url
https://medium.com/@eldidito/lei-jun-jasmerah-d1a970d430bf
author_url
https://medium.com/@eldidito
status
ok
fetched_at
2026-08-27 20:09:59