← Back to list

Mengubah Jamur Tiram Menjadi Jajanan Viral: Kisah di Balik Suksesnya “Tau Jamyam” Mahasiswa UNHASY

Bagi sebagian besar mahasiswa, Kuliah Di Luar Kampus (KDLK) atau program kewirausahaan sering kali dianggap sebagai beban tugas akademis…

Agniamarah · 2026-06-05 02:10 · 0 claps · 2.4 min read
#makanan-sehat #mahasiswa #kkn #kewirausahaan
Open on Medium ↗
Wiki topics: MIC · Microbiology & Immunology 📺 · Media · General

Mengubah Jamur Tiram Menjadi Jajanan Viral: Kisah di Balik Suksesnya “Tau Jamyam” Mahasiswa UNHASY

Bagi sebagian besar mahasiswa, Kuliah Di Luar Kampus (KDLK) atau program kewirausahaan sering kali dianggap sebagai beban tugas akademis semata. Namun bagi kami — lima mahasiswa dari Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang — program ini justru menjadi gerbang awal pembuktian bahwa inovasi sederhana bisa mengangkat potensi pangan lokal menjadi sebuah bisnis startup kuliner yang menjanjikan.

Kenalkan, kami adalah tim di balik Dapoer Guriseyy: Tau Jamyam. Berawal dari tugas mata kuliah KDLK MBKM Program Kewirausahaan tahun 2026 yang dibimbing oleh dosen kami, Ir. Sulung Rahmawan Wira Ghani, S.T., M.T. , kami mencoba menjawab sebuah keresahan yang ada di masyarakat Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Jombang.

Masalahnya: Olahan Jamur Tiram yang Monoton

Desa Jogoroto sebenarnya memiliki hasil panen Jamur Tiram yang melimpah. Sayangnya, konsumsi jamur di sana selama ini cenderung monoton dan hanya disajikan dengan cara asli atau biasa saja, sehingga pasarnya terbatas pada orang dewasa. Sementara itu, generasi muda dan mahasiswa saat ini sangat menggandrungi jajanan modern yang praktis, bercita rasa kuat, lezat, namun tetap ramah di kantong.

Melihat peluang dan melimpahnya bahan baku lokal tersebut, tercetuslah ide gila kami: “Bagaimana jika kita mengawinkan Tahu Bakso dengan Jamur Tiram dan Ayam?”. Dari sanalah lahir produk andalan kami: Tau Jamyam (Tahu Jamur Ayam).

Bukan Sekadar Tahu Biasa

Kami ingin menaikkan kelas tahu bakso tradisional menjadi jajanan kekinian premium. Tau Jamyam memadukan kelembutan tahu dengan isian bakso jamur tiram dan ayam gurih yang diolah secara higienis. Tidak berhenti di situ, kami juga menghadirkan diversifikasi rasa lewat berbagai pilihan topping modern yang disukai anak muda, mulai dari keju, oseng ayam pedas, jamur kuping, sosis, crabstick, hingga irisan cabai murni bagi pencinta rasa pedas.

Dengan rentang harga yang sangat bersahabat bagi kantong pelajar dan mahasiswa — mulai dari Rp10.000 hingga Rp22.000 per porsi — kami membuka stand utama tepat di depan rumah produksi kami di Jogoroto.

Perjalanan dari 51 Porsi hingga Menembus Pasar Lebih Luas

Memulai bisnis dari nol sebagai mahasiswa startup tentu memiliki tantangan tersendiri. Di awal produksi pada Maret 2026, kami memulainya dengan menjual 51 porsi. Namun, lewat konsistensi menjaga kualitas bahan baku premium dan strategi branding yang matang, permintaan Tau Jamyam terus berkembang pesat. Kami bahkan pernah menyentuh angka produksi hingga 70 porsi dalam sehari!

Melihat antusiasme pelanggan dari kelas bawah, menengah, hingga atas, kami mulai melakukan ekspansi pasar. Tidak hanya melayani pembelian langsung di stand tempat nongkrong yang nyaman, kami juga membuka sistem Open Pre-Order (PO) untuk produk setengah matang melalui delivery order dan frozen pack guna menjangkau wilayah Jombang yang lebih luas. Kami juga melengkapi legalitas usaha kami dengan mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) resmi agar konsumen merasa aman dan percaya.

Dampak Sosial: Profit Sambil Memberdayakan Sesama

Satu hal yang membuat kami bangga dengan proyek kewirausahaan ini adalah Tau Jamyam tidak melulu fokus mencari keuntungan finansial pribadi. Usaha ini juga dirancang sebagai model UMKM rumahan yang kreatif dan mudah direplikasi oleh masyarakat pedesaan. Harapannya, inovasi hilirisasi jamur tiram ini bisa membantu meningkatkan nilai jual komoditas lokal dan menambah penghasilan keluarga bagi para petani jamur sekitar.

Rencana ke Depan: Menuju Digitalisasi Penuh

Program KDLK dari kampus memang akan berakhir, tetapi langkah Tau Jamyam tidak akan berhenti di sini. Kami menyadari promosi digital kami saat ini belum sepenuhnya optimal. Karena itu, rencana tindak lanjut kami berikutnya adalah memaksimalkan pemasaran berbasis digital melalui platform media sosial, konten kreatif TikTok/Instagram, serta marketplace makanan online. Kami berkomitmen membawa “Tau Jamyam” tumbuh dari sekadar tugas kuliah menjadi ikon produk ekonomi kreatif lokal yang berdaya saing tinggi.

Inovasi tidak selalu harus dimulai dari hal-hal rumit berteknologi tinggi. Kadang, inovasi terbaik lahir dari keberanian mengubah bahan sederhana di sekitar kita menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.

Tertarik mencoba sensasi gurih dan lembutnya Tau Jamyam? Sampai jumpa di stand kami ya!

Tentang Penulis:

Saya adalah anggota tim KDLK MBKM Kewirausahaan Universitas Hasyim Asy’ari Jombang 2026 Aghnia Mar’ah.


메타데이터
post_id
d1bc9da9b6c2
slug
mengubah-jamur-tiram-menjadi-jajanan-viral-kisah-di-balik-suksesnya-tau-jamyam-mahasiswa-unhasy-d1bc9da9b6c2
url
https://medium.com/@agniamarah29/mengubah-jamur-tiram-menjadi-jajanan-viral-kisah-di-balik-suksesnya-tau-jamyam-mahasiswa-unhasy-d1bc9da9b6c2
canonical_url
https://medium.com/@agniamarah29/mengubah-jamur-tiram-menjadi-jajanan-viral-kisah-di-balik-suksesnya-tau-jamyam-mahasiswa-unhasy-d1bc9da9b6c2
author_url
https://medium.com/@agniamarah29
status
ok
fetched_at
2026-06-11 21:11:36